Jogjakeren.com – Dunia, 12 Juli 2025
Pekan ini, pasar global pantau inflasi AS dan data Cina Inggris sebagai faktor penting yang bisa memengaruhi pergerakan ekonomi dunia. Investor dan pelaku pasar keuangan di berbagai belahan dunia tengah menanti rilis resmi data-data tersebut untuk menentukan langkah ke depan.
Di Amerika Serikat, laporan inflasi Juni akan dirilis pada pertengahan pekan. Data ini sangat dinanti karena akan menjadi acuan utama bagi bank sentral AS (The Fed) dalam menentukan suku bunga berikutnya. Jika inflasi masih tinggi, suku bunga kemungkinan tetap tinggi lebih lama, yang bisa berdampak pada pasar saham dan obligasi global.
Sementara itu, di Cina, perhatian tertuju pada data Produk Domestik Bruto (PDB) dan neraca perdagangan. Perlambatan ekonomi yang terjadi belakangan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai pertumbuhan jangka panjang negara tersebut, yang selama ini dikenal sebagai motor ekonomi Asia.
Di Inggris, fokus utama adalah pada data inflasi dan kebijakan moneter Bank of England. Ketidakpastian ekonomi akibat tingginya biaya hidup masih menjadi perhatian utama masyarakat dan pelaku pasar di Eropa.
Analis memperkirakan bahwa pasar akan bergerak lebih hati-hati dalam beberapa hari ke depan sambil mencermati setiap pernyataan resmi dari otoritas keuangan dunia.
Karena itu, pasar global pantau inflasi AS dan data Cina Inggris secara ketat, sebab hasilnya akan menentukan arah ekonomi global, termasuk dampaknya terhadap negara berkembang seperti Indonesia.





