Dokumen Yang Perlu Disiapkan Calon Mahasiswa Pencari KIP Kuliah 2024

KIP Kuliah
Kartu Indonesia Pintar Kuliah

Jogjakeren.com – Bagi lulusan SMA/K dan sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi namun terkendala biaya, bisa mengikuti program bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2024. Pendaftaran KIP Kuliah dibuka sesuai dengan pendaftaran masing-masing jalur masuk perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.

Mengutip dari laman resmi @puslapdik_dikbud, untuk mendaftar KIP Kuliah 2024 calon mahasiswa akan diminta beberapa dokumen. Adapun data yang diperlukan antara lain:

  • Nomor Induk Siswa Nasional (NISN)
  • Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Yang perlu diperhatikan, data tersebut di atas harus sesuai dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Selain ketiga data di atas, pendaftar KIP Kuliah 2024 bagi calon mahasiswa juga harus memenuhi persyaratan berikut ini:

  • Pendaftar KIP Kuliah merupakan siswa SMA atau sederajat yang lulus atau akan lulus pada tahun berjalan atau telah dinyatakan lulus maksimal 2 tahun sebelumnya, serta memiliki NISN, NPSN dan NIK yang valid. Jadi bila KIP Kuliah dibuka 2024, maka siswa gap year yang bisa mendaftar adalah siswa lulusan tahun 2023 dan 2022.
  • Memiliki potensi akademik baik, tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah.
  • Siswa mempunyai Kartu KIP atau memiliki Kartu Keluarga Sejahtera atau terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos.
  • Telah lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru dan diterima di PTN atau PTS pada prodi dengan Akreditasi A atau B. Dimungkinkan pula untuk prodi dengan Akreditasi C dengan pertimbangan tertentu.
  • Kriteria lainnya untuk KIP Kuliah adalah siswa difabel, berasal atau tinggal di daerah 3T, Papua dan Papua Barat, serta ada di kondisi khusus karena bencana atau lainnya.

 

Mengacu persyaratan di atas, siswa yang diprioritaskan mendapatkan KIP Kuliah  2024 adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Kepemilikan program bantuan pendidikan nasional dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP).
  • Berasal dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH).
  • Keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  • Mahasiswa dari panti sosial/panti asuhan.
  • Mahasiswa dari keluarga yang masuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)

 

Apabila persyaratan di atas tidak terpenuhi, calon mahasiswa masih tetap bisa mendaftar KIP Kuliah 2024  selama besar gaji orangtua memenuhi syarat.

  • Orang tua memiliki pendapatan kotor gabungan antara suami dan istri sebanyak Rp4.000.000 setiap bulan.
  • Atau bila pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga, maka paling banyak Rp750.000.

Pendapatan kotor adalah gaji yang diterima sebulan sekali sebelum dipotong pajak dan potongan-potongan lainnya, seperti potongan iuran BPJS  Ketenagakerjaan dan iuran BPJS Kesehatan. Fasilitas ini merupakan dukungan nyata dari pemerintah dalam memajukan pendidikan anak bangsa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *