Jogjakeren – Jajaran Pengurus Harian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Gunungkidul silahturahmi dengan MUI Kabupaten Gunungkidul, Jumat (11/9/2020) bertempat di rumah Santri Komplek Masjid Agung Al-Ikhlas Kota Wonosari. Kehadiran Pengurus Harian DPD LDII Gunungkidul diterima langsung oleh Plt. Ketua MUI Gunungkidul DR. KH. Asrofi, S.Ag., M.Hum.
Audensi kali ini, ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul H. Nurasid, S.H. didampingi Wakil Ketua Drs. Suharyanto, M.M., H. Sukadi, S.I.P., M.M., H. Wasito, S.Pd., M.M. dan Sekretaris DPD LDII Edy Herpranowo, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut Nurasid memperkenalkan diri dari Pengurus Harian yang hadir dan ikut mendampingi.
Ketua LDII Gunungkidul Nurasid, SH menyampaikan hasil pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII yang dibuka secara resmi oleh Menteri Agama RI Jenderal Purnawirawan Fachrul Razi pada Rabu-Kamis/19-20 Agustus 2020. Kemenag mengajak agar kemajemukan senantiasa dijaga sehingga tidak menimbulkan gesekan-gesekan yang mengarah disintegrasi bangsa. Toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain, menghormati kesenjangan budaya sehingga tercapai kesamaan sifat. Toleransi dapat dijaga dengan merasa senasib sepenanggungan mempunyai rasa kebangsaan atau nasionalisme dan juga menghargai hak setiap warga.

Nurasid menambahkan, LDII selalu siap berkomunikasi dan membantu program kerja MUI. “Harapannya program kerja yang dilaksanakan MUI bisa berjalan dengan baik tanpa ada kendala yang tidak kita inginkan,” harapnya.
Plt. Ketua MUI berharap kepada LDII untuk selalu bisa memberikan arahan atau nasihat untuk bisa berkontribusi kepada lembaga melalui syiar berdakwah membangun ukhuwah sehingga ukhuwah terjaga.
Disinggung oleh Plt. Ketua MUI tentang ekonomi syariah LDII, menurutnya sudah berjalan bagus dengan baik. “Sehingga saya akan belajar dengan LDII,” ungkapnya.
Menurutnya, ekonomi syariah yang dikembangkan oleh LDII akan dijadikan referensi oleh MUI Gunungkidul. “Ini merupakan perkembangan ekonomi syariah yang baik bagi umat Islam,” pungkasnya.





