Jogjakeren – Di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini pertumbuhan ekonomi masyarakat turun, bahkan perputaran perdagangan di masyarakat pun juga lesu sehingga mendorong para tokoh MUI Gunungkidul bergerak membantu mengatasi problem yang dihadapi masyarakat.
Untuk mengatasi hal tersebut, MUI Gunungkidul menggelar pertemuan dilanjutkan diskusi bersama. Bertempat di Sekretariat DPD LDII Gunungkidul Piyaman, Wonosari, Sabtu (31/10/2020) kegiatan dilaksanakan sebagai upaya untuk pengembangan ekonomi umat di masa pandemi.
Pertemuan tersebut di hadiri Plt MUI Dr. H. Asrofi S.Ag., M.Hum. didampingi Sekretaris Umum H. Mukotib, S.Ag., M.Pd.I. Hadir pula ketua BAZNAS Gunungkidul Drs. H. Samin Fauzi yang diundang langsung oleh MUI untuk memberikan arahan terkait problem ekonomi umat saat ini.
Pertemuan yang digagas MUI kali ini dikemas dalam tema “Wakaf dan Pengembangan Ekonomi Umat Islam di Gunungkidul” yang disampaikan oleh Dr. H. Ardito Bhinadi, S.E., M.Si. (Wakil Sekretaris Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Pusat dan Dosen Fakultas Ekonomi UPN Veteran Yogyakarta).
Dalam kesempatan tersebut, ketua DPD LDII Gunungkidul Nurasid, S.H. menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran kepengurusan MUI Gunungkidul yang telah memberikan kesempatan kepada LDII sebagai ajang pertemuan seperti saat ini. “Dalam kesempatan ini kita tetap mengupayakan semaksimal mungkin agar pertemuan ini berjalan dengan nyaman. Walaupun masih dalam kondisi pandemi, kita gunakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua MUI Gunungkidul Dr. H. Asrofi selain membahas berbagai problem umat juga berpesan agar silahturahmi bersama tetap berjalan.
Ia menambahkan, MUI Gunungkidul akan belajar dengan LDII tentang pengembangan ekonomi umat, karena LDII sudah lebih dahulu maju dalam hal pembangunan pengembangan ekonomi. “Harapanya kita belajar untuk kemlahasatan umat,” terangnya.





