Jogjakeren.com – Musyawarah Kabupaten (Muskab) IV Perguruan Pencak Silat Nasional (PERSINAS) ASAD Kabupaten Sleman resmi digelar pada Minggu, 20 Maret 2022. Melalui muskab IV ini, PERSINAS ASAD Kabupaten Sleman hendak meningkatkan kontribusinya dalam bela negara untuk mempertahankan keutuhan NKRI.
Melalui konsolidasi dan sosialisasi organisasi, Muskab IV digelar untuk menggairahkan dan meningkatkan kinerja PERSINAS ASAD dan rantingnya se-Kabupaten Sleman. Tema yang diusung dalam muskab ini adalah Meningkatkan Kontribusi PERSINAS ASAD dalam Bela Negara untuk Mempertahankan Keutuhan NKRI.
Ketua IPSI Kabupaten Sleman, Ir. R. Hadi Hargana turut hadir dalam perhelatan ini. Saat diwawancara, ia mengapresiasi PERSINAS ASAD yang telah memberikan kontribusinya untuk NKRI.
“Seperti yang disampaikan Ketua Pengprov PERSINAS ASAD DIY bahwa PERSINAS ASAD mengikuti penuh bela negara dan mempertahankan NKRI. NKRI harga mati. Jadi, kontribusi (PERSINAS ASAD) untuk NKRI sangat bagus,” tuturnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi organisasi PERSINAS ASAD sebagai organisasi yang tanggap, “Organisasi diibaratkan sebagaimana bus. PERSINAS ASAD ini bus baru yang melaju kencang dan bisa menyalip beberapa bus yang lain. Selama ini dengan IPSI, kalau ada informasi cepat sekali. Tidak ada informasi yang terlambat. Saya harap itu semakin berjalan terus sehingga semakin baik,” ungkapnya.
Muskab IV juga dihadiri Ketua Pengprov PERSINAS ASAD DIY Kapten (Purn) H. Sardjiman, Dewan Pembina PERSINAS ASAD Pengkab Sleman, Ketua Perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Sleman, Ketua Perguruan Tapak Suci (TS) Putra Muhammadiyah Kabupaten Sleman (Ketua PIMDA 03 Sleman), Ketua Perguruan Perisai Diri Kabupaten Sleman, Ketua LDII Kabupaten Sleman, Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Sleman, Lurah Desa Caturharjo, Babinsa Caturharjo, dan Bhabinkamtibmas Caturharjo.
Atlet PERSINAS ASAD yang juga warga LDII diakui Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman Suwarjo, S.I.P., M.Si. sebagai bentuk implementasi semangat bela negara melalui bela diri. “Bela Negara merupakan suatu kewajiban bagi setiap warga Indonesia untuk mempertahankan keutuhan NKRI. Bela Negara dapat diwujudkan dalam banyak bentuk, salah satunya dengan bela diri. Dengan bela diri yang rutin dan pemahaman nilai-nilai bela diri ASAD yang dalam, diharapkan semangat bela negara dapat terpupuk serta terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Senada dengan Suwarjo, Kapten (Purn) H. Sardjiman berharap PERSINAS ASAD bisa hadir di tengah-tengah masyarakat, “Di mana ada ASAD, lingkungannya merasa aman, tidak ada rasa was-was, tidak ada rasa khawatir. Sesuai dengan motonya ASAD, Aman, Selamat, Ampuh, dan Damai,” katanya.





