Lahirkan Jawara Pencak Silat, Pengcam PERSINAS ASAD Kapanewon Mlati Gelar Pasanggiri

PERSINAS ASAD Mlati
Seremoni pembukaan pasanggiri Kapanewon Mlati (dok. jurnalis)

Sleman, jogjakeren.com – Pengcam PERSINAS ASAD Kapanewon Mlati menggelar pasanggiri pada Minggu (26/11/2023). Kegiatan tersebut bertempat di padepokan lantai 3 Masjid Baiturrahman Pogung Baru H-15A dari pagi hingga siang hari. Menurut Ketua Panitia Pasanggiri Kapanewon Mlati, Dwi Wahyudi, dalam kesempatan tersebut mengatakan pesilat PERSINAS ASAD dididik untuk mengulang-ulang dan mengasah keterampilan teori dan praktek jurus PERSINAS ASAD. 

Alhamdulillah berjalan dengan lancar untuk kegiatan pasanggiri. Ada empat kategori yang dilombakan, yakni perseorangan, berkelompok, aplikasi teknik dan teori, dan kategori massal,” papar Dwi. 

Menurutnya, melatih jurus PERSINAS ASAD merupakan praktek yang positif dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kegiatan tersebut bermanfaat dalam konteks melindungi diri sendiri dan keluarga. Di samping itu, pencak silat merupakan salah satu bentuk olahraga tradisional masyarakat Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO. Tentunya, upaya pelestarian bela diri tersebut sangat diharapkan oleh negara dalam rangka melestarikan budaya bangsa. 

Read More

“Target yang ingin dicapai adalah untuk mengasah keterampilan pesilat PERSINAS ASAD agar mereka selalu ingat bagaimana cara menjurus, bagaimana cara menerapkan kembangan dari jurus itu. Kemudian untuk praktek sehari-hari yang sifatnya positif adalah untuk berlindung atau melindungi keluarganya. Kemudian salah satunya juga, kami ikut membantu negara dalam mengolahragakan masyarakat,” jelas Dwi.

Senada dengan Dwi, Dewan Pembina PERSINAS ASAD Kapanewon Mlati, Yuli Mardiyono, M.Eng.Sc. menyebut pesilat PERSINAS ASAD memang diharapkan memiliki karakter yang sesuai dengan filosofi ASAD itu sendiri, Aman untuk Selamat, Ampuh untuk Damai. Karakter seperti berserah diri kepada Allah, senantiasa menjalankan amanah, dan berbudi luhur juga selalu ditekankan dalam setiap latihan PERSINAS ASAD. 

Seremoni pembukaan pasanggiri Kapanewon Mlati (dok. jurnalis)

“Jadi sesuai dengan filosofi ASAD, sebagai pesilat PERSINAS ASAD, pertama kami selalu berserah diri kepada Allah. Yang kedua kami selalu melaksanakan amanah kami masing-masing. Melalui PERSINAS ASAD, kami melatih mental kami untuk selalu taat terhadap perintah, kalau itu larangan ya kami menjauhi, kalau itu cerita kami bisa mempersungguh sak pol kaweruh-nya, bahwa ini semuanya menjadi perjuangan. Jadi karakter pertama yang dimiliki oleh PERSINAS ASAD adalah budi luhur,” jelas Yuli. 

Kegiatan pasanggiri saat ini telah menjadi agenda yang berjalan rutin. Hal tersebut, menurut Dwi, juga dalam rangka untuk meningkatkan semangat dan memantik minat pesilat dalam berlatih jurus PERSINAS ASAD. Juga, agenda tersebut dapat membantu mengembangkan setiap padepokan PERSINAS ASAD dalam mewujudkan warisan jurus dari pendekar PERSINAS ASAD yang diharapkan dapat melahirkan jawara-jawara pencak silat selanjutnya.

“Kami dari dewan pembina berharap agar padepokan PERSINAS ASAD Kapanewon Mlati ini bisa berkembang. Jadi, kalau sekarang sudah seluruh provinsi ada padepokan, di masing-masing provinsi itu kami harap di semua kabupaten juga bisa mengembangkan PERSINAS ASAD ini. Dan saya yakin dari pertumbuhan PERSINAS ASAD ini termasuk pertumbuhan yang sangat luar biasa. Dari perguruan lain pun sudah bisa melihat bahwa PERSINAS ASAD ini walaupun lahirnya belum lama tapi sudah bisa sejajar dengan (perguruan) yang lama,” pungkas Yuli.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *