Gelar Silaturrahim, Keluarga Besar LDII Kulon Progo Pererat Tali Persaudaraan

Gelar Silaturrahim, Keluarga Besar LDII Kulon Progo Pererat Tali Persaudaraan
Gelar Silaturrahim, Keluarga Besar LDII Kulon Progo Pererat Tali Persaudaraan

Kulon Progo, jogjakeren.com – Keluarga besar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kulon Progo menggelar silaturrahim sebagai salah satu upaya mempererat tali persaudaraan pada Minggu (21/4/2024). Kegiatan ini dilangsungkan di bulan Syawal, sekaligus sebagai upaya rekonsiliasi pasca pemilu.

Hadir dalam acara ini Wanhat dan Pengurus Harian DPD, Pimpinan Cabang, hingga Pimpinan Anak Cabang LDII se-Kabupaten Kulon Progo. Tidak sendirian, setiap pengurus hadir di lokasi kegiatan di halaman Masjid Al Barokah, Nanggulan, Kulon Progo bersama dengan istri dan putra putrinya.

Mengawali acara, H. Supardjo selaku ketua panitia mengungkapkan rasa syukurnya atas kehadiran keluarga besar LDII. “Alhamdulillah acara ini bisa terlaksana dengan baik. Kami sangat bersyukur atas kehadiran Bapak Ibu dan anak anakku semuanya di masjid mewah ini. Mewah dalam artian mepet sawah (sangat dekat dengan sawah),” ungkap H. Supardjo yang juga menjabat pengurus harian DPD LDII Kulon Progo.

Read More

Senada dengan H. Supardjo, Kyai Maridjo Hadi Waluyo selaku Wanhat DPD mengapresiasi kegiatan ini untuk mempererat tali persaudaraan. “Acara silaturrahim ini strategis sekali, dalam momentum yang sangat bagus. Semoga seluruh keluarga pengurus DPD LDII Kulon Progo yang hadir pagi ini bisa tambah erat persaudaraannya, sehingga ke depannya bisa lebih solid dalam membina warga LDII,“ tegas Kyai Maridjo.

Acara dirangkai dengan sharing kisah awal mula LDII di Kulon Progo. Wanhat DPD LDII Kulon Progo Drs. H. Wasito mengisahkan perjuangannya ketika masih muda. “Dulu pagi kuliah di UNY, mencari ilmu dunia. Sore hingga malam mengaji, mencari ilmu akherat. Jangan dibayangkan transportasi lancar seperti sekarang lho ya. Dulu saya pernah naik sepeda dari Kulon Progo, tiga setengah jam sampai Jogja,“ kisahnya.

Lebih lanjut Kyai Wasito mengungkapkan terbentuknya formatur pertama di LDII Kulon Progo. “Yang menyusun saat itu kami bersama dengan Pak H. Susanto dan Pak H. Bambang Subekti. Kami keliling saat itu, ya ke Kodim, ke Koramil dan beberapa instansi. Memperkenalkan LDII dengan azaz Pancasila agar bisa diterima masyarakat, sedangkan yang dikaji adalah Alquran dan Alhadis,“ tutur Kyai Wasito.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama. Sederhananya acara ini ternyata berhasil meningkatkan suasana persaudaraan. Sesekali, tampak para peserta saling ngobrol, bercerita, dan bercengkerama dengan rekan sejawat maupun keluarganya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *