Upaya Bersama Masyarakat Gebang dan KKN PPM UGM dalam Mengembangkan Desa Wisata Gebang Park

Desa Wisata Gebang Park
Pertemuan Penyampaian Pembuatan Struktur Gebang Park, Minggu (4/2/2024)

Sleman, jogjakeren.com – Dusun Gebang, Jetis, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, memiliki begitu banyak destinasi wisata yang begitu menjual–Candi Gebang, Embung Tambakboyo, serta UMKM dan budaya setempat. Akan sangat disayangkan apabila hal ini belum dimanfaatkan dengan baik.

Namun, dalam rangka pengembangan Dusun Gebang sebagai destinasi desa wisata Gebang Park, masih diperlukan banyak upaya dari masyarakat setempat. Oleh karena itu, salah satu yang sedang diupayakan adalah penggandengan mitra, yakni mahasiswa KKN-PPM UGM Periode 4 2023. Sejak 18 Desember 2023 hingga 5 Februari 2024, program-program kerja KKN telah dilaksanakan dalam upaya menunjang pengembangan desa wisata tersebut, antara lain pendampingan kelembagaan pengelola desa wisata Gebang Park, penyusunan policy brief dan AD/ART, pendampingan UMKM, pendampingan pengelolaan media sosial, serta penyusunan artikel mengenai histori dan stori Candi Gebang oleh masyarakat Gebang.

Revitalisasi struktur organisasi pengelola Desa Wisata Gebang Park penting dilakukan dalam rangka penguatan kelembagaan pengelola desa wisata. Oleh karenanya, mahasiswa KKN-PPM UGM melakukan pendampingan acara pemilihan ketua pengelola Desa Wisata Gebang Park melalui musyawarah warga. Akhirnya, berdasarkan musyawarah warga yang dilakukan cukup intens antara tokoh masyarakat setempat dan penggerak desa wisata Gebang Park terpilihlah ketua pengelola Desa Wisata Gebang Park, Langgoso Aswin Poetra.

Bacaan Lainnya
Desa Wisata Gebang Park
Pertemuan Penyampaian Pembuatan Struktur Gebang Park, Minggu (4/2/2024)

Selanjutnya, bersama ketua terpilih dilakukan penyusunan struktur organisasi pengelola desa wisata yang memaksimalkan sumber daya manusia dari masyarakat setempat. Tak hanya itu, tim mahasiswa KKN-PPM, yang terdiri dari Ryan Al Rasyid, Exxel Diandra Adyatma, Muhamad Akbar, Amanda Aurelia Nugroho, Fadhila Salsabila, Aldrich Ezekiel dan Azka Nukila, juga membantu pembuatan draf AD/ART organisasi, yang selanjutkan akan dimusyawarahkan oleh para pengelola desa wisata terpilih. Keikutsertaan tokoh-tokoh masyarakat di dalam struktur organisasi tersebut masih diperlukan untuk memotivasi generasi yang lebih muda. Tokoh masyarakat tersebut antara lain Dukuh Jetis, Wagiman S.H., M.IP., ketua RW setempat, Sumedi, serta Drs. Santosa, M.M. yang juga seorang dosen STP AMPTA Yogyakarta.

Pada Minggu, 4 Februari 2024, pertemuan bersama antara tokoh dan warga masyarakat Dusun Gebang telah dilakukan di rumah limasan Mahasvin Farm, sekaligus perpisahan dengan mahasiswa KKN-PPM UGM yang dibimbing DPL Prof. Rarastoeti Pratiwi. Dalam pertemuan tersebut diserahkan pula hasil luaran (output) serta rekomendasi program kerja KKN-PPM selama 50 hari di subunit Jetis. Tak hanya itu, dari hasil kegiatan KKN juga dihasilkan artikel beserta video dokumenter tentang Candi Gebang yang akan diunggah di YouTube resmi Gebang Park.

Artikel berjudul “Cerita Rakyat Candi Gebang: Histori, Stori, dan Segala Substansinya” (https://jogjakeren.com/cerita-rakyat-candi-gebang-histori-stori-dan-segala-substansinya/) yang ditulis oleh Amanda Aurelia Nugroho menggambarkan kisah tentang Candi Gebang yang diceritakan oleh masyarakat setempat–yang mengetahui dengan baik sekaligus pelaku sebagai sumber referensi–dan pemuka agama Hindu setempat–yang masih aktif melakukan ibadah di Candi Gebang bersama beberapa umat Hindu lainnya.

Penyebaran informasi yang baru, menarik, dan otentik tentang Candi Gebang ini diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat, khususnya Dusun Gebang dalam merawat aset peninggalan sejarah dan masyarakat luas dalam mengunjungi desa wisata Gebang. Kegiatan ini juga sebagai bentuk pelestarian situs peninggalan, serta budaya yang masih ada di masyarakat Gebang, antara lain ketoprak, jatilan, hadroh, dan macapatan serta potensi sumber daya alam dan hayati. Selain itu, seluruh kegiatan KKN ini diharapkan mampu mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia, terutama untuk tujuan ke-16, yakni perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat.

 

Oleh Mahasiswa KKN-PPM UGM 2023 Periode IV

Unit YO-143, Ngemplak, Sleman

Subunit Jetis (Gebang)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *