Jasa Lingkungan, Sisi yang Terlupakan dari Keanekaragaman Hayati

keanekaragaman hayati
Kehati tidak hanya fokus pada makhluk hidup beserta klasifikasinya seperti dalam taksonomi, tetapi juga memperhatikan lingkungan karena antara keduanya saling mempengaruhi. (Foto: kumparan.com)

Jogjakeren.com International Day for Biological Diversity atau Hari Keanekaragaman Hayati (Kehati) Sedunia diperingati pada 22 Mei setiap tahun, yang sebelum 2001 diperingati setiap 29 Desember. Peringatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kehati bagi kelangsungan kehidupan dunia.

Kehati atau biodiversitas menggambarkan variasi makhluk hidup dari tingkat spesies atau organisme yang didasari oleh perbedaan genetik, berlanjut pada tingkat populasi, komunitas, hingga ekosistem. Kehati tidak hanya fokus pada makhluk hidup beserta klasifikasinya seperti dalam taksonomi, tetapi juga memperhatikan lingkungan karena antara keduanya saling mempengaruhi.

Keragaman Hayati
Ilustrasi biodiversitas (sumber: https://www.istockphoto.com/)

Permasalahan Keanekaragaman Hayati

Permasalahan kehati seperti berkurangnya jumlah suatu spesies dalam waktu tertentu secara signifikan menyebabkan perubahan dalam ekosistem, misalnya rantai makanan terputus. Dampak lebih lanjut berkurangnya spesies salah satunya adalah penularan suatu penyakit dari hewan ke manusia.

Bacaan Lainnya

Berkurangnya jumlah suatu spesies secara signifikan tidak terjadi begitu saja. Pengurangan bahkan kepunahan suatu spesies dapat disebabkan oleh perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang tidak lepas dari kontribusi intervensi manusia.

Mengenali Jasa Lingkungan, Awal Kesadaran Menjaga Lingkungan

Sebagai manusia, yang dapat dilakukan untuk menjaga kehati adalah menjaga lingkungan. Lingkungan perlu dijaga karena lingkungan telah ‘memfasilitasi’ kehidupan manusia. Selain itu, kehati merupakan bagian dari jasa lingkungan supporting services.

Kita hampir tidak menyadari bahwa lingkungan berikut keanekaragaman hayati di dalamnya memiliki jasa yang bernilai tinggi, yaitu jasa lingkungan. Jasa lingkungan atau jasa ekosistem (ecosystem services) diuraikan oleh Millennium Ecosystem Assessment (2005) ke dalam empat kelompok, yaitu jasa penyediaan (provisioning), jasa pengaturan (regulation), jasa pendukung (supporting), dan jasa budaya/rekreasi (recreation).

Keragaman Hayati
Ilustrasi pembagian jasa lingkungan atau jasa ekosistem. (sumber: https://ecology.fnal.gov/ecosystem-services/)

Sebagian jasa lingkungan bersifat tangible, terutama yang dapat diolah dan diuangkan langsung. Sebagian jasa lingkungan bersifat intangible, misalnya udara sejuk, cadangan karbon, dan fotosintesis, sehingga nilainya baru terasa ketika keberadaannya mengalami perubahan menjadi langka atau kehidupan telah terganggu.

Membangun Kembali Keanekaragaman Hayati

UN Environment Programme sebagai penggerak peringatan Hari Kehati di PBB tahun ini mengusung tema From Agreement to Action: Build Back Biodiversity. Sejalan dengan tema tersebut, pola pikir masyarakat tentang mahalnya nilai jasa lingkungan diharapkan akan bermuara pada membangun kembali keanekaragaman hayati untuk kelangsungan kehidupan bersama.

Contoh tindakan yang mencerminkan kesadaran pentingnya jasa lingkungan dalam rangka melestarikan kehati adalah menggunakan sumberdaya air dan hutan dilakukan seperlunya. Selain itu, kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi (termasuk rekreasi) dilakukan dengan memperhatikan batasan agar tidak sampai mencemari lingkungan atau merusak habitat, baik di daratan maupun perairan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *