Pisang Air, Tumbuhan Akuatik Unik yang Jarang Diketahui

  • Whatsapp
Pisang Air
Ilustrasi tumbuhan pisang air (Foto: greeners.co)

jogjakeren – Ternyata pisang tak hanya hidup di daratan saja. Uniknya, pisang air ini mirip dengan pohon pisang, tetapi memiliki daun talas (famili Araceae). Tak banyak yang mengetahui, selain bentuknya yang estetik, pisang air memiliki manfaat bagi lingkungan. Bahkan pisang air dapat menyeimbangkan ekosistem yang baik.

Pisang air atau Typhonodorum lindyeyanum dapat tumbuh hingga setinggi 4 meter. Buahnya berupa buah beri, berbentuk seperti telur (oval), ukuran melintang sekitar 4 cm, dan berwarna kuning bila telah masak. Biji dan umbinya dapat dimakan, tetapi belum dipasarkan secara komersial. Umumnya hidup di rawa air tawar dan dekat dengan laut. Dijumpai pula pada formasi vegetasi mangrove atau pada daerah basah air tawar (freshwater wetland).

Pisang air berasal dari Madagascar dan tersebar hingga Comoro, Afrika, Pantai Afrika Timur, Mascarene Islands, dan hanya ditemukan pada Zanzibar dan Pemba Islands. Jenis ini dapat tumbuh pada daerah-daerah yang lembab (humid), agak lembab (subhumid) sampai kering (dry). Tumbuhan akuatik perdu ini dapat berusia hingga tahunan (perennial), serta dapat hidup baik pada kisaran suhu lingkungan diatas 5°C (>40°F).

Manfaat Pisang Air

Selain perawakannya yang unik, pisang air memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  1. Tanaman Hias

Meskipun berasal dari tempat yang berlumpur dan kotor, dari tepian sawah atau rawa, bila dikemas dalam media yang cantik dan menawan, dipadukan dengan tatanan taman yang mempesona akan menjadi tanaman hias yang elegan. Pembiakan dengan mengunakan biji merupakan cara yang paling mudah dalam perbanyakan pisang air. Biji yang sudah dikeluarkan dari buahnya bisa langsung ditanam pada media semai.

  1. Daunnya sebagai Pemulsaan (Mulching)

Teknik mulsa untuk menjaga tetapnya suhu tanah di sekitar akar tanaman, menahan uap air dalam tanah, mencegah erosi, dan menghilangkan tumbuhnya gulma dan penyakit. Mulsa dapat diaplikasikan sebelum penanaman dimulai maupun setelah tanaman muncul.

  1. Daunnya sebagai Rumbia (Thatching)

Penutup atap yang terbuat dari dedaunan dikenal sebagai atap rumbia. Atap rumbia merupakan pilihan atap terbaik untuk menciptakan desain rumah bergaya etnik. Namun, perawatannya sulit, mudah rusak, dan bocor.

  1. Fitoremediasi Lingkungan

Selain sebagai ornamental, tumbuhan akuatik juga memiliki nilai ekologi yang tinggi, salah satunya sebagai fitoremediasi lingkungan. Fitoremediasi merupakan suatu teknologi yang menggunakan tumbuhan tertentu untuk pemulihan kualitas lingkungan. Tumbuhan akuatik dapat membantu menciptakan keseimbangan ekosistem yang baik, secara langsung dan tidak langsung sebagai sumber makanan organik, media bertelur dan tempat berlindung anakan ikan ataupun biota air lainnya.

Editor: Qoily

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *