<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JOGJA KEREN</title>
	<atom:link href="https://jogjakeren.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjakeren.com/</link>
	<description>Jogja terbuat dari rindu, pulang dan keindahan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Sep 2026 09:27:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>
	<item>
		<title>Rumah Menjadi Sekolah Pertama Pembentukan Karakter Anak</title>
		<link>https://jogjakeren.com/rumah-menjadi-sekolah-pertama-pembentukan-karakter-anak/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/rumah-menjadi-sekolah-pertama-pembentukan-karakter-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 07:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[29 Karakter Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Ibu Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas RCGP]]></category>
		<category><![CDATA[Praktik 29 Karakter Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Cerdas Generasi Pembealajar]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Pendidikan Karakter Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29974</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, Jogjakeren.com &#8211; Komunitas Ibu Belajar di Sleman menggelar Workshop &#8220;Rumahku, Sekolah Karakterku&#8221; bekerja sama&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/rumah-menjadi-sekolah-pertama-pembentukan-karakter-anak/">Rumah Menjadi Sekolah Pertama Pembentukan Karakter Anak</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta, Jogjakeren.com</strong> &#8211; Komunitas Ibu Belajar di Sleman menggelar Workshop &#8220;Rumahku, Sekolah Karakterku&#8221; bekerja sama dengan Rumah Cerdas Generasi Pembelajar (RCGP). Kegiatan dengan tema &#8220;Membumikan 29 Karakter Luhur di Tengah Keluarga&#8221; tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026).</p>
<p>Pembina Ibu Belajar, Slamet Yunani, saat membuka kegiatan menekankan pentingnya keluarga sebagai lingkungan pertama dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, keberhasilan pembinaan generasi ditentukan oleh tiga hal.</p>
<p>“Suksesnya pembinaan generasi itu meliputi tiga hal. Yang pertama sukses pendidikan agamanya. Yang kedua sukses pendidikan dunianya. Yang ketiga sukses pendidikan karakternya, dengan mewujudkan dan memiliki 29 Karakter Luhur,” ujar Slamet.</p>
<p>Ia mengatakan, tema “Rumahku, Sekolah Karakterku” sangat relevan dengan upaya membangun karakter generasi. Menurutnya, pembentukan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui materi, tetapi membutuhkan kerja keras dan latihan secara berkelanjutan.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa orang tua merupakan pendidik utama bagi anak. Meskipun anak memiliki banyak kesempatan berinteraksi di luar rumah, pendidikan karakter pertama tetap berlangsung di lingkungan keluarga.</p>
<figure id="attachment_29979" aria-describedby="caption-attachment-29979" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-large wp-image-29979" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-300x170.png" alt="Krakter Anak" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-300x170.png 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-200x112.png 200w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-768x432.png 768w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-1536x864.png 1536w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-2048x1152.png 2048w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29979" class="wp-caption-text">Pembina Ibu Belajar, Slamet Yunani membuka kegiatan Workshop Rumahku: Sekolah Karakterku.</figcaption></figure>
<p>“Di antara kita mungkin waktu buat anaknya terbatas, sehingga kadang lupa bahwa pendidikan anak-anak kita itu nomor satu adalah orang tua,” katanya.</p>
<p>Ia berharap kegiatan semacam ini terus memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM khususnya orang tua dan membawa manfaat bagi keluarga.</p>
<p>Workshop diikuti ratusan peserta yang terdiri dari perempuan atau laki-laki yang belum menikah dan pasangan yang sudah menikah. Kegiatan ini bertujuan mempraktikkan 29 Karakter Luhur untuk membangun komunikasi, keteladanan, dan pembiasaan positif dalam keluarga secara terencana, menyenangkan, dan berkelanjutan.</p>
<p>Pemateri workshop, Ressy Laila Untari Ningsih yang juga Founder RCGP mendorong orang tua untuk memperkuat pendidikan karakter anak melalui lingkungan keluarga. Menurutnya, pendidikan di rumah perlu di-branding sebagai bagian penting di luar pendidikan sekolah.</p>
<p>“Sudah saatnya kita mem-branding pendidikan di rumah, di luar pendidikan sekolah. Kemudian yang kedua, dalam hal ini selayaknya kita sebagai orang tua mengajari mereka dengan mulut kita sendiri,” kata Ressy.</p>
<p>Ia mengatakan, setelah memahami berbagai nasihat tentang pendidikan keluarga, hal terpenting berikutnya adalah melakukan tindakan nyata. Menurutnya, orang tua perlu segera berbenah diri, memperbaiki kekurangan, serta mengejar berbagai ketertinggalan dalam mendidik anak.</p>
<p>“Tidak ada kata-kata yang lebih praktis kecuali action yaitu segera berbenah diri dari kekurangan, segera memperbaiki segala ketertinggalan,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_29980" aria-describedby="caption-attachment-29980" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-29980" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-2-300x170.png" alt="Karakter Anak" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-2-300x170.png 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-2-200x112.png 200w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-2-768x432.png 768w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-2-1536x864.png 1536w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-2-2048x1152.png 2048w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29980" class="wp-caption-text">Pemateri workshop, Ressy Laila Untari Ningsih yang juga founder RCGP (Rumah Cerdas Generasi Pembelajar).</figcaption></figure>
<p>Ressy mengajak seluruh orang tua untuk mulai bertindak tanpa menunggu waktu yang dianggap tepat. Ia menilai tidak ada kata terlambat untuk memulai perubahan, meskipun orang tua tidak boleh terus-menerus menunda.</p>
<p>“Kita diingatkan lagi harus action sekarang. Siapa? Kita semua Bapak Ibu. Kalau kemarin-kemarin belum action, nggak apa-apa. Kita mulai action dari sekarang, tidak ada kata terlambat. Tapi ya jangan telat terus,” katanya.</p>
<p>Menurut Ressy, tindakan tersebut merupakan salah satu wujud dari 29 Karakter Luhur. Ia juga mengingatkan bahwa belajar harus menjadi bagian dari kehidupan orang tua karena umat Islam diperintahkan untuk terus mencari ilmu.</p>
<p>“Motivasi kita harus belajar. Kenapa sih saya selalu butuh belajar? Karena di antaranya Allah memerintahkan kita untuk terus mencari ilmu. Selama kita menjadi orang Islam, kita wajib mencari ilmu,” tuturnya.</p>
<h4>Orang Tua Perlu Belajar</h4>
<p>Dalam konteks pengasuhan, Ressy mencontohkan seorang ibu perlu mengetahui ilmu yang dibutuhkan agar anak tetap yakin dan bersemangat. Ilmu tersebut antara lain manajemen rumah tangga, manajemen keuangan, serta manajemen komunikasi dengan anak kecil maupun anak remaja.</p>
<p>Menurutnya, proses belajar juga menjadi bekal bagi orang tua agar mampu menjalankan tanggung jawab pengasuhan dan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Orang tua perlu dapat menunjukkan bahwa mereka telah berusaha belajar, membuat rencana, dan melakukan pembinaan terhadap keluarganya.</p>
<p>Ressy juga mengingatkan orang tua agar tidak kalah langkah dalam menghadapi perkembangan teknologi. Ia menilai penggunaan teknologi tanpa pendampingan dapat membuat anak semakin jauh dari komunikasi dan interaksi keluarga.</p>
<p>Ia mencontohkan kondisi ketika anak terlalu sibuk dengan telepon genggam hingga mengurangi interaksi dengan keluarga maupun teman. Karena itu, menurut Ressy, orang tua perlu terus belajar agar tidak kalah langkah dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi.</p>
<p>Ressy kemudian mengajak keluarga membangun mindset bahwa belajar dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Belajar, katanya, tidak harus selalu dilakukan dengan duduk di meja, kursi, dan buku, tetapi dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sehari-hari.</p>
<p>“Jadi kita sepakati bersama sekarang mindset kita adalah belajar itu di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja. Belajar tidak harus di meja, kursi dan buku. Kita setiap saat setiap waktu itu bisa menjadi mindset kita untuk di rumah, kita berkegiatan di mana saja itu selalu ada hikmah, selalu ada ilmu,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, pembinaan generasi penerus melalui praktik 29 Karakter Luhur merupakan suatu keharusan. Karena itu, praktik tersebut perlu direncanakan, diprogramkan, dilaksanakan secara terpadu, dan berkelanjutan.</p>
<figure id="attachment_29981" aria-describedby="caption-attachment-29981" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-29981" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-3-300x170.png" alt="Karakter Anak" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-3-300x170.png 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-3-200x112.png 200w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-3-768x432.png 768w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-3-1536x864.png 1536w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Workshop-Ibu-Belajar-3-2048x1152.png 2048w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29981" class="wp-caption-text">Peserta menyimak contoh modul praktik 29 Karakter Luhur.</figcaption></figure>
<p>“Mengapa dibuat program praktik 29 Karakter Luhur? Karena pembinaan generus adalah suatu keharusan dan sudah menjadi harga mati. Ternyata harus direncanakan, diprogramkan, dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan,” kata Ressy.</p>
<p>Menurutnya, praktik 29 Karakter Luhur dapat dilakukan di berbagai lingkungan, mulai dari rumah, masjid, sekolah, tempat kerja, hingga tempat lainnya. Waktu pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan program dan kondisi masing-masing keluarga.</p>
<p>Salah satu praktik yang dicontohkan adalah penerapan Ahlakul Karimah selama satu bulan. Setiap keluarga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian mencatat pengalaman tersebut melalui jurnal keluarga.</p>
<p>Selain praktik, Ressy mendorong keluarga mengadakan forum ngobrol minimal seminggu sekali. Forum tersebut menjadi ruang bagi orang tua dan anak untuk membicarakan praktik 29 Karakter Luhur yang telah dilakukan selama sepekan.</p>
<p>“Jadi seminggu sekali Bapak Ibu bersama anak-anak ngobrol. ‘Nah, gimana minggu ini praktik Ahlakul Karimah-nya? Apa saja yang sudah dipraktikkan?’ Ada laporannya, sehingga anak-anak itu mendengar tentang 29 Karakter Luhur itu bukan hanya di masjid, bukan hanya dari pengajarnya, tapi dari orang tuanya sendiri,” jelasnya.</p>
<p>Ressy menekankan, orang tua perlu sering menyebut dan mengenalkan nilai-nilai karakter tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, anak tidak hanya mendengar tentang karakter dari lingkungan pengajian atau sekolah, tetapi juga mendapatkan contoh langsung dari orang tua di rumah.</p>
<p>Ia menyarankan forum keluarga dilakukan dengan suasana menyenangkan. Orang tua dapat mengajak anak ngobrol sambil menikmati makanan ringan atau melakukan quality time, sehingga pembicaraan tentang karakter tidak terasa seperti kegiatan yang kaku.</p>
<p>“Karena mempraktikkan 29 Karakter Luhur di rumah itu harus dengan cara yang menyenangkan. Ngobrol sambil ngemil contohnya,” ujarnya.</p>
<h4>Mempraktikkan 29 Karakter Luhur</h4>
<p>Menurut Ressy, bahasa yang digunakan orang tua juga sebaiknya merupakan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami anak. Misalnya, ketika anak membantu pekerjaan rumah, orang tua dapat mengaitkannya dengan praktik karakter seperti kemandirian dan tanggung jawab.</p>
<p>Ia mengatakan, praktik 29 Karakter Luhur juga dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan bersama keluarga. Di antaranya pengecekan gerakan dan bacaan salat, membuat pohon syukur, jurnal doa keluarga, memasak bersama, hingga musyawarah keluarga untuk mengevaluasi perjalanan keluarga selama satu tahun.</p>
<p>Ressy menyebut praktik tersebut telah menghasilkan banyak pengalaman yang sebelumnya tidak terduga. “Luar biasa banget. Ada yang baru ngobrol sedalam itu sampai nangis-nangisan bersama suami. Ini pohon syukur juga begitu, banyak sekali harta karunnya,” katanya.</p>
<p>Ia juga menceritakan pengalaman seorang ibu yang diketahui memiliki kemampuan menggambar setelah mengikuti praktik pohon syukur keluarga. Kemampuan tersebut sebelumnya tidak banyak diketahui, tetapi kemudian dapat dikembangkan hingga ibu tersebut diminta mengajar menggambar di suatu kelas.</p>
<p>Menurut Ressy, berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa praktik bersama di dalam keluarga dapat menggali potensi anggota keluarga yang selama ini belum terlihat. Hal serupa dapat terjadi ketika keluarga membuat jurnal doa dan saling mengetahui harapan masing-masing.</p>
<p>Ressy berharap praktik 29 Karakter Luhur dapat membangun suasana keluarga yang penuh kebersamaan dan nilai-nilai positif. Ia menggambarkan tujuan akhirnya adalah terciptanya atmosfer rumah yang nyaman, penuh komunikasi, dan jauh dari bentakan maupun kata-kata yang menyakitkan.</p>
<p>“Nilai-nilai 29 Karakter Luhur itu memang perlu selalu disuarakan di rumah, dipraktikkan di rumah, sehingga atmosfer dalam keluarga, atmosfer di rumah itu adalah atmosfer surga,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/rumah-menjadi-sekolah-pertama-pembentukan-karakter-anak/">Rumah Menjadi Sekolah Pertama Pembentukan Karakter Anak</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/rumah-menjadi-sekolah-pertama-pembentukan-karakter-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konsolidasi dan Sosialisasi Program, LDII DIY Perkuat Ekoteologi dan Masjid Cegah LGBT</title>
		<link>https://jogjakeren.com/konsolidasi-dan-sosialisasi-program-ldii-diy-perkuat-ekoteologi-dan-masjid-cegah-lgbt/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/konsolidasi-dan-sosialisasi-program-ldii-diy-perkuat-ekoteologi-dan-masjid-cegah-lgbt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:10:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Atus Syahbudin]]></category>
		<category><![CDATA[DPW LDII DIY]]></category>
		<category><![CDATA[kerja bakti nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Konsolidasi LDII DIY]]></category>
		<category><![CDATA[LDII DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Al Andar]]></category>
		<category><![CDATA[ProKlim LDII DIY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29983</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sleman, Jogjakeren.com &#8211; DPW LDII DIY menggelar konsolidasi organisasi yang dihadiri sebagian jajaran pengurus PC&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/konsolidasi-dan-sosialisasi-program-ldii-diy-perkuat-ekoteologi-dan-masjid-cegah-lgbt/">Konsolidasi dan Sosialisasi Program, LDII DIY Perkuat Ekoteologi dan Masjid Cegah LGBT</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, Jogjakeren.com</strong> &#8211; DPW LDII DIY menggelar konsolidasi organisasi yang dihadiri sebagian jajaran pengurus PC dan DPD LDII se-Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPW LDII DIY, Ir. H. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU., di Masjid Al Anhar Condongcatur pada Selasa (8/9/2026).</p>
<p>Dalam arahannya, Atus menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pengurus. &#8220;Konsolidasi ini untuk menyamakan langkah. Program yang kita sosialisasikan harus membumi, dirasakan langsung oleh warga, dari masjid sampai ke rumah,&#8221; tegas Atus.</p>
<p>Ia menyampaikan, ada tiga program utama yang menjadi penekanan dalam konsolidasi kali ini. Pertama, Penguatan Pencegahan LGBT dan Pembinaan Keluarga Sakinah.</p>
<p>Atus menyampaikan arahan DPP LDII terkait pembinaan umat. Sebagaimana disampaikan Ketum DPP LDII, bahwa LGBT bertentangan dengan agama dan moralitas bangsa. Untuk itu LDII DIY berkomitmen memperkuat pembinaan melalui keluarga, majelis taklim, dan lembaga pendidikan.</p>
<p>&#8220;Kita antisipasi pengaruh LGBT masuk ke lembaga pendidikan dan pondok pesantren. Bentengnya adalah keluarga yang sakinah dan penguatan 29 Karakter Luhur di semua PC,&#8221; jelas Atus.</p>
<p>Kedua, Kerja Bakti Nasional LDII 2026. Program ini menempatkan masjid sebagai pusat penggerak. Warga diajak bergotong-royong membersihkan lingkungan masjid, memilah sampah, dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan hijau.</p>
<p>&#8220;Dari masjid kita mulai. Kerja bakti bukan hanya bersih-bersih, tapi juga melatih kepedulian dan kebersamaan warga,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ketiga, Penanaman Pohon dan Pelestarian Lingkungan. LDII DIY mendorong setiap PC memperbanyak aksi dakwah hijau dan mendukung ekoteologi.</p>
<figure id="attachment_29984" aria-describedby="caption-attachment-29984" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29984" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Atus-Syahbudin-2-300x170.jpeg" alt="LDII DIY" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Atus-Syahbudin-2-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/Atus-Syahbudin-2-200x112.jpeg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29984" class="wp-caption-text">Ketua DPW LDII DIY Ir. H. Atus Syahbudin memberikan arahan saat konsolidasi dan sosialisasi program di Masjid Al Anhar Condongcatur, Selasa (8/9/2026).</figcaption></figure>
<p>Sebagaimana baru-baru ini, LDII Lampung yang memperingati Hari Hutan dengan seminar dan aksi tanam pohon. Kemudian LDII Banyuwangi yang bersama MUI menanam mangrove di Pantai Cemara dengan doa keselamatan untuk saudara di NTT dan Kalimantan.</p>
<p>&#8220;Targetnya, setiap PC memiliki kebun bibit dan kader lingkungan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Atus menegaskan, konsolidasi ini bukan sekadar rapat. Menurutnya, ini adalah menyatukan frekuensi agar program LDII benar-benar membumi.</p>
<p>&#8220;Kita mulai dari masjid, dari hal kecil seperti kerja bakti dan tanam pohon. Tujuannya satu: mencetak warga yang profesional religius, berkarakter luhur, dan peduli lingkungan. Insya Allah ini bisa menjadi contoh untuk DIY,&#8221; pungkas Atus.</p>
<h4>Rekam Jejak LDII DIY Jadi Pijakan</h4>
<p>Konsolidasi ini tidak dimulai dari nol. LDII DIY memiliki rekam jejak yang menjadi modal kuat. Beberapa desa binaan LDII di DIY telah menyandang status Kampung ProKlim dari Kementerian LHK karena konsistensi dalam pengelolaan lingkungan.</p>
<p>Di bidang pendidikan, sinergi LDII DIY dengan UGM melalui program KKN tematik berhasil melahirkan kader-kader muda yang peduli lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Model pembinaan berbasis masjid ini juga dinilai efektif dalam menanamkan wawasan kebangsaan sejak dini.</p>
<p>“Alhamdulillah LDII DIY termasuk salah satu DPW dengan pembinaan lingkungan terbaik secara nasional. Capaian ini harus kita jaga dan kembangkan sampai tingkat PAC LDII dan masjid-masjid,” tambah Atus yang juga Dosen Dendrologi UGM ini.</p>
<p>Dengan semangat kebersamaan, LDII DIY menargetkan di akhir 2026 setiap PC memiliki program nyata berupa Gerakan Masjid Hijau, pencegahan LGBT melalui ketahanan keluarga dan pembinaan 29 Karakter Luhur.</p>
<p>&#8220;Kita ingin LDII hadir sebagai solusi. Bukan hanya menyampaikan dakwah, tapi juga memberi contoh aksi untuk umat dan bangsa,&#8221; pungkas Atus.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/konsolidasi-dan-sosialisasi-program-ldii-diy-perkuat-ekoteologi-dan-masjid-cegah-lgbt/">Konsolidasi dan Sosialisasi Program, LDII DIY Perkuat Ekoteologi dan Masjid Cegah LGBT</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/konsolidasi-dan-sosialisasi-program-ldii-diy-perkuat-ekoteologi-dan-masjid-cegah-lgbt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lurah Wijirejo Apresiasi Jalan Sehat, Momentum Perkuat Kerukunan Warga</title>
		<link>https://jogjakeren.com/lurah-wijirejo-apresiasi-jalan-sehat-momentum-perkuat-kerukunan-warga/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/lurah-wijirejo-apresiasi-jalan-sehat-momentum-perkuat-kerukunan-warga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 08:27:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[GOR Masjid Baitul Izza]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Sehat LDII Pandak]]></category>
		<category><![CDATA[Lurah Wijirejo]]></category>
		<category><![CDATA[PC LDII Pandak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29969</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bantul, Jogjakeren.com &#8211; Lurah Wijirejo, Wisnu Riyanto, mengapresiasi kegiatan jalan sehat yang digelar PC LDII&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/lurah-wijirejo-apresiasi-jalan-sehat-momentum-perkuat-kerukunan-warga/">Lurah Wijirejo Apresiasi Jalan Sehat, Momentum Perkuat Kerukunan Warga</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bantul, Jogjakeren.com </strong>&#8211; Lurah Wijirejo, Wisnu Riyanto, mengapresiasi kegiatan jalan sehat yang digelar PC LDII Kapanewon Pandak dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pembukaan jalan sehat di GOR Masjid Baitul Izza, Minggu (6/9/2026).</p>
<p>Menurut Wisnu, kegiatan yang melibatkan warga LDII dan masyarakat sekitar tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kerukunan, gotong-royong, dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.</p>
<p>“Atas nama pemerintah, kami memberikan apresiasi kepada bapak ibu dan seluruh warga LDII. Selama ini kami sebagai pemerintah benar-benar dihargai dan dihormati oleh LDII,” ujar Wisnu.</p>
<p>Ia menilai jalan sehat memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar aktivitas olahraga. Kegiatan tersebut mempertemukan warga dalam suasana santai sekaligus membuka ruang interaksi antara masyarakat dengan pemerintah setempat.</p>
<p>“Alhamdulillah, kegiatan jalan sehat ini dapat membangun kerukunan, kegotongroyongan, dan kebersamaan,” katanya.</p>
<p>Ia berharap semangat tersebut terus dipelihara warga LDII dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, solidaritas, toleransi, dan kebersamaan menjadi modal penting untuk menjaga persatuan serta mendukung pembangunan di tingkat lingkungan.</p>
<p>“Lanjutkan perjuangannya untuk menjaga solidaritas, toleransi, kebersamaan, dan keteguhan dalam menjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia,” pesan Wisnu.</p>
<figure id="attachment_29971" aria-describedby="caption-attachment-29971" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29971" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/PC-LDII-Pandak-3-e1788683189683-300x170.jpeg" alt="Lurah Wijirejo" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/PC-LDII-Pandak-3-e1788683189683-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/PC-LDII-Pandak-3-e1788683189683-200x112.jpeg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29971" class="wp-caption-text">Lurah Wijirejo, Wisnu Riyanto, berfoto bersama ratusan peserta jalan sehat.</figcaption></figure>
<p>Jalan sehat PC LDII Pandak bertajuk “Melangkah Berkarakter” diikuti sekitar 500 warga LDII serta masyarakat sekitar. Peserta dilepas Wisnu dengan pemotongan pita, kemudian menyusuri jalan di lingkungan sekitar sebelum kembali ke titik finish di GOR Masjid Baitul Izza.</p>
<p>Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan keterlibatan warga dari berbagai kelompok usia. Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan tersebut juga diisi pembagian puluhan doorprize dengan hadiah utama tiga ekor kambing.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, panitia menyerahkan hadiah lomba Voli Plastik (Vopa) antarremaja masjid se-Kapanewon Pandak yang sebelumnya telah digelar. Lomba tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam memeriahkan rangkaian kegiatan kemerdekaan.</p>
<p>Sekretaris PC LDII Pandak, Pramudya, mengatakan kegiatan jalan sehat juga menjadi sarana memperkuat komunikasi warga LDII dengan pemerintah setempat. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi 29 karakter luhur, terutama dalam membangun kebersamaan dan hubungan baik dengan pemerintah.</p>
<p>“Tujuan kami mengadakan acara ini untuk memanifestasikan 29 karakter luhur sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Pramudya.</p>
<p>Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Selain mempererat kebersamaan warga, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara LDII, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang rukun dan harmonis.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/lurah-wijirejo-apresiasi-jalan-sehat-momentum-perkuat-kerukunan-warga/">Lurah Wijirejo Apresiasi Jalan Sehat, Momentum Perkuat Kerukunan Warga</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/lurah-wijirejo-apresiasi-jalan-sehat-momentum-perkuat-kerukunan-warga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inovasi Sanitasi Tepat Guna KKN-PPM UGM: Solusi Lingkungan Pesisir Berkelanjutan di Kelurahan Karangrejo, Tarakan Barat</title>
		<link>https://jogjakeren.com/inovasi-sanitasi-tepat-guna-kkn-ppm-ugm-solusi-lingkungan-pesisir-berkelanjutan-di-kelurahan-karangrejo-tarakan-barat/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/inovasi-sanitasi-tepat-guna-kkn-ppm-ugm-solusi-lingkungan-pesisir-berkelanjutan-di-kelurahan-karangrejo-tarakan-barat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 06:58:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[KKN PPM UGM 2026]]></category>
		<category><![CDATA[KKN PPM UGM Karangrejo]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa KKN PPM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Tripikon-S]]></category>
		<category><![CDATA[Tripikon-S Karangrejo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29956</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tarakan, Jogjakeren.com &#8211; Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari program yang megah&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/inovasi-sanitasi-tepat-guna-kkn-ppm-ugm-solusi-lingkungan-pesisir-berkelanjutan-di-kelurahan-karangrejo-tarakan-barat/">Inovasi Sanitasi Tepat Guna KKN-PPM UGM: Solusi Lingkungan Pesisir Berkelanjutan di Kelurahan Karangrejo, Tarakan Barat</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tarakan, Jogjakeren.com</strong> &#8211; Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari program yang megah atau serba kompleks. Di tengah dinamika aktivitas sehari-hari warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, berbagai tantangan lingkungan pesisir dapat menjadi titik awal untuk membangun kesadaran kolektif sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>Hal tersebut menjadi perhatian utama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui rangkaian program kerja berbasis Teknologi Tepat Guna (TTG) yang menyasar pada perbaikan infrastruktur sanitasi pemukiman pesisir.</p>
<p>Karakteristik Kelurahan Karangrejo sebagai kawasan pesisir dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi memiliki keunikan sekaligus tantangan tersendiri. Berada di area pasang surut air laut dengan kondisi muka air tanah yang sangat dangkal, masyarakat setempat menghadapi kendala teknis dalam penyediaan sarana sanitasi dasar yang layak.</p>
<p>Tangki septik konvensional berbahan pasangan batu bata maupun beton sulit diterapkan karena tidak kedap air, rentan mengalami kebocoran saat air laut pasang, dan membutuhkan area penggalian tanah yang cukup luas. Akibatnya, limbah cair rumah tangga (black water) berpotensi mencemari lingkungan perairan pesisir dan berdampak pada kesehatan lingkungan jangka panjang.</p>
<figure id="attachment_29958" aria-describedby="caption-attachment-29958" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29958" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/KKN-PPM-UGM-300x170.jpeg" alt="KKN PPM UGM" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/KKN-PPM-UGM-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/KKN-PPM-UGM-200x112.jpeg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29958" class="wp-caption-text">Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa pengolah limbah domestik yang dikenal sebagai Tripikon-S (Tangki Septik Pipa Konsentris).</figcaption></figure>
<p>Berangkat dari kondisi faktual tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM Muhammad Afnand Kabhila dengan arahan Lurah Karangrejo dan dosen pembimbing lapangan, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. berupaya berupaya menghadirkan program yang berorientasi pada penyelesaian masalah nyata melalui pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna.</p>
<p>Melalui integrasi antara pemahaman akademis bidang Teknik Sipil dan Lingkungan serta kearifan lokal masyarakat, mahasiswa merancang dan merakit instalasi pengolah limbah domestik yang dikenal sebagai Tripikon-S (Tangki Septik Pipa Konsentris). Program ini diarahkan khusus di kawasan RT 15 Kelurahan Karangrejo sebagai percontohan sanitasi pesisir yang ekonomis, efisien, dan ramah lingkungan.</p>
<h4>Menjawab Tantangan Sanitasi Pesisir melalui Teknologi Tripikon-S</h4>
<p>Salah satu langkah awal dalam mendorong perbaikan lingkungan pemukiman pesisir dilakukan melalui pengenalan teknologi sanitasi tepat guna. Tripikon-S merupakan inovasi teknologi pengolahan limbah cair domestik yang dikembangkan di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan (DTSL) FT UGM.</p>
<p>Teknologi ini secara khusus dirancang untuk mengatasi permasalahan sanitasi di lokasi-lokasi dengan keterbatasan lahan, kondisi muka air tanah dangkal, daerah pasang surut, serta kawasan rawa yang sulit dijangkau oleh sistem sanitasi konvensional.</p>
<p>Secara prinsip teknis, Tripikon-S bekerja mirip dengan tangki septik konvensional melalui kombinasi proses fisik pengendapan dan penguraian biologis secara anaerobik. Keunggulan utamanya terletak pada bentuk strukturnya yang memanfaatkan tiga pipa PVC dengan diameter berbeda yang disusun secara konsentris.</p>
<p>Pipa dalam (diameter 3 inch) berfungsi sebagai saluran masuk limbah dari toilet, pipa tengah (diameter 6 inch) menjadi ruang utama penguraian anaerobik, sedangkan pipa luar (diameter 10 inch) berperan sebagai ruang peluapan dan pengendapan lanjutan. Konfigurasi ini menjadikan Tripikon-S sangat ringkas, kedap air, serta fleksibel untuk dipasang di atas permukaan tanah maupun setengah terbenam.</p>
<figure id="attachment_29957" aria-describedby="caption-attachment-29957" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29957" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/KKN-PPM-UGM-2-300x170.jpeg" alt="KKN PPM UGM" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/KKN-PPM-UGM-2-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/09/KKN-PPM-UGM-2-200x112.jpeg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29957" class="wp-caption-text">Tripikon-S memanfaatkan tiga pipa PVC dengan diameter berbeda yang disusun secara konsentris.</figcaption></figure>
<p>Rincian Komponen dan Spesifikasi Teknis Tripikon-S:</p>
<p>● Reaktor Utama (Pipa Konsentris): Menggunakan kombinasi pipa PVC AW diameter 10 inch (luar), 6 inch (tengah), dan 3 inch (dalam) yang tersambung kedap air untuk mencegah kebocoran akibat tekanan pasang laut.</p>
<p>● Unit Up-Flow Filter Lanjutan: Efluen buangan dari Tripikon-S dialirkan menuju tabung filtrasi vertikal berdiameter 4 inch yang berisi susunan media ijuk (20 cm) dan kerikil diameter 3 cm (15 cm) untuk menyaring sisa-sisa kotoran sebelum mencapai saluran akhir.</p>
<p>● Sistem Ventilasi dan Pengurasan: Dilengkapi pipa udara (hawa) PVC 1,5 inch untuk melepaskan gas hasil penguraian serta pipa pengurasan khusus 3/4 inch sepanjang 1,7 meter yang mempermudah proses pemeliharaan berkala.</p>
<h4>Perakitan Mandiri dan Briefing Teknis Pemasangan bersama Warga RT 15</h4>
<p>Tahapan pelaksanaan program kerja tidak hanya berfokus pada perakitan fisik unit reaktor di posko KKN, tetapi juga dilanjutkan dengan kegiatan briefing teknis dan edukasi lapangan bersama warga setempat. Tim KKN-PPM UGM mengundang Ketua RT 15 beserta perwakilan warga Karangrejo untuk mengikuti pemaparan materi serta diskusi interaktif mengenai tata cara pemasangan, kriteria lokasi yang ideal, dan perawatan rutin sistem Tripikon-S.</p>
<p>Dalam sesi briefing teknis tersebut, mahasiswa menjelaskan langkah-langkah detail yang perlu diperhatikan saat melakukan instalasi di kawasan pesisir. Beberapa poin krusial yang disampaikan meliputi: menjaga kemiringan pipa penyalur dari jamban minimal 2 persen, memastikan seluruh sambungan pipa dilapis perekat PVC secara kedap air, menentukan posisi pipa hawa minimal 25 cm di atas permukaan tanah, serta mengatur jarak aman instalasi dari sumber air bersih.</p>
<p>Selain itu, warga juga dibekali dengan pemahaman mengenai pentingnya pemeliharaan rutin, seperti pembersihan media filter (backwash) secara berkala dan jadwal pengurasan lumpur endapan setiap satu tahun sekali.</p>
<p>&#8220;Melalui perakitan dan briefing teknis ini, kami ingin memastikan warga memahami prinsip kerja TripikonS secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan hingga cara perawatan rutinnya. Harapannya, teknologi tepat guna yang ramah lingkungan ini dapat dipasang dengan tepat dan nantinya direplikasi secara mandiri oleh masyarakat sekitar,&#8221; terang Akmal sebagai perwakilan Tim KKN-PPM UGM Karangrejo.</p>
<h4>Membangun Keberlanjutan Lingkungan Pesisir Karangrejo</h4>
<p>Bagi mahasiswa KKN-PPM UGM, rangkaian kegiatan perakitan dan briefing teknis Tripikon-S di Kelurahan Karangrejo, Tarakan Barat menjadi ruang nyata untuk menerapkan keilmuan Teknik Sipil ke dalam kondisi riil masyarakat pesisir. Interaksi langsung dengan warga memberikan pengalaman berharga dalam memahami berbagai tantangan geografis serta kebutuhan nyata masyarakat kawasan pesisir.</p>
<p>Sementara itu, bagi masyarakat Karangrejo, hadirnya edukasi dan inovasi teknologi tepat guna ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Dengan tersedianya solusi sanitasi yang tepat untuk wilayah pasang surut, kualitas lingkungan pemukiman pesisir di Kota Tarakan diharapkan dapat terus meningkat, menciptakan pemukiman yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan meskipun masa kegiatan KKN-PPM telah berakhir.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan Program KKN-PPM UGM 2026 di Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan yang secara resmi mengusung misi utama bertajuk &#8220;Mewujudkan Program Kampung Iklim (ProKlim) serta Ketahanan Pangan Berbasis Optimalisasi Sumber Daya Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Desa Berkelanjutan&#8221;.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/inovasi-sanitasi-tepat-guna-kkn-ppm-ugm-solusi-lingkungan-pesisir-berkelanjutan-di-kelurahan-karangrejo-tarakan-barat/">Inovasi Sanitasi Tepat Guna KKN-PPM UGM: Solusi Lingkungan Pesisir Berkelanjutan di Kelurahan Karangrejo, Tarakan Barat</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/inovasi-sanitasi-tepat-guna-kkn-ppm-ugm-solusi-lingkungan-pesisir-berkelanjutan-di-kelurahan-karangrejo-tarakan-barat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKN-PPM UGM: Dari Sampah hingga Energi Surya, Wujudkan Sekolah Adiwiyata yang Berkelanjutan</title>
		<link>https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-dari-sampah-hingga-energi-surya-wujudkan-sekolah-adiwiyata-yang-berkelanjutan/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-dari-sampah-hingga-energi-surya-wujudkan-sekolah-adiwiyata-yang-berkelanjutan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 06:22:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Utomo Boarding School Tarakan]]></category>
		<category><![CDATA[KKN PPM UGM 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Adiwiyata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29931</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalimantan Utara, Jogjakeren.com &#8211; Mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan tidak hanya soal penghijauan, tetapi juga&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-dari-sampah-hingga-energi-surya-wujudkan-sekolah-adiwiyata-yang-berkelanjutan/">KKN-PPM UGM: Dari Sampah hingga Energi Surya, Wujudkan Sekolah Adiwiyata yang Berkelanjutan</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kalimantan Utara, Jogjakeren.com</strong> &#8211; Mewujudkan sekolah yang peduli lingkungan tidak hanya soal penghijauan, tetapi juga kebiasaan sederhana mengelola sampah, menjaga kebersihan, dan mengenal energi terbarukan.</p>
<p>Semangat ini diusung mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II tahun 2026, Aga Maulana di Budi Utomo Boarding School Tarakan, lewat serangkaian program edukasi dan praktik untuk memperkuat budaya sekolah Adiwiyata.</p>
<p>Adapun Program KKN-PPM UGM kali ini bertemakan, &#8220;Mewujudkan Program Kampung Iklim (ProKlim) serta Ketahanan Pangan Berbasis Optimalisasi Sumber Daya Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Desa Berkelanjutan&#8221; di Kelurahan Karang Anyar Pantai dan Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan.&#8221; Dengan dosen pembimbing lapangan, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU.</p>
<figure id="attachment_29953" aria-describedby="caption-attachment-29953" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29953" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-8-300x170.png" alt="KKN PPM UGM" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-8-300x170.png 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-8-200x112.png 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29953" class="wp-caption-text">Mahasiswa KKN-PPM UGM mengedukasi siswa tentang pembuatan eco-enzyme dari sampah sisa buah dan sayuran.</figcaption></figure>
<h4>Mengubah Sampah Menjadi Sesuatu yang Bernilai</h4>
<p>Beberapa mahasiswa KKN-PPM UGM mengedukasi siswa tentang pemilahan sampah berdasarkan jenisnya—organik, anorganik, dan B3—lengkap dengan pengenalan tempat sampah terpilah agar siswa terbiasa membuang sampah sesuai jenisnya.</p>
<p>Sampah anorganik yang masih bernilai guna diolah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi, sementara sisa buah dan sayuran dari aktivitas sekolah dimanfaatkan lewat pembuatan eco-enzyme sebagai cara mengurangi sampah sekaligus menghasilkan produk yang bisa dipakai kembali.</p>
<h4>Membiasakan Hidup Bersih dan Sehat</h4>
<p>Selain pengelolaan sampah, mahasiswa juga memberikan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mulai dari mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan sekolah, hingga menerapkan pola hidup sehat sehari-hari, agar semangat Adiwiyata juga tercermin dari perilaku warga sekolah, bukan hanya dari lingkungan yang bersih dan hijau.</p>
<figure id="attachment_29952" aria-describedby="caption-attachment-29952" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29952" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-6-300x170.png" alt="KKN PPM UGM" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-6-300x170.png 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-6-200x112.png 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29952" class="wp-caption-text">Siswa diperkenalkan energi terbarukan melalui panel surya.</figcaption></figure>
<h4>Mengenal Energi Surya sebagai Energi Alternatif</h4>
<p>Siswa juga diperkenalkan pada energi terbarukan melalui panel surya, lengkap dengan demonstrasi sederhana yang memperlihatkan bagaimana energi matahari diubah menjadi listrik—sekaligus memahami pentingnya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.</p>
<p>Semangat Adiwiyata turut diwujudkan lewat penghijauan lingkungan sekolah. Para mahasiswa bersama siswa melakukan penanaman bibit mangga dan rambutan untuk menjaga lingkungan sekaligus menambah ruang hijau sekolah.</p>
<p>Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana: memilah sampah, mengolah limbah organik dan anorganik, menerapkan PHBS, mengenal energi surya, hingga menanam pohon.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-dari-sampah-hingga-energi-surya-wujudkan-sekolah-adiwiyata-yang-berkelanjutan/">KKN-PPM UGM: Dari Sampah hingga Energi Surya, Wujudkan Sekolah Adiwiyata yang Berkelanjutan</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-dari-sampah-hingga-energi-surya-wujudkan-sekolah-adiwiyata-yang-berkelanjutan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKN-PPM UGM Sulap Ember Jadi Sumber Pangan Warga Karang Anyar Pantai</title>
		<link>https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-sulap-ember-jadi-sumber-pangan-warga-karang-anyar-pantai/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-sulap-ember-jadi-sumber-pangan-warga-karang-anyar-pantai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 06:13:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Budikdamber KKN PPM UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Budikdamber Lele Kangkung]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Tarakan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Karang Anyar Pantai]]></category>
		<category><![CDATA[KKN PPM UGM 2026]]></category>
		<category><![CDATA[KKN PPM UGM Menggala Juwata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29927</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalimantan Utara, Jogjakeren.com &#8211; Dari satu ember, bisa lahir ikan, sayuran, dan solusi pengelolaan limbah&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-sulap-ember-jadi-sumber-pangan-warga-karang-anyar-pantai/">KKN-PPM UGM Sulap Ember Jadi Sumber Pangan Warga Karang Anyar Pantai</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kalimantan Utara, Jogjakeren.com</strong> &#8211; Dari satu ember, bisa lahir ikan, sayuran, dan solusi pengelolaan limbah sekaligus. Gagasan sederhana namun berdampak ini diwujudkan oleh mahasiswa KKN-PPM UGM Menggala Juwata, Ainun Ulfa Polanunu di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara.</p>
<p>Lewat program yang memadukan budidaya ikan lele dan tanaman kangkung, mahasiswa KKN-PPM UGM memperkenalkan budikdamber (budidaya ikan dalam ember) kepada warga sebagai alternatif budidaya pangan yang cocok diterapkan meski lahan terbatas.</p>
<p>Program ini tidak berhenti pada urusan panen semata, tetapi juga menyentuh pemanfaatan limbah budidaya dan pemantauan kualitas air.</p>
<p>Upaya ini merupakan bagian dari Program Kampung Iklim (ProKlim) dan ketahanan pangan berbasis optimalisasi sumber daya lokal dengan dosen pembimbing lapangan UGM, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. Programnya berbasis pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan desa berkelanjutan di Kelurahan Karang Anyar Pantai dan Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat, Kota Tarakan.</p>
<figure id="attachment_29949" aria-describedby="caption-attachment-29949" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29949" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-2-300x170.png" alt="KKN PPM UGM" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-2-300x170.png 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-2-200x112.png 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29949" class="wp-caption-text">Mahasiswa KKN-PPM UGM bersama masyarakat di Kelurahan Karang Anyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara.</figcaption></figure>
<h4>Satu Ember, Dua Sumber Pangan</h4>
<p>Kegiatan diawali dengan sosialisasi dan praktik budikdamber, yaitu pemeliharaan ikan lele dalam ember dengan kangkung yang ditanam di bagian atasnya.</p>
<p>Sistem ini memungkinkan masyarakat menghasilkan sumber protein hewani dan sayuran dalam satu wadah, sehingga sesuai diterapkan pada lahan terbatas.</p>
<h4>Limbah Lele Menjadi Pupuk</h4>
<p>Air limbah dari budidaya lele dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik cair (POC) dengan penambahan EM4 untuk membantu proses penguraian bahan organik. POC kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga limbah budidaya tidak terbuang dan dapat kembali dimanfaatkan.</p>
<h4>Pemantauan Kualitas Air</h4>
<p>Untuk mendukung pemeliharaan lele, diperkenalkan BUDIMON (Budikdamber Monitoring), yaitu alat sederhana untuk memantau pH dan kekeruhan air yang hasilnya dapat diakses melalui telepon seluler. Alat ini membantu masyarakat memantau kondisi air secara praktis dan mandiri.</p>
<p>Rangkaian kegiatan ini mengintegrasikan budidaya lele–kangkung, pemanfaatan limbah menjadi POC, serta pemantauan kualitas air sebagai upaya sederhana mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan di Karang Anyar Pantai.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-sulap-ember-jadi-sumber-pangan-warga-karang-anyar-pantai/">KKN-PPM UGM Sulap Ember Jadi Sumber Pangan Warga Karang Anyar Pantai</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/kkn-ppm-ugm-sulap-ember-jadi-sumber-pangan-warga-karang-anyar-pantai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gugus Depan Ramah Lingkungan Didorong Jadi Laboratorium Solusi Ekologi Pramuka</title>
		<link>https://jogjakeren.com/gugus-depan-ramah-lingkungan-didorong-jadi-laboratorium-solusi-ekologi-pramuka/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/gugus-depan-ramah-lingkungan-didorong-jadi-laboratorium-solusi-ekologi-pramuka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 15:43:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Agustinus Ruruh Haryata]]></category>
		<category><![CDATA[Gugus Depan Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kwarda DIY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29943</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, Jogjakeren.com &#8211; Gugus depan didorong tidak hanya menjadi tempat peserta didik belajar kepramukaan, tetapi&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/gugus-depan-ramah-lingkungan-didorong-jadi-laboratorium-solusi-ekologi-pramuka/">Gugus Depan Ramah Lingkungan Didorong Jadi Laboratorium Solusi Ekologi Pramuka</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta, Jogjakeren.com</strong> &#8211; Gugus depan didorong tidak hanya menjadi tempat peserta didik belajar kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang praktik untuk menemukan solusi sederhana terhadap persoalan lingkungan. Konsep tersebut menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Andalan Daerah Urusan Lingkungan Hidup (Andu LH) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY), Agustinus Ruruh Haryata, dalam Bimbingan Teknis Gugus Depan Ramah Lingkungan 2026.</p>
<p>Bimtek tersebut digelar Kwarda DIY di Aula Sekretariat Kwarda DIY, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan diikuti unsur pembina pramuka dan Andalan Cabang Urusan Lingkungan Hidup (Ancu LH) untuk memperkuat penerapan program Gugus Depan Ramah Lingkungan di satuan pendidikan kepramukaan.</p>
<p>Ruruh mengatakan persoalan lingkungan seharusnya tidak selalu direspons dengan program besar yang membutuhkan biaya tinggi. Menurutnya, gugus depan dapat memulai dari praktik sederhana yang dekat dengan kehidupan peserta didik, kemudian menjadikannya kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.</p>
<p>“Hal-hal yang kita terapkan harus praktis, mudah kita terapkan, dan merupakan bagian dari keseharian kita. Tidak perlu hal-hal yang mahal, tetapi memanfaatkan sumber daya yang ada,” ujar Ruruh.</p>
<p>Ia mencontohkan pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam hingga budidaya ikan dalam ember. Praktik sederhana tersebut, menurutnya, dapat menjadi sarana pendidikan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan.</p>
<p>Pendekatan tersebut penting karena persoalan lingkungan di DIY semakin beragam. Selain kerusakan dan pencemaran lingkungan, masyarakat menghadapi persoalan sampah serta berbagai ancaman bencana, mulai dari gempa bumi, erupsi Gunung Merapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>Ruruh yang juga Kepala Pelaksana BPBD DIY tersebut menilai pendidikan lingkungan perlu diarahkan agar peserta didik memahami hubungan antara perilaku sehari-hari dengan risiko lingkungan. Dengan begitu, kepedulian tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kemampuan mengambil tindakan.</p>
<p>“Lingkungan hidup ini merupakan faktor utama keberlanjutan kehidupan manusia. Pengelolaan lingkungan hidup yang tepat akan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” katanya.</p>
<p>Menurut Ruruh, Gugus Depan Ramah Lingkungan dapat menjadi ruang untuk mengintegrasikan berbagai materi praktis, seperti pengelolaan sampah dengan prinsip 3R, penghematan dan konservasi air, efisiensi energi, konsumsi ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon, pola hidup sehat, serta pelestarian keanekaragaman hayati.</p>
<figure id="attachment_29944" aria-describedby="caption-attachment-29944" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-29944 size-large" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Kwarda-DIY-Kak-Ruruh-2-300x170.jpeg" alt="Gugus Depan Ramah Lingkungan" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Kwarda-DIY-Kak-Ruruh-2-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Kwarda-DIY-Kak-Ruruh-2-200x112.jpeg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29944" class="wp-caption-text">Bimtek Gugus Depan Ramah Lingkungan 2026 diikuti unsur pembina pramuka dan Andalan Cabang Urusan Lingkungan Hidup (Ancu LH) untuk memperkuat penerapan program Gugus Depan Ramah Lingkungan di satuan pendidikan kepramukaan.</figcaption></figure>
<p>Ia menekankan, program tersebut juga tidak dapat berjalan sendiri. Gugus depan perlu membangun kemitraan dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, maupun lembaga pendidikan agar praktik baik yang dilakukan dapat berkembang di luar lingkungan Pramuka.</p>
<p>“Lingkungan hidup ini harus kita jaga, tetapi didasarkan pada kearifan lokal di lokasi masing-masing. Ini yang ke depan harus kita kembangkan lebih jauh,” ujarnya.</p>
<p>Ruruh yang didampingi pula oleh Atus Syahbudin Andu LH Kwarda DIY, juga mengajak peserta belajar dari berbagai inisiatif masyarakat yang telah mengembangkan konservasi berbasis komunitas. Di antaranya perlindungan burung melalui kelompok masyarakat, penanaman bambu untuk mengurangi risiko longsor, serta penanaman tanaman buah di kawasan habitat satwa.</p>
<p>Menurutnya, berbagai praktik tersebut menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dimulai dari persoalan yang ada di sekitar masyarakat. Pramuka kemudian dapat mengambil peran dengan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses pendidikan dan pengabdian masyarakat.</p>
<p>Untuk menjaga keberlanjutan, Ruruh menyebut Gugus Depan Ramah Lingkungan perlu memiliki kebijakan internal, komitmen dan aturan, kemitraan serta partisipasi, sarana prasarana, serta dokumentasi dan komunikasi. Unsur tersebut perlu diterjemahkan ke dalam visi-misi, rencana kegiatan, dukungan anggaran, aturan pendukung, dan peningkatan kapasitas pembina maupun anggota.</p>
<p>Dalam Bimtek Gudep Ramling 2026, peserta juga mendapatkan panduan program dan petunjuk teknis penerapan Gugus Depan Ramah Lingkungan. Mereka mengikuti Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas penguatan program, sinergi dengan Adiwiyata, serta penyusunan rencana tindak lanjut.</p>
<p>Ruruh berharap Gugus Depan Ramah Lingkungan nantinya tidak sekadar menghasilkan kegiatan seremonial. Menurutnya, keberhasilan program justru dapat dilihat dari perubahan perilaku anggota dan munculnya praktik lingkungan yang terus dilakukan meski tanpa dorongan dari luar.</p>
<p>“Yang paling penting adalah bagaimana kebiasaan ramah lingkungan itu terinternalisasi dalam kehidupan kita. Kalau sudah menjadi kebiasaan, gugus depan tidak hanya mengajarkan lingkungan, tetapi ikut membangun budaya masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Atus Syahbudin menekankan bahwa perubahan perilaku ramah lingkungan berawal dari para pembina pramuka dan Ancu LH, diperkuat lagi oleh kehadiran ketokohan lokal dan kemitraan para pihak.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/gugus-depan-ramah-lingkungan-didorong-jadi-laboratorium-solusi-ekologi-pramuka/">Gugus Depan Ramah Lingkungan Didorong Jadi Laboratorium Solusi Ekologi Pramuka</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/gugus-depan-ramah-lingkungan-didorong-jadi-laboratorium-solusi-ekologi-pramuka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kwarda DIY Dorong Pramuka Tanamkan Budaya Ramah Lingkungan Sejak Usia Penggalang</title>
		<link>https://jogjakeren.com/kwarda-diy-dorong-pramuka-tanamkan-budaya-ramah-lingkungan-sejak-usia-penggalang/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/kwarda-diy-dorong-pramuka-tanamkan-budaya-ramah-lingkungan-sejak-usia-penggalang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 15:24:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Gugus Depan Ramah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Kanjeng Noto]]></category>
		<category><![CDATA[KPH Notonegoro]]></category>
		<category><![CDATA[Kwarda DIY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29939</guid>

					<description><![CDATA[<p>Yogyakarta, Jogjakeren.com &#8211; Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) mendorong gugus depan menjadi&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/kwarda-diy-dorong-pramuka-tanamkan-budaya-ramah-lingkungan-sejak-usia-penggalang/">Kwarda DIY Dorong Pramuka Tanamkan Budaya Ramah Lingkungan Sejak Usia Penggalang</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Yogyakarta, Jogjakeren.com </strong>&#8211; Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) mendorong gugus depan menjadi ruang pembentukan budaya ramah lingkungan sejak usia dini. Kalangan penggalang dinilai menjadi kelompok yang tepat untuk mulai dibekali pemahaman sekaligus pembiasaan menjaga lingkungan karena berada pada fase aktif belajar, berorganisasi, dan bermasyarakat.</p>
<p>Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Lingkungan Hidup Kwarda DIY, KPH Notonegoro atau Kanjeng Noto, dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Gugus Depan Ramah Lingkungan 2026 di Aula Sekretariat Kwarda DIY, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti unsur pembina Pramuka dan Andalan Cabang urusan lingkungan hidup.</p>
<p>Kanjeng Noto mengatakan usia penggalang merupakan momentum yang tepat untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Pada fase tersebut, peserta didik masih aktif mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan sehingga nilai-nilai lingkungan lebih mudah dibentuk melalui pengalaman dan pembiasaan.</p>
<p>“Penggalang itu betul-betul waktunya kita terus aktif sebagai Pramuka. Di situlah waktu yang sangat tepat untuk mulai mengenalkan masalah lingkungan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menilai pendidikan lingkungan tidak cukup dilakukan melalui larangan atau instruksi. Perubahan perilaku membutuhkan pemahaman dan pembiasaan agar peserta didik mampu menerapkan prinsip ramah lingkungan secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>“Kalau sekadar instruksi itu tidak cukup. Kita harus memberikan pemahaman, karena manusia tidak bisa hanya diarahkan dengan larangan,” katanya.</p>
<figure id="attachment_29940" aria-describedby="caption-attachment-29940" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29940" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Kwarda-DIY-KPH-Noto-2-300x170.jpeg" alt="Kwarda DIY" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Kwarda-DIY-KPH-Noto-2-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Kwarda-DIY-KPH-Noto-2-200x112.jpeg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29940" class="wp-caption-text">Bimbingan Teknis (Bimtek) Gugus Depan Ramah Lingkungan 2026 dilaksanakan di Aula Sekretariat Kwarda DIY, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna, Babarsari, Sabtu (29/8/2026).</figcaption></figure>
<p>Menurut Kanjeng Noto, persoalan lingkungan kerap bermula dari kebiasaan yang dianggap sepele, seperti penggunaan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah yang kurang baik, hingga kelalaian menggunakan peralatan listrik. Apabila tidak dibarengi kesadaran dan kehati-hatian, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi persoalan lingkungan yang lebih besar.</p>
<p>Kondisi tersebut semakin penting diperhatikan di tengah beragam risiko bencana di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain ancaman erupsi Gunung Merapi dan gempa bumi, masyarakat juga menghadapi potensi banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, serta kebakaran hutan dan lahan.</p>
<p>Karena itu, pendidikan lingkungan perlu diarahkan pada tiga tahap, yakni memahami, membentuk sikap, dan membiasakan tindakan ramah lingkungan. Pola tersebut diharapkan membuat kepedulian lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi menjadi perilaku sehari-hari peserta didik.</p>
<p>“Yang kami harapkan hari ini adalah peserta didik memahami terlebih dahulu, kemudian kita lihat bagaimana sikapnya. Setelah itu, kebiasaan tersebut bisa terus berkembang,” ujarnya.</p>
<p>Kanjeng Noto juga mendorong para pembina dan peserta kegiatan menjadi figur penggerak di lingkungan masing-masing. Menurutnya, gugus depan tidak harus langsung membuat program besar atau menyediakan banyak sarana, tetapi dapat memulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Hal tersebut juga menjadi salah satu penekanan Kwarda DIY dalam Bimtek Gudep Ramling 2026.</p>
<p>“Kakak-kakak yang hari ini ada di sini, bisa tidak menjadi pionir? Yang kita harapkan, hari ini kita mulai suatu proses yang terus bergulir dan menyebar,” katanya.</p>
<p>Dalam Bimtek Gudep Ramah Lingkungan 2026, peserta mendapatkan materi mengenai peran lingkungan hidup, panduan Program Gugus Depan Ramah Lingkungan, serta petunjuk teknis penerapannya. Peserta juga mengikuti diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) mengenai penguatan gugus depan ramah lingkungan, sinergi dengan program Adiwiyata, dan penyusunan rencana tindak lanjut.</p>
<p>Menurut Kanjeng Noto, perubahan perilaku lingkungan memang membutuhkan proses panjang dan konsisten. Karena itu, upaya membangun budaya ramah lingkungan perlu dimulai dari pendidikan kepramukaan agar kebiasaan tersebut tertanam sejak dini dan dapat dibawa peserta didik ke keluarga maupun masyarakat.</p>
<p>“Kalau kita tidak mengambil langkah pertama, kita tidak akan sampai ke tujuan. Karena itu, proses ini harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.</p>
<p>Melalui penguatan gugus depan ramah lingkungan, Kwarda DIY berharap pendidikan kepramukaan tidak hanya membentuk karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Gugus depan diharapkan menjadi wadah pembelajaran yang mendorong lahirnya kebiasaan ramah lingkungan dan gerakan nyata di tengah masyarakat.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/kwarda-diy-dorong-pramuka-tanamkan-budaya-ramah-lingkungan-sejak-usia-penggalang/">Kwarda DIY Dorong Pramuka Tanamkan Budaya Ramah Lingkungan Sejak Usia Penggalang</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/kwarda-diy-dorong-pramuka-tanamkan-budaya-ramah-lingkungan-sejak-usia-penggalang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tagana Gandeng Pramuka Regenerasi Kader Kampung Siaga Bencana di Dlingo</title>
		<link>https://jogjakeren.com/tagana-gandeng-pramuka-regenerasi-kader-kampung-siaga-bencana-di-dlingo/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/tagana-gandeng-pramuka-regenerasi-kader-kampung-siaga-bencana-di-dlingo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 15:03:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Sosial DIY]]></category>
		<category><![CDATA[KSB DIY]]></category>
		<category><![CDATA[KSB Dlingo]]></category>
		<category><![CDATA[KSB Muntuk]]></category>
		<category><![CDATA[KSB Pramuka]]></category>
		<category><![CDATA[Tagana]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29934</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bantul, Jogjakeren.com &#8211; Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong regenerasi Kampung Siaga Bencana (KSB) dengan&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/tagana-gandeng-pramuka-regenerasi-kader-kampung-siaga-bencana-di-dlingo/">Tagana Gandeng Pramuka Regenerasi Kader Kampung Siaga Bencana di Dlingo</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bantul, Jogjakeren.com </strong>&#8211; Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong regenerasi Kampung Siaga Bencana (KSB) dengan melibatkan generasi muda melalui program Tagana Masuk Komunitas (TMK). Kegiatan kaderisasi KSB melalui keanggotaan Pramuka tersebut digelar di Pendopo Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, Minggu (23/8/2026).</p>
<p>Sebanyak 40 siswa anggota Pramuka dari SMAN 1 Dlingo, SMKN 1 Dlingo, dan SMA Pembangunan Dlingo mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai KSB, kesiapsiagaan bencana, Psychological First Aid (PFA), hingga praktik tugas dalam sejumlah divisi KSB.</p>
<p>Kepala Dinas Sosial DIY yang diwakili Kepala Bidang Perlindungan Sosial, Sigit Alifianto, mengatakan kaderisasi menjadi kebutuhan penting agar keberlanjutan organisasi dan komunitas tetap terjaga. Menurutnya, tantangan zaman dan keterbatasan dukungan anggaran membutuhkan kreativitas serta kolaborasi agar proses regenerasi tetap berjalan.</p>
<figure id="attachment_29936" aria-describedby="caption-attachment-29936" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29936" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Tagana-Pramuka-2-300x170.jpeg" alt="Kampung Siaga Bencana" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Tagana-Pramuka-2-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Tagana-Pramuka-2-200x112.jpeg 200w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Tagana-Pramuka-2-768x432.jpeg 768w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Tagana-Pramuka-2-1536x864.jpeg 1536w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Tagana-Pramuka-2.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29936" class="wp-caption-text">Kegiatan diikuti 40 siswa anggota Pramuka dari SMAN 1 Dlingo, SMKN 1 Dlingo, dan SMA Pembangunan Dlingo.</figcaption></figure>
<p>“Kaderisasi menjadi kebutuhan penting bagi hampir seluruh organisasi. Karena itu, diperlukan cara dan pendekatan khusus agar proses regenerasi tetap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,” ujar Sigit.</p>
<p>Ia berharap para peserta tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan, tetapi mampu mengambil tanggung jawab sosial dengan terlibat dalam pengembangan KSB di wilayah masing-masing. KSB Jatimulyo dan KSB Muntuk juga diharapkan membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar dan terlibat langsung dalam kesiapsiagaan serta penanggulangan bencana.</p>
<p>Panewu Dlingo, Marji Hidayat, menyambut baik pelibatan anggota Pramuka dalam kaderisasi KSB. Menurutnya, wilayah Dlingo yang terdiri atas enam kalurahan memiliki potensi sumber daya manusia yang dapat diperkuat untuk menghadapi berbagai ancaman bencana.</p>
<p>“Dalam setiap kejadian, kecepatan penanganan sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia dan soliditas tim. Karena itu, generasi muda, khususnya anggota Pramuka, diharapkan segera bergabung, belajar, dan mengambil peran dalam kegiatan kebencanaan di wilayahnya,” katanya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai sejarah, fungsi, dan tata kelola KSB dari FK Tim KSB DIY Sunyoto. Peserta juga mempelajari kepramukaan dan kesiapsiagaan bencana bersama KPH Notonegoro serta Psychological First Aid dalam layanan dukungan psikososial dari Agus Maksum.</p>
<p>Pembekalan kemudian dilanjutkan secara paralel berdasarkan divisi KSB, meliputi keposkoan, shelter, logistik, dan dapur umum. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pembagian tugas, koordinasi, komunikasi, hingga pemenuhan kebutuhan penyintas ketika terjadi bencana.</p>
<figure id="attachment_29935" aria-describedby="caption-attachment-29935" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29935" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Tagana-Pramuka-3-300x170.jpeg" alt="Kampung Siaga Bencana" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Tagana-Pramuka-3-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/08/Tagana-Pramuka-3-200x112.jpeg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29935" class="wp-caption-text">Peserta diajarkan praktik dalam materi Kampung Siaga Bencana.</figcaption></figure>
<p>Ketua KSB Jatimulyo sekaligus FK Tim KSB DIY, Sunyoto, menyambut para peserta yang menyatakan kesiapan bergabung sebagai kader KSB. Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara peserta dengan pengurus KSB dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan.</p>
<p>Ketua KSB Muntuk, Dlingo, Timotius Suyadi, mengapresiasi antusiasme 40 siswa yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Ia menilai kaderisasi melalui keanggotaan Pramuka dapat menjadi terobosan untuk memperkuat regenerasi KSB.</p>
<p>“Kegiatan kaderisasi melalui keanggotaan Pramuka ini diharapkan menjadi terobosan yang dapat dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan yang turut dihadiri Lurah Jatimulyo Mukidi, Kwartir Ranting Dlingo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas Sosial Kabupaten Bantul, FK Tagana DIY, FK Tim KSB DIY, serta perwakilan KSB Jatimulyo dan KSB Muntuk itu ditutup dengan penguatan komitmen peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah, keluarga, dan masyarakat.</p>
<p>Melalui kolaborasi Tagana, Pramuka, pemerintah kalurahan, sekolah, KSB, dan masyarakat, kaderisasi tersebut diharapkan dapat memperluas basis relawan kebencanaan sekaligus membangun budaya sadar dan tanggap bencana sejak kalangan generasi muda.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/tagana-gandeng-pramuka-regenerasi-kader-kampung-siaga-bencana-di-dlingo/">Tagana Gandeng Pramuka Regenerasi Kader Kampung Siaga Bencana di Dlingo</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/tagana-gandeng-pramuka-regenerasi-kader-kampung-siaga-bencana-di-dlingo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebiasaan Memarahi Anak Berdampak Negatif pada Perkembangan Otak Anak</title>
		<link>https://jogjakeren.com/kebiasaan-memarahi-anak-berdampak-negatif-pada-perkembangan-otak-anak/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/kebiasaan-memarahi-anak-berdampak-negatif-pada-perkembangan-otak-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 14:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Mengontrol Emosi Pada Anak]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengontrol emosi sebagai orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Memarahi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kebiasaan Memarahi Anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29924</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjakeren.com &#8211; &#8220;Kamu jangan ribuuttt!!! Diaaammmmm!!!&#8221; Seru seorang ibu pada anaknya sambil mendorong pipi anaknya&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/kebiasaan-memarahi-anak-berdampak-negatif-pada-perkembangan-otak-anak/">Kebiasaan Memarahi Anak Berdampak Negatif pada Perkembangan Otak Anak</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjakeren.com</strong> &#8211; <em>&#8220;Kamu jangan ribuuttt!!! Diaaammmmm!!!&#8221;</em></p>
<p>Seru seorang ibu pada anaknya sambil mendorong pipi anaknya dengan kasar. Seketika itu juga, si anak menangis dengan kerasnya.</p>
<p>Banyak orang tua yang memarahi anaknya dengan emosional. Mereka tidak menyadari bahwa tindakan tersebut berdampak negatif bagi perkembangan otak anak karena kemarahan menjadi salah satu penyebab terciptanya toksik dalam keluarga.</p>
<p>Padahal, lingkungan toksik yang diakibatkan oleh stres, konflik keluarga, bahkan kemarahan orang tua dapat membunuh sel-sel otak dengan memacu produksi hormon stres (kortisol) pada otak anak.</p>
<p>Kortisol dapat mengakibatkan kematian sel saraf otak sehingga menurunkan jumlah sambungan antar sel saraf di otak, yang kemudian berakibat menurunkan kemampuan belajar anak.</p>
<p>Selain itu, anak dari orang tua pemarah cenderung memiliki sifat antara lain lebih agresif dan tidak menurut, kurang menunjukkan empati, sulit beradaptasi, membandel, dan mengalami kesulitan sampai masa dewasa, termasuk depresi, dikucilkan, menyiksa pasangan, serta prestasi karir dan finansial rendah.</p>
<p>Karena itu, orang tua harus mencari cara untuk mengatur kemarahannya. Termasuk mencari pertolongan ahli jika perlu. Biasanya, alasan utama kemarahan orang tua terhadap anak adalah karena si anak tidak menuruti tuntutan dan kemauan orang tua.</p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami apakah tuntutan atau kemauannya sudah sesuai dengan tahap perkembangan anak. Selain itu, mempelajari kepribadian anak juga akan mempermudah orang tua memahami reaksi anak terhadap perkataan dan permintaan orang tua.</p>
<p>Belajar mengatasi kemarahan dengan cara yang sehat akan membawa hasil yang signifikan dalam keluarga. Orang tua akan lebih kalem dalam berinteraksi dengan anak. Hal ini membantu anak dalam pengembangan emosinya.</p>
<p>Selain itu, orang tua pun bisa menjadi contoh yang baik dalam mengatasi kemarahan. Dengan demikian, siklus budaya marah dalam keluarga bisa diputus dan tidak perlu berlanjut ke generasi berikutnya.</p>
<p>Membentak atau memarahi anak memang sering kali terjadi saat orang tua berada di titik lelah. Yang paling penting adalah bagaimana kita merespons dan memperbaiki hubungan (<em>repairing the bond</em>) setelah emosi mereda.</p>
<p>Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:</p>
<p>1. Tenangkan Diri Terlebih Dahulu</p>
<p>Jangan langsung menghampiri anak jika emosi masih tersisa. Ambil napas dalam-dalam, minum air putih, dan pastikan pikiran anda sudah jernih agar tidak mengulangi ledakan emosi.</p>
<p>2. Turunkan Posisi Tubuh dan Duduk Berdampingan</p>
<p>Hampiri anak dengan posisi tubuh sejajar (sejajar mata atau duduk di sampingnya). Hindari berbicara sambil berdiri menatap ke bawah karena membuat Anda terlihat intimidatif.</p>
<p>3. Akui Kesalahan dan Minta Maaf secara Tulus</p>
<p>Sampaikan permintaan maaf secara spesifik atas  tindakan memarahi/membentak, bukan atas emosi yang anda rasakan.</p>
<p>Contoh: &#8220;Maafkan Ibu/Bapak ya tadi sudah membentak dan bersuara keras. Perbuatan Ibu/Bapak tadi tidak benar.&#8221;</p>
<p>Hindari: &#8220;Maaf ya Ibu bentak, habisnya kamu susah diberi tahu.&#8221; (Ini menyalahkan anak atas emosi orang tua).</p>
<p>4. Jelaskan Emosi Tanpa Menyalahkan Anak</p>
<p>Bantu anak memahami bahwa orang tua juga bisa membuat kesalahan dalam mengelola emosi.</p>
<p>Contoh: &#8220;Tadi Ibu sedang merasa lelah dan pusing, tapi membentak kamu tetap bukan cara yang baik untuk menyampaikan hal itu&#8221;.</p>
<p>5. Validasi Perasaan Anak</p>
<p>Beri ruang bagi anak untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan setelah dibentak.</p>
<p>Contoh: &#8220;Kamu pasti kaget dan takut ya pas Ibu berteriak tadi? Ibu minta maaf ya.&#8221;</p>
<p>6. Berikan Pelukan dan Kontak Fisik (<em>Reconnection</em>)</p>
<p>Jika anak sudah mau didekati, berikan pelukan atau sentuhan hangat untuk mengembalikan rasa aman (<em>psychological safety</em>) mereka.</p>
<p>7. Evaluasi dan Cari Solusi Bersama</p>
<p>Setelah suasana tenang, bicarakan kembali masalah awal yang memicu emosi tadi dengan nada rendah dan fokus pada solusi.</p>
<p>Contoh: &#8220;Lain kali, kalau mainannya belum dibereskan, bagaimana cara kita menyelesaikannya tanpa harus pakai teriak-teriak?&#8221;</p>
<p>Menyadari kesalahan dan mau meminta maaf kepada anak tidak menurunkan wibawa orang tua, melainkan mengajarkan mereka empati, rasa tanggung jawab, dan cara meminta maaf yang benar saat melakukan kesalahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Sumber : buku successful parenting</em><br />
<em>Ditulis ulang oleh Atina Catur Fauziati</em></p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/kebiasaan-memarahi-anak-berdampak-negatif-pada-perkembangan-otak-anak/">Kebiasaan Memarahi Anak Berdampak Negatif pada Perkembangan Otak Anak</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/kebiasaan-memarahi-anak-berdampak-negatif-pada-perkembangan-otak-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
