Sleman – Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) DIY kembali menggelar Liga FORSGI DIY untuk tahun 2025 pada Sabtu (22/2/2025). Liga ini merupakan kelanjutan dari liga uji coba yang telah berlangsung dengan baik pada tahun 2024. Namun, lebih dari sekadar kompetisi sepak bola, FORSGI memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu menjadi wadah pendidikan karakter luhur bagi para pemain muda.
Eko Waluyo Nugroho, S.E. selaku perwakilan FORSGI DIY, dalam sambutannya menegaskan bahwa FORSGI tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga bagaimana membangun karakter yang baik. Terdapat 29 karakter luhur yang diajarkan kepada pemain, yang dapat diterapkan di dalam maupun di luar lapangan.
“FORSGI tidak hanya bertujuan mencari prestasi, tetapi juga bagaimana kita membangun 29 karakter luhur untuk diterapkan di lapangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Eko menekankan bahwa pemain sepak bola yang berkualitas tidak hanya dinilai dari teknik dan fisiknya, tetapi juga dari karakter yang dimilikinya. Karakter luhur menjadi faktor penting yang membedakan pemain biasa dengan pemain hebat.
Senada dengan hal tersebut, H. Subarjo selaku pembina FORSGI DIY menyatakan bahwa tujuan utama FORSGI adalah sebagai sekolah karakter. “Tujuan mutlak FORSGI sebenarnya adalah pendidikan karakter luhur yang dikemas melalui olahraga, khususnya sepak bola,” tegasnya.
Selain itu, Subarjo turut memberikan pesan kepada para orangtua dan pemain agar selalu menjaga sportivitas di lapangan serta mengurangi penggunaan gadget atau tontonan yang tidak bermanfaat, karena hal tersebut dapat merusak karakter anak. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga asupan gizi dan menghindari jajanan tidak sehat seperti makanan ringan yang tidak bergizi.
Target besar FORSGI adalah mencetak pemain yang dapat menembus tim nasional dalam 5-10 tahun ke depan dengan karakter yang baik. Harapannya, lulusan FORSGI tidak hanya menjadi pemain profesional, tetapi juga atlet yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, baik di dalam maupun di luar lapangan.





