<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JOGJA KEREN</title>
	<atom:link href="https://jogjakeren.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jogjakeren.com/</link>
	<description>Jogja terbuat dari rindu, pulang dan keindahan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 04:06:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>
	<item>
		<title>Polresta Sleman Gelar Bakti Religi dan Bansos di Masjid Baitulrohman Berbah</title>
		<link>https://jogjakeren.com/polresta-sleman-gelar-bakti-religi-dan-bansos-di-masjid-baitulrohman-berbah/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/polresta-sleman-gelar-bakti-religi-dan-bansos-di-masjid-baitulrohman-berbah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rere]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 04:05:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Baitulrohman Berbah]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta Sleman Gelar Bakti Religi dan Bansos]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Berbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29759</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sleman, Jogjakeren.com – Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sleman melalui Polsek Berbah menggelar kegiatan bakti&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/polresta-sleman-gelar-bakti-religi-dan-bansos-di-masjid-baitulrohman-berbah/">Polresta Sleman Gelar Bakti Religi dan Bansos di Masjid Baitulrohman Berbah</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, Jogjakeren.com</strong> – Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Sleman melalui Polsek Berbah menggelar kegiatan bakti religi dan bantuan sosial di Masjid Baitulrohman, Dusun Kepuh, Kalurahan Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (13/6/2026).</p>
<p>Kegiatan yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat” tersebut dihadiri langsung oleh Kapolsek Berbah, AKP Fitriyanto Heri Nugroho bersama jajaran personel Polsek Berbah. Kehadiran rombongan disambut oleh pengurus dan takmir masjid serta masyarakat setempat.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Polsek Berbah menyerahkan bantuan berupa paket bingkisan dan peralatan kebersihan kepada pihak takmir masjid. &#8220;Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap sarana ibadah sekaligus upaya mempererat hubungan dengan masyarakat,&#8221; ujar AKP Fitriyanto.</p>
<p>Usai penyerahan bantuan, personel kepolisian bersama warga melaksanakan kerja bakti membersihkan area masjid dan lingkungan sekitarnya. Kegiatan gotong-royong tersebut berlangsung dengan penuh kebersamaan dan partisipasi aktif dari seluruh peserta.</p>
<figure id="attachment_29764" aria-describedby="caption-attachment-29764" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-29764 size-large" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/06/Polresta-Sleman-2-300x170.jpeg" alt="Polresta Sleman Gelar Bakti Religi dan Bansos" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/06/Polresta-Sleman-2-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/06/Polresta-Sleman-2-200x112.jpeg 200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29764" class="wp-caption-text">Polsek Berbah juga memasang imbauan kamtibmas di area parkir masjid.</figcaption></figure>
<p>Selain kegiatan kebersihan, Unit Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polsek Berbah juga memasang banner imbauan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di area parkir masjid. Imbauan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga keamanan kendaraan saat beribadah.</p>
<p>Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan dialog santai dan ramah tamah antara jajaran kepolisian, pengurus masjid, dan warga. Suasana akrab yang terjalin diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta membangun sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat.</p>
<p>Kegiatan bakti religi ini melibatkan sejumlah personel Polsek Berbah, di antaranya AKP Waryono, IPTU Eko K., IPDA Harjuno A., IPDA Ridwan, dan IPDA Panji beserta anggota lainnya.</p>
<p>Melalui kegiatan sosial tersebut, Polsek Berbah berharap hubungan kemitraan antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Berbah dan sekitarnya.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/polresta-sleman-gelar-bakti-religi-dan-bansos-di-masjid-baitulrohman-berbah/">Polresta Sleman Gelar Bakti Religi dan Bansos di Masjid Baitulrohman Berbah</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/polresta-sleman-gelar-bakti-religi-dan-bansos-di-masjid-baitulrohman-berbah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunakan Sistem Hybrid, SMA Insan Mulia Boarding School Mulai Asesmen Sumatif Genap</title>
		<link>https://jogjakeren.com/gunakan-sistem-hybrid-sma-insan-mulia-boarding-school-mulai-asesmen-sumatif-genap/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/gunakan-sistem-hybrid-sma-insan-mulia-boarding-school-mulai-asesmen-sumatif-genap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 04:42:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Asesmen Sumatif Genap SMA IMBS Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa IMBS Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[SMA IMBS Jogja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29749</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sleman, Jogjakeren.com &#8211; SMA Insan Mulia Boarding School memulai pelaksanaan Asesmen Sumatif Genap Tahun Ajaran&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/gunakan-sistem-hybrid-sma-insan-mulia-boarding-school-mulai-asesmen-sumatif-genap/">Gunakan Sistem Hybrid, SMA Insan Mulia Boarding School Mulai Asesmen Sumatif Genap</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Sleman, Jogjakeren.com </b>&#8211; SMA Insan Mulia Boarding School memulai pelaksanaan Asesmen Sumatif Genap Tahun Ajaran 2025/2026 dengan menerapkan sistem hybrid yang memungkinkan seluruh siswa mengikuti ujian sesuai kondisi masing-masing. Pada hari pertama, mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN), Rabu (3/6/2026).</p>
<p>Kepala SMA Insan Mulia Boarding School, Syaifulloh Ibnu Mukmin, menegaskan bahwa penerapan sistem hybrid merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh peserta didik.</p>
<p>“Semua anak terfasilitasi dengan baik di sini. Bagi siswa yang benar-benar tidak memiliki gawai pribadi, sekolah telah mengondisikan dan memfasilitasi mereka untuk menempuh ujian menggunakan komputer sekolah di laboratorium komputer,” ujarnya.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, mayoritas siswa mengerjakan ujian menggunakan gawai pribadi melalui platform pendidikan Geschool. Untuk menjaga kualitas evaluasi pembelajaran, sekolah membagi asesmen menjadi dua sesi, yakni pilihan ganda berbasis digital dan esai yang tetap dipertahankan guna mengukur kemampuan berpikir kritis serta daya analisis siswa.</p>
<figure id="attachment_29750" aria-describedby="caption-attachment-29750" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-29750 size-large" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/06/SMA-IMBS-Hybrid-e1780461698929-300x170.jpeg" alt="SMA Insan Mulia Boarding School" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/06/SMA-IMBS-Hybrid-e1780461698929-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/06/SMA-IMBS-Hybrid-e1780461698929-200x112.jpeg 200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29750" class="wp-caption-text">Siswa mengerjakan soal menggunakan gawai atau smartphone pribadi mereka masing-masing dari dalam ruang kelas.</figcaption></figure>
<p>Meski sempat terjadi kendala teknis pada awal pelaksanaan, panitia guru bergerak cepat melakukan penyesuaian sehingga proses ujian kembali berjalan normal. Pengaturan waktu yang fleksibel memastikan seluruh peserta tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam menyelesaikan soal.</p>
<p>Syaifulloh menambahkan, penerapan sistem hybrid juga menjangkau siswa yang sedang menjalani perawatan kesehatan di rumah maupun fasilitas medis. &#8220;Mereka tetap dapat mengikuti asesmen secara daring tanpa harus kehilangan hak untuk mengikuti evaluasi akademik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk menjaga integritas ujian jarak jauh, sekolah menerapkan sistem pengawasan berbasis teknologi proctoring digital. Sistem tersebut dirancang untuk memastikan pelaksanaan asesmen berlangsung objektif dan sesuai standar pengawasan yang ketat.</p>
<p>Berkat kesiapan panitia dan dukungan teknologi yang digunakan, pelaksanaan hari pertama Asesmen Sumatif Genap berjalan tertib dan lancar. Sekolah berharap model evaluasi berbasis hybrid ini dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi pendidikan yang tetap mengedepankan keadilan, aksesibilitas, dan mutu akademik bagi seluruh siswa.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/gunakan-sistem-hybrid-sma-insan-mulia-boarding-school-mulai-asesmen-sumatif-genap/">Gunakan Sistem Hybrid, SMA Insan Mulia Boarding School Mulai Asesmen Sumatif Genap</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/gunakan-sistem-hybrid-sma-insan-mulia-boarding-school-mulai-asesmen-sumatif-genap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Anemia Remaja, Puskesmas Ngaglik Ajak Siswi IMBS Minum TTD Bersama</title>
		<link>https://jogjakeren.com/cegah-anemia-remaja-puskesmas-ngaglik-ajak-siswi-imbs-minum-ttd-bersama/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/cegah-anemia-remaja-puskesmas-ngaglik-ajak-siswi-imbs-minum-ttd-bersama/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 09:36:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Ngaglik]]></category>
		<category><![CDATA[SMA IMBS]]></category>
		<category><![CDATA[SMA IMBS Yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[TTD SMA IMBS Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29741</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sleman, Jogjakeren.com &#8211; Puskesmas Ngaglik terus menggencarkan program pencegahan anemia pada remaja putri melalui kegiatan&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/cegah-anemia-remaja-puskesmas-ngaglik-ajak-siswi-imbs-minum-ttd-bersama/">Cegah Anemia Remaja, Puskesmas Ngaglik Ajak Siswi IMBS Minum TTD Bersama</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="109" data-end="333"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal"><strong>Sleman, Jogjakeren.com</strong> &#8211; Puskesmas Ngaglik</span></span> terus menggencarkan program pencegahan anemia pada remaja putri melalui kegiatan minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama di SMA <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Insan Mulia Boarding School (IMBS)</span></span>, Selasa (12/5/2026).</p>
<p data-start="335" data-end="605">Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kesehatan remaja yang dijalankan Puskesmas Ngaglik bekerja sama dengan sekolah untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini, khususnya bagi remaja putri yang rentan mengalami <a href="https://jogjakeren.com/cara-membuat-tumis-kangkung-yang-lezat-segar-dan-mudah/">kekurangan zat besi</a>.</p>
<p data-start="607" data-end="766">Program itu mendapat respons positif dari siswa maupun guru karena dinilai membantu menjaga stamina, daya tahan tubuh, hingga meningkatkan konsentrasi belajar.</p>
<p data-start="768" data-end="1031">Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan anggota ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) sekolah. Mereka mendampingi proses pembagian dan konsumsi tablet tambah darah di setiap kelas, sekaligus memastikan para siswi tetap dalam kondisi aman setelah mengonsumsinya.</p>
<p data-start="1033" data-end="1186">Pembina PMR IMBS Yogyakarta, Emilia Fatwarestu, mengatakan anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya kesehatan dan produktivitas belajar.</p>
<p data-start="1188" data-end="1407">“Anemia bisa menyebabkan tubuh mudah lelah, pucat, sulit berkonsentrasi, hingga menurunkan produktivitas belajar. Karena itu, konsumsi tablet tambah darah penting untuk membantu menjaga kesehatan remaja putri,” ujarnya.</p>
<p data-start="1409" data-end="1638">Ia menjelaskan, konsumsi TTD secara rutin memiliki berbagai manfaat, seperti membantu mencegah anemia, menjaga energi tubuh, meningkatkan fokus belajar, mendukung pertumbuhan remaja, serta menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.</p>
<p data-start="1640" data-end="1912">Dalam pelaksanaannya, sejumlah siswi mengaku baru pertama kali mengonsumsi tablet tambah darah. Salah satunya Asmarani Lulu Jannah, siswi kelas XA, yang sempat kesulitan menelan pil. Namun, dengan pendampingan anggota PMR, ia akhirnya berhasil mengonsumsi tablet tersebut.</p>
<p data-start="1914" data-end="2011">“Awalnya susah karena belum terbiasa minum pil, tetapi setelah dibimbing akhirnya bisa,” katanya.</p>
<p data-start="2013" data-end="2243">Pihak Puskesmas Ngaglik juga memberikan fleksibilitas kepada siswi yang telah rutin mengonsumsi tablet tambah darah merek lain. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk pendekatan edukatif tanpa paksaan dalam program kesehatan remaja.</p>
<p data-start="2245" data-end="2431">Selain pembagian TTD, siswa turut diberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan bergizi, konsumsi sayuran hijau, protein, serta penerapan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p data-start="2433" data-end="2649" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui kolaborasi antara sekolah dan puskesmas tersebut, diharapkan kesadaran remaja terhadap <a href="https://jogjakeren.com/ratusan-warga-hadiri-cek-kesehatan-gratis-di-sleman/">pentingnya menjaga kesehatan</a> semakin meningkat sehingga mampu menciptakan generasi muda yang sehat, aktif, dan produktif.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/cegah-anemia-remaja-puskesmas-ngaglik-ajak-siswi-imbs-minum-ttd-bersama/">Cegah Anemia Remaja, Puskesmas Ngaglik Ajak Siswi IMBS Minum TTD Bersama</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/cegah-anemia-remaja-puskesmas-ngaglik-ajak-siswi-imbs-minum-ttd-bersama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival FORSGI DIY 2026 Dapat Dukungan PSSI DIY, Siap Cetak Bibit Pesepak Bola Berkarakter</title>
		<link>https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-dapat-dukungan-pssi-diy-siap-cetak-bibit-pesepak-bola-berkarakter/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-dapat-dukungan-pssi-diy-siap-cetak-bibit-pesepak-bola-berkarakter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 04:59:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Festival FORSGI DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Festival FORSGI DIY 2026]]></category>
		<category><![CDATA[FORSGI DIY]]></category>
		<category><![CDATA[Ketum Asprov PSSI DIY]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI DIY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29736</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sleman, Jogjakeren.com &#8211; Festival FORSGI DIY 2026 mendapat dukungan penuh dari PSSI DIY dan Pemerintah&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-dapat-dukungan-pssi-diy-siap-cetak-bibit-pesepak-bola-berkarakter/">Festival FORSGI DIY 2026 Dapat Dukungan PSSI DIY, Siap Cetak Bibit Pesepak Bola Berkarakter</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, Jogjakeren.com</strong> &#8211; Festival FORSGI DIY 2026 mendapat dukungan penuh dari PSSI DIY dan Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai ajang pembinaan sepak bola usia dini berbasis karakter. Kegiatan yang digelar di Sleman itu diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit pemain potensial untuk memperkuat PSS Sleman hingga Timnas Indonesia di masa depan.</p>
<p>Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Dessy Arfianto menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Festival FORSGI DIY 2026 yang melibatkan pemain usia dini dari kabupaten/kota di DIY.</p>
<p>“Kami dari PSSI DIY mendukung serta bangga atas kegiatan ini. Semoga kegiatan ini terus berkelanjutan dan bersinergi dengan PSSI DIY,” ujarnya, Minggu (10/5).</p>
<p>Menurutnya, festival tersebut menjadi wadah penting untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap sepak bola sejak usia 10 hingga 12 tahun sebagai bagian dari pembinaan prestasi jangka panjang.</p>
<p>“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini akan tumbuh bibit-bibit sepak bola khususnya di DIY dan Kabupaten Sleman. Mudah-mudahan beberapa tahun ke depan ada pemain dari festival ini yang memperkuat PSS Sleman maupun Timnas Indonesia,” katanya.</p>
<p>Festival FORSGI DIY 2026 sendiri merupakan kompetisi sepak bola usia dini yang mengedepankan sportivitas, pembinaan mental, dan penerapan 29 karakter luhur dalam permainan. Selain pertandingan, kegiatan juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para pemain muda agar menjunjung nilai disiplin, kerja sama, dan fair play.</p>
<p>Dukungan terhadap festival ini juga terlihat dari penggunaan tajuk “Piala Bupati Sleman” yang menunjukkan sinergi antara FORSGI dengan pemerintah daerah dalam pengembangan olahraga usia muda.</p>
<p>“Kalau dari pemerintah pasti mendukung. Dengan title Piala Bupati Sleman ini sudah menunjukkan sinergi yang baik antara FORSGI dan pemerintah. Kami berharap kegiatan ini bisa berjalan kontinu dan berkesinambungan,” tambahnya.</p>
<figure id="attachment_29721" aria-describedby="caption-attachment-29721" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-29721" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/05/MHND4794-300x170.jpg" alt="Festival FORSGI DIY 2026" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/05/MHND4794-300x170.jpg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/05/MHND4794-200x112.jpg 200w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29721" class="wp-caption-text">Salah satu pemain PSS Sleman, Arda Alfareza turut memberikan motivasi kepada pemain FORSGI KU-10 dan KU-12 pada Festival FORSGI DIY 2026.</figcaption></figure>
<p>Dalam kesempatan tersebut, pemain PSS Sleman Arda Alfareza yang turut membawa PSS promosi ke Liga 1 juga memberikan motivasi kepada peserta Festival FORSGI DIY 2026. Ia mengajak para pemain muda untuk rajin berlatih dan tidak berhenti bermimpi.</p>
<p>“Untuk adik-adik yang ikut kompetisi hari ini, terus semangat dan jangan pernah lelah bermimpi. Tetap rajin berlatih, jangan lupa ibadah lima waktu, junjung fair play, dan di mana pun berada harus mencari teman, bukan musuh,” pesan Arda.</p>
<p>Ia berharap para peserta Festival FORSGI DIY 2026 kelak dapat menjadi pemain nasional dan membawa nama FORSGI semakin dikenal di tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-dapat-dukungan-pssi-diy-siap-cetak-bibit-pesepak-bola-berkarakter/">Festival FORSGI DIY 2026 Dapat Dukungan PSSI DIY, Siap Cetak Bibit Pesepak Bola Berkarakter</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-dapat-dukungan-pssi-diy-siap-cetak-bibit-pesepak-bola-berkarakter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KU-10 Raih Juara 2, FORSGI Kulon Progo Petik Pelajaran Berharga tentang Kekompakan dan Karakter</title>
		<link>https://jogjakeren.com/ku-10-raih-juara-2-forsgi-kulon-progo-petik-pelajaran-berharga-tentang-kekompakan-dan-karakter/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/ku-10-raih-juara-2-forsgi-kulon-progo-petik-pelajaran-berharga-tentang-kekompakan-dan-karakter/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 08:37:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[29 Karakter Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Festival FORSGI DIY 2026]]></category>
		<category><![CDATA[forsgi kulon progo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29726</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kulon Progo (11/5). Festival Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) DIY 2026 yang memperebutkan Piala&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/ku-10-raih-juara-2-forsgi-kulon-progo-petik-pelajaran-berharga-tentang-kekompakan-dan-karakter/">KU-10 Raih Juara 2, FORSGI Kulon Progo Petik Pelajaran Berharga tentang Kekompakan dan Karakter</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kulon Progo (11/5)</strong>. Festival Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) DIY 2026 yang memperebutkan Piala Bupati Sleman menjadi pengalaman berharga bagi tim FORSGI Kulon Progo. Bertanding di Lapangan Sepak Bola Sidomoyo, Sleman, DIY, Minggu (10/5), skuad muda Kulon Progo berhasil membawa pulang prestasi sekaligus evaluasi penting untuk pembinaan ke depan.</p>
<p>Tim FORSGI Kulon Progo kategori usia 10 tahun (KU-10) sukses meraih juara 2. Ketua FORSGI Kulon Progo, Eko Waluyo Nugroho, menyebut hasil tersebut bukan sesuatu yang instan. Menurutnya, tim sudah dipersiapkan sejak tiga tahun terakhir dengan latihan yang rutin dan uji tanding yang konsisten.</p>
<p>“Alhamdulillah KU-10 bisa meraih juara 2. Sesuai arahan, tim ini kita isi dengan pembinaan karakter, dipersiapkan sejak tiga tahun lalu. Anak-anak cukup konsisten dalam latihan dan uji tanding. Selain itu mereka juga taat terhadap arahan pelatih, tentunya ditambah dukungan orang tua,” ujar Eko.</p>
<p>Ia menilai keberhasilan tim bukan hanya soal teknik bermain, tetapi juga kedisiplinan dan kekompakan yang dibangun sejak awal. Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting dalam perkembangan pemain usia dini.</p>
<p>Sementara itu, tim KU-12 FORSGI Kulon Progo meraih juara harapan 2. Meski belum sesuai target, Eko melihat tim memiliki potensi yang cukup baik, terutama dari sisi semangat bertanding. “Dari segi semangat sebenarnya anak-anak KU-12 ini tidak kalah dengan KU-10. Mereka juga punya semangat bermain yang bagus,” katanya.</p>
<p>Namun demikian, ia mengakui masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama dalam konsistensi latihan dan uji coba pertandingan. Menurutnya, kurangnya intensitas kebersamaan membuat <em>chemistry</em> antarpemain belum terbentuk secara maksimal.</p>
<p>“Konsistensi dalam latihan dan uji tanding perlu kita evaluasi kembali, sehingga kekompakan tim nantinya bisa lebih padu. Selain itu, kondisi fisik pemain belum merata, sehingga saat pertandingan ketika fisik mulai turun, permainan jadi tidak sesuai arahan dan harapan pelatih,” jelasnya.</p>
<p>Ke depan, FORSGI Kulon Progo sudah menyiapkan sejumlah agenda pembinaan agar kemampuan pemain terus berkembang. Salah satunya dengan meningkatkan tingkat kehadiran pemain dalam latihan dan pertandingan uji coba.</p>
<p>Selain itu, FORSGI Kulon Progo juga berencana aktif mengikuti berbagai event sepak bola usia dini di DIY dan sekitarnya. Beberapa agenda yang disiapkan antara lain mengikuti Fun Game dan turnamen usia dini, Liga Anak PSSI Kulon Progo 2026, Liga FORSGI DIY 2026, hingga <a href="https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-cetak-pesepak-bola-berkarakter-bidik-lolos-ke-nasional/">Festival FORSGI Nasional 2026 yang akan digelar di Lapangan Minhajurasyidin</a>, Jakarta Timur, pada Juli 2026 mendatang.</p>
<h4>Sepak Bola untuk Pembentukan Karakter</h4>
<p>Festival FORSGI DIY sendiri mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Asprov PSSI DIY, hingga pemain PSS Sleman. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman, Heru Saptono, mengapresiasi festival tersebut karena tidak hanya fokus pada kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga pembentukan karakter anak.</p>
<p>“Di dalam kegiatan ini tidak hanya keterampilan fisik dan stamina saja yang diolah, tapi juga karakter sebagai pemain juga dibentuk,” ujarnya.</p>
<p>Dukungan serupa disampaikan Asprov PSSI DIY, Dessy Arfianto. Ia menilai Festival FORSGI menjadi sarana penting untuk menumbuhkan minat sepak bola pada anak-anak usia 10 hingga 12 tahun sekaligus mencetak bibit pemain potensial bagi PSS Sleman dan Timnas Indonesia.</p>
<p>“Kami berharap beberapa tahun ke depan ada pemain nasional bahkan pemain Timnas Indonesia yang berasal dari anak-anak yang bermain di tempat ini,” ujar Dessy.</p>
<p>Momentum festival tahun ini juga terasa istimewa setelah PSS Sleman berhasil promosi ke Liga 1. Pemain PSS Sleman, Arda Alfareza, turut hadir memberikan motivasi kepada para peserta agar terus berlatih dan tidak berhenti bermimpi.</p>
<p>“Selalu rajin berlatih, terus semangat, jangan pernah lelah untuk bermimpi. Tetap fair play dalam pertandingan dan jangan mencari musuh, di mana pun harus mencari teman,” pesan Arda.</p>
<p>Bagi FORSGI Kulon Progo, festival ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Lebih dari itu, menjadi bagian dari proses panjang membangun pemain muda yang disiplin, kompak, sportif, dan punya mental bertanding yang baik sejak usia dini.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/ku-10-raih-juara-2-forsgi-kulon-progo-petik-pelajaran-berharga-tentang-kekompakan-dan-karakter/">KU-10 Raih Juara 2, FORSGI Kulon Progo Petik Pelajaran Berharga tentang Kekompakan dan Karakter</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/ku-10-raih-juara-2-forsgi-kulon-progo-petik-pelajaran-berharga-tentang-kekompakan-dan-karakter/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival FORSGI DIY 2026 Cetak Pesepak Bola Berkarakter, Bidik Lolos ke Nasional</title>
		<link>https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-cetak-pesepak-bola-berkarakter-bidik-lolos-ke-nasional/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-cetak-pesepak-bola-berkarakter-bidik-lolos-ke-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 16:24:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Festival FORSGI DIY 2026]]></category>
		<category><![CDATA[FORSGI DIY]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29719</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sleman, Jogjakeren.com &#8211; Festival Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) DIY 2026 yang memperebutkan Piala&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-cetak-pesepak-bola-berkarakter-bidik-lolos-ke-nasional/">Festival FORSGI DIY 2026 Cetak Pesepak Bola Berkarakter, Bidik Lolos ke Nasional</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, Jogjakeren.com</strong> &#8211; Festival Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) DIY 2026 yang memperebutkan Piala Bupati Sleman tak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola usia dini, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi muda. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Sidomoyo, Sleman itu mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Asprov PSSI DIY hingga pemain PSS Sleman, Minggu (10/5).</p>
<p>Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, Heru Saptono mengapresiasi pelaksanaan festival tersebut karena dinilai mampu memadukan pembinaan keterampilan sepak bola dengan pendidikan karakter bagi anak-anak usia dini.</p>
<p>“Di dalam kegiatan ini tidak hanya keterampilan fisik dan stamina saja yang diolah, tapi juga karakter sebagai pemain juga dibentuk. Kalau karakternya sudah bagus dan skill-nya bagus, nantinya akan menjadi pemain yang bagus juga ke depan,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_29723" aria-describedby="caption-attachment-29723" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29723" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/05/MHND4776-300x170.jpg" alt="" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/05/MHND4776-300x170.jpg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/05/MHND4776-200x112.jpg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29723" class="wp-caption-text">Kepala Dispora Kabupaten Sleman, Heru Saptono saat memberikan sambutan.</figcaption></figure>
<p>Heru juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini melalui turnamen rutin setiap tahun. Menurutnya, pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan diperlukan untuk mencetak atlet berprestasi di masa mendatang.</p>
<p>“Setiap tahun kami mengadakan turnamen usia dini sebagai bagian pembinaan olahraga yang berkelanjutan sehingga nanti akan lahir pemain-pemain yang bagus,” katanya.</p>
<p>Selain itu, Heru berharap para pemain muda tetap menjunjung sportivitas dan kepedulian terhadap sesama di dalam pertandingan.</p>
<p>“Kalau menendang lawan tanpa sengaja harus minta maaf, kalau lawan jatuh harus ditolong. Itu bagian dari karakter yang harus dibangun,” tambahnya.</p>
<p>Dukungan serupa disampaikan Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Dessy Arfianto. Ia menilai Festival FORSGI menjadi sarana penting untuk menumbuhkan minat sepak bola pada anak-anak usia 10 hingga 12 tahun sekaligus mencetak bibit pemain potensial bagi PSS Sleman dan Timnas Indonesia.</p>
<p>“Kami berharap beberapa tahun ke depan ada pemain nasional bahkan pemain Timnas Indonesia yang berasal dari anak-anak yang bermain di tempat ini,” ujar Dessy.</p>
<p>Momentum festival tahun ini juga terasa istimewa setelah PSS Sleman berhasil promosi ke Liga 1. Pemain PSS Sleman, Arda Alfareza, turut hadir memberikan motivasi kepada para peserta agar terus berlatih dan tidak berhenti bermimpi.</p>
<p>“Selalu rajin berlatih, terus semangat, jangan pernah lelah untuk bermimpi. Tetap fair play dalam pertandingan dan jangan mencari musuh, di mana pun harus mencari teman,” pesan Arda.</p>
<figure id="attachment_29720" aria-describedby="caption-attachment-29720" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29720" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/05/MHND4816-300x170.jpg" alt="Festival FORSGI DIY" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/05/MHND4816-300x170.jpg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/05/MHND4816-200x112.jpg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29720" class="wp-caption-text">Ketua Dewan Pembina FORSGI Pusat, Irjen Pol (Purn) Sriyono mewakili Ketum FORSGI memberikan sambutan pada pembukaan Festival FORSGI DIY 2026.</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Ketua Dewan Pembina FORSGI Pusat, Irjen Pol (Purn) Sriyono menegaskan organisasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap dunia sepak bola yang kerap diwarnai keributan. Karena itu, FORSGI menempatkan pendidikan karakter sebagai prioritas utama dalam pembinaan pemain muda.</p>
<p>“Sepak bola seharusnya menjadi wahana membina karakter bangsa. Harus rukun, kompak, kerja sama yang baik, jujur, dan amanah,” katanya.</p>
<p>Ia menambahkan, peserta terbaik dari festival ini nantinya akan diseleksi untuk mengikuti Festival Nasional FORSGI di Jakarta memperebutkan Piala Bela Negara. Para pemain tidak hanya dinilai dari kemampuan teknik, tetapi juga karakter selama bertanding.</p>
<p>Ketua Panitia Festival FORSGI DIY 2026, Ahmad Subur menjelaskan festival tahun ini diikuti 10 tim dari kategori KU-10 dan KU-12 yang berasal dari seluruh kabupaten dan kota di DIY. Menurutnya, seluruh pemain wajib dimainkan sebagai bagian dari proses pembinaan.</p>
<p>“Kalau ada pemain yang tidak dimainkan maka nilainya bisa dikurangi, karena tujuan utama kegiatan ini adalah pembinaan,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan, festival tingkat DIY ini juga menjadi persiapan menuju Festival Nasional FORSGI yang akan digelar di Jakarta pada Juli mendatang. Untuk kategori U-12, DIY mendapat satu kuota tim, sementara kategori U-10 memperoleh empat kuota.</p>
<p>Melalui festival tersebut, FORSGI berharap mampu melahirkan pesepak bola muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan sportivitas tinggi demi masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-cetak-pesepak-bola-berkarakter-bidik-lolos-ke-nasional/">Festival FORSGI DIY 2026 Cetak Pesepak Bola Berkarakter, Bidik Lolos ke Nasional</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/festival-forsgi-diy-2026-cetak-pesepak-bola-berkarakter-bidik-lolos-ke-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Tumbang di Tengah Jalan, Strategi Jaga Stamina Jelang Puncak Haji</title>
		<link>https://jogjakeren.com/jangan-tumbang-di-tengah-jalan-strategi-jaga-stamina-jelang-puncak-haji/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/jangan-tumbang-di-tengah-jalan-strategi-jaga-stamina-jelang-puncak-haji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Andhika Widiasto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2026 03:04:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan haji]]></category>
		<category><![CDATA[ppih]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29708</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh dr. Muhammad Fathi Banna Al-Faruqi, AIFO-K Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/jangan-tumbang-di-tengah-jalan-strategi-jaga-stamina-jelang-puncak-haji/">Jangan Tumbang di Tengah Jalan, Strategi Jaga Stamina Jelang Puncak Haji</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh dr. Muhammad Fathi Banna Al-Faruqi, AIFO-K</em><br />
<em>Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) Sektor 1 Daerah Kerja Bandara</em></p>
<p><strong>Jogjakeren.com</strong> &#8211; Aktivitas di Tanah Suci selama musim haji dikenal sangat padat dan menguras energi. Baik jemaah maupun petugas dihadapkan pada jadwal yang ketat, mobilitas tinggi, serta waktu istirahat yang terbatas. Dalam kondisi seperti ini, jaga stamina bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan utama agar tetap prima hingga puncak ibadah haji.</p>
<p>Dokter RS Islam Yogyakarta sekaligus dosen FK UII Yogyakarta, <a href="https://jogjakeren.com/bibir-pecah-pecah-di-tanah-suci-penyebab-dampak-dan-tips-ampuh-mengatasinya/">Muhammad Fathi Banna Al-Faruqi</a>, menjelaskan beberapa strategi bagi jemaah maupun petugas agar disiplin dalam mengelola tenaga.</p>
<p>Kelelahan yang dibiarkan menumpuk dapat menurunkan daya tahan tubuh secara signifikan. Dampaknya tidak sepele, mulai dari tubuh yang mudah terserang penyakit, kesulitan berkonsentrasi, hingga munculnya disorientasi atau kebingungan. Bahkan, kondisi emosional pun bisa terganggu, ditandai dengan mudah marah atau tidak stabil.</p>
<p>Untuk itu, diperlukan strategi sederhana namun disiplin dalam mengelola energi. Salah satu cara efektif adalah memanfaatkan waktu istirahat singkat atau <em>qailulah</em>. Tidur selama 15–30 menit, terutama sebelum atau setelah dzuhur, terbukti mampu memulihkan energi lebih baik dibandingkan tidur lama yang tidak berkualitas.</p>
<p>Selain itu, konsumsi kopi dan teh perlu dibatasi. Kedua minuman ini bersifat diuretik yang dapat mempercepat keluarnya cairan tubuh, sehingga berisiko menyebabkan dehidrasi. Jika tetap dikonsumsi, sebaiknya diimbangi dengan air putih dalam jumlah lebih banyak, minimal tiga kali lipat.</p>
<p>Asupan nutrisi juga tidak boleh diabaikan. Makan tepat waktu saat makanan tersedia menjadi kunci untuk menjaga “bahan bakar” tubuh. Menunda makan atau terlalu memilih jenis makanan justru bisa berdampak pada penurunan energi.</p>
<p>Pengaturan ritme aktivitas juga penting. Jemaah disarankan menghindari aktivitas berat di siang hari, seperti ziarah atau belanja. Sementara itu, petugas diimbau mengurangi gerakan yang tidak perlu di bawah terik matahari. Berjalan dengan kecepatan stabil dan tidak tergesa-gesa dapat membantu menghemat energi.</p>
<p>Tak kalah penting, setiap individu harus peka terhadap sinyal tubuh. Rasa lelah berlebih, sulit fokus, atau emosi yang mulai tidak stabil merupakan tanda bahwa tubuh membutuhkan istirahat. Segera cari tempat teduh, minum air, dan beri waktu sejenak untuk memulihkan diri.</p>
<p>Pada akhirnya, energi harus disimpan untuk menghadapi fase terpenting dalam ibadah haji, yaitu di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Mengurangi aktivitas yang tidak mendesak menjadi langkah bijak agar kondisi fisik tetap optimal dan jaga stamina.</p>
<p>Haji adalah ibadah yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Istirahat yang cukup bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari ikhtiar. Ketua <a href="https://ldii-diy.org/">DPW LDII DIY</a>, Atus Syahbudin, juga turut mengemban amanah sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1447 H ini. Atus mengungkapkan bahwa dengan pengelolaan energi yang baik, jemaah dan petugas dapat menjalankan tugas dan ibadah secara maksimal hingga akhir.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/jangan-tumbang-di-tengah-jalan-strategi-jaga-stamina-jelang-puncak-haji/">Jangan Tumbang di Tengah Jalan, Strategi Jaga Stamina Jelang Puncak Haji</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/jangan-tumbang-di-tengah-jalan-strategi-jaga-stamina-jelang-puncak-haji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PRADIKA 2026 Sukses Digelar, SMA Insan Mulia Cetak Siswa Mandiri dan Berkarakter di Alam Terbuka</title>
		<link>https://jogjakeren.com/pradika-2026-sukses-digelar-sma-insan-mulia-cetak-siswa-mandiri-dan-berkarakter-di-alam-terbuka/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/pradika-2026-sukses-digelar-sma-insan-mulia-cetak-siswa-mandiri-dan-berkarakter-di-alam-terbuka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[jogker]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 01:21:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[PRADIKA 2026]]></category>
		<category><![CDATA[SMA IMBS]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Insan Mulia Boarding School]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Insan Mulia Boarding School Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29712</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sleman, Jogjakeren.com &#8211; SMA Insan Mulia Boarding School sukses menggelar kegiatan bertajuk Pramuka Mandiri Berkarakter&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/pradika-2026-sukses-digelar-sma-insan-mulia-cetak-siswa-mandiri-dan-berkarakter-di-alam-terbuka/">PRADIKA 2026 Sukses Digelar, SMA Insan Mulia Cetak Siswa Mandiri dan Berkarakter di Alam Terbuka</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, Jogjakeren.com</strong> &#8211; SMA Insan Mulia Boarding School sukses menggelar kegiatan bertajuk Pramuka Mandiri Berkarakter Aktif (PRADIKA) 2026. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Kemah Bakti Akhir Tahun dan Penilaian Akhir Kepramukaan ini berlangsung pada Jumat (24/4/2026) di Bumi Perkemahan Embung Kaliaji, Turi, Sleman.</p>
<p>Kegiatan PRADIKA 2026 tidak hanya dikelola secara teknis oleh Dewan Ambalan Diponegoro-Nyi Ageng Serang, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kamabigus SMA Insan Mulia Boarding School, Syaifulloh Ibnu Mukmin terjun langsung mendampingi peserta bersama 10 personel yang terdiri dari pembina pramuka, guru, dan staf.</p>
<p>Dalam amanat pembukaannya, ia menekankan pentingnya menjaga integritas diri. &#8220;Di alam bebas, sifat asli masing-masing akan terlihat. Namun, praktik baik 29 karakter luhur harus dipraktikkan nyata di masyarakat, terutama rukun dan kompak,&#8221; pesannya.</p>
<figure id="attachment_29714" aria-describedby="caption-attachment-29714" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29714" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/04/Pradika-2026-3-e1778031488975-300x170.jpeg" alt="Pradika 2026" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/04/Pradika-2026-3-e1778031488975-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/04/Pradika-2026-3-e1778031488975-200x112.jpeg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29714" class="wp-caption-text">Kegiatan malam diisi dengan tantangan fisik dan mental melalui long march.</figcaption></figure>
<p>Implementasi ini dibuktikan langsung oleh para peserta yang konsisten melaksanakan salat berjamaah di masjid sekitar bumi perkemahan bersama warga setempat.</p>
<p>Syaifulloh menjelaskan, hari pertama dimulai dengan kegiatan wawasan Peta Panorama untuk mengasah keterampilan navigasi. Tak hanya itu, para peserta mendapatkan materi eksklusif mengenai Pramuka Istimewa yang disampaikan langsung oleh Ketua Sakoda Sekawan Persada Nusantara (SPN) DIY, Sarjita.</p>
<p>&#8220;Aspek spiritualitas dan moralitas juga diperkuat melalui penyampaian hadis dan dalil terkait 29 karakter luhur (khususnya Tri Sukses: Bener, Kurup, Janji) oleh Rajiman yang kemudian disempurnakan dengan nasihat karakter luhur oleh Suharno,&#8221; papar Syaifulloh.</p>
<p>Pada dini hari, tantangan fisik dan mental diberikan melalui kegiatan <em>long march</em>. Dengan formasi grup yang diacak, para peserta ditugaskan menyelesaikan misi tertentu yang dirancang khusus untuk melatih rasa saling percaya, amanah, serta kemampuan untuk dapat dipercaya (karakter jujur) dalam tim yang baru.</p>
<figure id="attachment_29715" aria-describedby="caption-attachment-29715" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-large wp-image-29715" src="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/04/Pradika-2026-2-e1778031755992-300x170.jpeg" alt="Pradika 2026" width="300" height="170" srcset="https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/04/Pradika-2026-2-e1778031755992-300x170.jpeg 300w, https://jogjakeren.com/wp-content/uploads/2026/04/Pradika-2026-2-e1778031755992-200x112.jpeg 200w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-29715" class="wp-caption-text">Kegiatan PRADIKA 2026 diakhiri dengan kegiatan outbound yang meriah.</figcaption></figure>
<p>Suasana syahdu memuncak pada Sabtu malam (25/4/2026). Upacara api unggun yang megah menyinari area perkemahan, dilanjutkan dengan final Lomba Cerdas Cermat (LCC) yang sengit serta panggung pentas seni yang memukau.</p>
<p>Salah satu peserta, Adrian Rasyid menyatakan kekagumannya atas kegiatan ini. &#8220;Ini adalah pengalaman pertama saya berkemah di alam bebas. PRADIKA sangat bermanfaat dan benar-benar menyenangkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sedangkan Gisella Fransiska salah satu siswi dari Padang menyampaikan bahwa kegiatan hari ini sangat seru dan menyenangkan yang mana belum pernah mengalami di sekolah sebelumnya.</p>
<p>Kesuksesan PRADIKA 2026 ini juga didukung penuh oleh Deepublish sebagai sponsor utama, serta Valda Snack, Pradana Listrik, dan Toko Arfah sebagai sponsor pendukung yang turut menyukseskan jalannya acara.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diakhiri pada hari berikutnya dengan sesi outbound yang meriah, pelantikan Calon Dewan Ambalan baru, dan upacara penutupan. Melalui PRADIKA 2026, SMA Insan Mulia Boarding School berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menjadi pribadi yang mandiri dan aktif membawa karakter luhur di tengah masyarakat.</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/pradika-2026-sukses-digelar-sma-insan-mulia-cetak-siswa-mandiri-dan-berkarakter-di-alam-terbuka/">PRADIKA 2026 Sukses Digelar, SMA Insan Mulia Cetak Siswa Mandiri dan Berkarakter di Alam Terbuka</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/pradika-2026-sukses-digelar-sma-insan-mulia-cetak-siswa-mandiri-dan-berkarakter-di-alam-terbuka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demensia Digital: Ketika Gadget Melemahkan Daya Ingat Kita</title>
		<link>https://jogjakeren.com/demensia-digital/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/demensia-digital/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[mike]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 04:32:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[digital detox]]></category>
		<category><![CDATA[health]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[lifestyle]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29697</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjakeren.com &#8211; Tanpa sadar, kita semakin sulit mengingat nomor telepon teman, arah jalan yang pernah&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/demensia-digital/">Demensia Digital: Ketika Gadget Melemahkan Daya Ingat Kita</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjakeren.com</strong> &#8211; Tanpa sadar, kita semakin sulit mengingat nomor telepon teman, arah jalan yang pernah dilalui, atau bahkan nama seseorang yang baru saja dikenalkan. Hal ini tidak terjadi karena usia tapi karena kita terlalu bergantung pada gadget. Inilah yang disebut demensia digital.</p>
<p>Dilansir dari <a href="https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11499077/"><em>National Center for Biotechnology Information</em></a>, istilah demensia digital diperkenalkan pertama kali pada tahun 2012 oleh dokter ahli otak asal Jerman yaitu Dr. Manfred Spitzer. Secara sederhana, demensia digital adalah melemahnya daya ingat dan kemampuan berpikir akibat penggunaan teknologi yang berlebihan.</p>
<p>Jika demensia pada umumnya disebabkan oleh kerusakan jaringan otak, demensia digital terjadi karena otak kita malas berlatih akibat semua tugasnya diambil alih oleh ponsel dan internet. Anak-anak dan remaja merupakan kelompok paling rentan terkena dampaknya karena otak mereka masih dalam masa tumbuh kembang.</p>
<h4><strong>Apa Penyebab Digital Dementia?</strong></h4>
<p>Sebuah studi dalam <a href="https://phdergi.org/jvi.aspx?un=PHD-53179&amp;volume=16&amp;issue=1"><em>Journal of Psychiatric Nursing</em></a> menunjukkan bahwa digital demensia disebabkan oleh beberapa hal berikut:</p>
<h5><strong>1.Terlalu Cepat Mengenal Gadget</strong></h5>
<p>Anak-anak yang terbiasa menatap layar sejak bayi lebih berisiko mengalami gangguan fokus saat dewasa. Penelitian menunjukkan anak yang sering menonton televisi di usia 1–3 tahun cenderung mengalami masalah perhatian di usia 7 tahun. Durasi <em>screen time</em> atau paparan layar perangkat digital lebih dari 2 jam per hari pada anak usia 1 tahun juga dikaitkan dengan keterlambatan bicara dan kemampuan memecahkan masalah pada usia 2 dan 4 tahun.</p>
<p>Untuk panduan praktis mengatur waktu layar anak sejak dini, baca selengkapnya di <a href="https://jogjakeren.com/panduan-screen-time-cara-bijak-mengurangi-pengaruh-gadget-pada-anak-usia-dini/"><em>Panduan Screen Time: Cara Bijak Mengurangi Pengaruh Gadget pada Anak Usia Dini.</em></a></p>
<h5><strong>2. Amnesia Digital</strong></h5>
<p>Karena semua informasi tersimpan di ponsel, otak kita menjadi &#8220;manja&#8221; dengan tidak lagi berusaha mengingat. Kita hanya mengingat <em>di mana</em> mencari informasi, bukan informasinya itu sendiri. Para peneliti menyebut ini sebagai &#8220;Efek Google&#8221; dimana semakin mudah informasi dicari, semakin cepat kita melupakannya.</p>
<h5><strong>3. Screen Time yang Berlebihan</strong></h5>
<p>Menatap layar berjam-jam setiap hari membuat otak kelelahan dan kemampuan mengingatnya melemah. Sebuah penelitian besar yang menganalisis 87 studi terhadap lebih dari 159.000 anak membuktikan bahwa anak-anak yang terlalu lama menatap layar berkaitan dengan masalah perilaku eksternalisasi (misalnya agresi dan kurang perhatian) dan internalisasi (misalnya kecemasan dan depresi).</p>
<h5><strong>4. Kecanduan Digital</strong></h5>
<p>Kecanduan digital merupakan kecanduan pada penggunaan perangkat digital seperti telepon seluler, komputer, internet, permainan video, dan media sosial.  Pada 2013, 45 persen remaja usia 14–18 tahun menggunakan media sosial setiap hari. Lima tahun kemudian, angkanya melonjak menjadi 70 persen.</p>
<p>Dampak negatif kecanduan digital terhadap kesehatan terlihat dalam berbagai dimensi. Dari segi kesehatan fisik seperti kelelahan mata. Dari segi kesehatan mental seperti kurangnya perhatian, kesulitan fokus, masalah memori. Selain itu, dari segi kesehatan sosial seperti penurunan hubungan di dunia nyata dan isolasi sosial.</p>
<h5><strong>5. Kebiasaan Multitasking</strong></h5>
<p>Multitasking digital mengacu pada interaksi dengan dua atau lebih jenis teknolgi digital secara bersamaan. Banyak orang merasa produktif saat menonton sambil scrolling sambil membalas pesan. Padahal kebiasaan ini justru melemahkan kemampuan otak untuk menyimpan informasi, berpikir logis, dan berkonsentrasi dalam waktu lama.</p>
<h4><strong>Apa yang Terjadi di Dalam Otak sehingga Terjadi Digital Dementia?</strong></h4>
<p>Demensia digital bukan terjadi secara tiba-tiba. Ada beberapa proses yang perlahan-lahan melemahkan otak kita.</p>
<p><strong>1. Otak kurang bergerak.</strong> Terlalu lama duduk menatap layar membuat otak kehilangan rangsangan yang seharusnya ia dapatkan dari aktivitas fisik. Padahal, bergerak aktif terbukti membantu otak membentuk koneksi-koneksi baru yang lebih kuat.</p>
<p><strong>2. Otak kelebihan beban.</strong> Notifikasi yang terus berbunyi dan kebiasaan berpindah-pindah aplikasi membuat otak dipaksa memproses terlalu banyak hal sekaligus. Lama-kelamaan, kemampuan otak untuk fokus dan mengingat pun menurun.</p>
<p><strong>3. Tidur terganggu.</strong> Cahaya yang dipancarkan layar ponsel menipu otak seolah-olah masih siang hari, sehingga tubuh tidak memproduksi hormon tidur dengan cukup. Akibatnya, tidur jadi tidak berkualitas sehingga otak tidak punya waktu untuk menyimpan ingatan-ingatan dengan baik.</p>
<p><strong>4. Semakin jarang berinteraksi langsung.</strong> Semakin banyak waktu yang dihabiskan di dunia digital, semakin sedikit waktu untuk ngobrol dan bertatap muka. Padahal, interaksi sosial nyata adalah salah satu cara terbaik menjaga kesehatan otak.</p>
<p><strong>5. Otak kehilangan kelenturannya.</strong> Semua dampak di atas secara perlahan mengurangi kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk ingatan baru. Jika dibiarkan terus-menerus sejak kecil, risiko pikun di usia muda bisa meningkat.</p>
<h4><strong>Gejala Digital Dementia yang Perlu Diwaspadai</strong></h4>
<p><strong>1. Mudah Lupa</strong></p>
<p>Sering lupa meletakkan barang? Tidak ingat nama orang yang baru dikenal? Lupa apa yang ingin dikatakan di tengah kalimat? Ini bisa menjadi tanda awal. Menatap layar lebih dari 2 jam sehari terbukti berdampak buruk pada kemampuan mengingat, terutama pada anak-anak dan remaja.</p>
<p><strong>2. Susah Fokus</strong></p>
<p>Tidak bisa membaca lebih dari beberapa paragraf tanpa tergoda mengecek ponsel? Mudah buyar saat belajar atau bekerja? Remaja yang sering multitasking digital saat belajar terbukti lebih sulit berkembang secara akademik dibandingkan yang tidak.</p>
<p><strong>3. Kemampuan Berpikir Menurun</strong></p>
<p>Bagian otak yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan, berpikir kritis, dan beradaptasi sangat rentan terhadap dampak layar berlebihan. Orang yang terlalu bergantung pada teknologi cenderung lebih sulit memecahkan masalah secara mandiri dan berpikir secara mendalam.</p>
<h4><strong>Dampak Jangka Panjang</strong></h4>
<ul>
<li><strong>Daya ingat melemah. </strong>Otak semakin terbiasa tidak mengingat dan kapasitas memori jangka panjang pun berkurang.</li>
<li><strong>Kualitas tidur makin buruk. </strong>Layar di malam hari mengganggu jam tidur alami tubuh dan membuat istirahat tidak berkualitas.</li>
<li><strong>Sulit fokus. </strong>Notifikasi yang terus-menerus melatih otak untuk selalu terdistraksi bahkan saat gadget tidak digunakan.</li>
<li><strong>Makin terisolasi. </strong>Terlalu asyik di dunia digital membuat hubungan nyata dengan orang-orang sekitar semakin renggang.</li>
<li><strong>Kesehatan mental terganggu. </strong>Layar berlebih dikaitkan dengan rasa cemas, mudah sedih, harga diri rendah, dan kurang semangat.</li>
<li><strong>Tubuh ikut terdampak. </strong>Gaya hidup yang terlalu banyak duduk menatap layar berkontribusi pada kegemukan dan masalah penglihatan. WHO mencatat angka kegemukan pada anak meningkat tiga kali lipat dan penggunaan teknologi berlebihan adalah salah satu penyebabnya.</li>
<li><strong>Jati diri anak terganggu. </strong>Anak dan remaja yang belum memiliki jati diri yang kuat sangat mudah terpengaruh oleh dunia digital. Semakin dini kecanduan terjadi, semakin besar dampaknya pada pembentukan kepribadian mereka.</li>
</ul>
<h4><strong>Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Mengatasi dan Mencegah Digital Demensia?</strong></h4>
<p><strong>1. Batasi <em>Screen Time</em></strong></p>
<ul>
<li>Orang tua perlu aktif mengawasi dan memilih konten yang dikonsumsi anak.</li>
<li>Terapkan aturan sederhana yaitu tidak ada gadget di kamar tidur.</li>
<li>Coba aturan <strong>20-20-20</strong>: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke benda sejauh ±6 meter selama 20 detik.</li>
<li>Ganti waktu layar dengan bermain di luar, olahraga, membaca buku, atau ngobrol bersama keluarga.</li>
</ul>
<p><strong>2. Latih Otak Secara Aktif</strong></p>
<p>Otak perlu dilatih, seperti otot. Cobalah mengingat nomor telepon penting tanpa menyimpannya di kontak, membaca buku fisik, atau bermain teka-teki dan permainan strategi. Ada juga aplikasi latihan otak seperti <em>Cogmed</em> dan <em>CogniFit</em> yang terbukti membantu meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.</p>
<p><strong>3. Bergerak Lebih Banyak</strong></p>
<p>Olahraga rutin seperti jalan kaki, bersepeda, yoga, atau menari dapat menyehatkan tubuh dan menjaga otak tetap tajam. Bergerak aktif merangsang otak untuk membentuk koneksi baru dan melawan efek buruk dari terlalu lama menatap layar.</p>
<p><strong>4. Cobalah Detoks Digital</strong></p>
<p>Sesekali, jauhkan diri dari ponsel dan media sosial selama beberapa jam atau bahkan seharian penuh. Penelitian membuktikan bahwa orang yang rutin memberi waktu istirahat pada otaknya dari gadget memiliki daya ingat yang lebih baik.</p>
<p><strong>5. Jaga Pola Hidup Sehat</strong></p>
<p>Makan makanan bergizi, tidur cukup, dan perbanyak interaksi sosial langsung. Obrolan nyata bersama teman dan keluarga adalah salah satu cara paling efektif dan paling menyenangkan untuk menjaga otak tetap sehat.</p>
<p>Teknologi diciptakan untuk memudahkan hidup kita, bukan untuk mengendalikannya. Demensia digital bukan berarti kita harus berhenti menggunakan gadget melainkan pengingat bahwa otak kita tetap butuh dilatih, tubuh kita butuh bergerak, dan hubungan kita butuh dijaga secara nyata.</p>
<p>Sebelum mengambil ponsel di pagi hari, tanyakan pada diri sendiri. Apakah hari ini saya memberi waktu yang cukup agar otak saya beristirahat dari layar?</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/demensia-digital/">Demensia Digital: Ketika Gadget Melemahkan Daya Ingat Kita</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/demensia-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konde Perjuangan Kartini</title>
		<link>https://jogjakeren.com/konde-perjuangan-kartini/</link>
					<comments>https://jogjakeren.com/konde-perjuangan-kartini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[ichsan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2026 23:08:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kartini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jogjakeren.com/?p=29691</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jogjakeren.com &#8211; Hari Kartini menjadi momen untuk mengenang semangat perjuangan perempuan Indonesia yang terus hidup&#160;[&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/konde-perjuangan-kartini/">Konde Perjuangan Kartini</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jogjakeren.com</strong> &#8211; Hari Kartini menjadi momen untuk mengenang semangat perjuangan perempuan Indonesia yang terus hidup dalam untaian puisi. Melalui kata-kata yang indah, nilai keberanian dan harapan R.A. Kartini kembali menginspirasi generasi masa kini.</p>
<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:f12c48c3-5b31-47ff-8b4d-b2d83a396eeb-1" data-testid="conversation-turn-4" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="z-0 flex min-h-[46px] justify-start"><em>Lebih dari satu abad berlalu, arti perjuangan perempuan terus bergema.</em></div>
</div>
</div>
</section>
<p><em>Sosok ibu, penerus bangsa, teguh menyuarakan makna perempuan di tengah patriarki yang merajalela kala itu.</em></p>
<p><em>Pendidikan dahulu berdiri timpang, bertumpu hanya pada satu gender: laki-laki. </em></p>
<p><em>Namun hadirnya <a href="https://www.ldii.or.id/dpp-ldii-hari-kartini-momentum-perempuan-kian-berdaya-di-era-digital/">Kartini</a> menyetarakan cahaya pengetahuan, menjadikan perempuan bagian dari kemajuan bangsa.</em></p>
<p><em>Kaum yang dulu dianggap lemah, dibatasi pada dapur, anak, dan rumah, kini bangkit membawa perubahan, menjadi sumber ilmu bagi generasi penerus bangsa.</em></p>
<p><em>Hari ini, di seluruh penjuru negeri, emansipasi terasa nyata.</em></p>
<p><em>Dari tangan <a href="https://jogjakeren.com/hari-kartini-sejarah-makna-dan-tradisi-perayaannya/">seorang ibu</a>, lahir pendidikan bagi anak-anak bangsa.</em></p>
<p><em>Bukti bahwa perjuangan itu tak pernah sia-sia.</em></p>
<p><em>Rambut terikat dalam konde sederhana, menjadi simbol kekuatan dan martabat, mengalirkan semangat juang perempuan Indonesia menuju puncak peradaban bangsa.</em></p>
<p>The post <a href="https://jogjakeren.com/konde-perjuangan-kartini/">Konde Perjuangan Kartini</a> appeared first on <a href="https://jogjakeren.com">JOGJA KEREN</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jogjakeren.com/konde-perjuangan-kartini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
