Yogyakarta, jogjakeren.com – Open Store Pakaian Barokah merupakan agenda tahunan di bulan Ramadan yang mempunyai konsep bazar baju bekas atau thrifting. Istilah thrifting dipopulerkan oleh kalangan anak muda Gen-Z dan millenial yang identik dengan berbelanja di toko pakaian bekas berupa pakaian yang masih bagus dan pantas dipakai. Hanya saja pada Open Store Pakaian Barokah ini tidak dipungut biaya apapun dan tidak hanya pakaian bekas pakai saja tetapi juga pakaian yang masih baru.
Pada bulan Ramadan tahun ini, Open Store Pakaian Barokah diadakan di kompleks Masjid Baitussalam yang beralamatkan di Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Maret dan berakhir hari Minggu, 24 Maret 2024. Kegiatan berbagi yang diinisiasi DPD LDII Kota Yogyakarta ini dari tahun ke tahun jumlah pakaian yang dikumpulkan relatif hampir sama, yaitu kurang lebih sebanyak 1.500 potong pakaian.

Pakaian yang terkumpul baik pakaian laki-laki maupun perempuan dipajang rapi, disesuaikan dengan jenis pakaian sehingga memudahkan masyarakat dalam memilih pakaian. Open Store Pakaian Barokah ini merupakan agenda yang memberikan dampak positif baik bagi masyarakat yang ingin berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
“Kami dari panitia memfasilitasi masyarakat pada bulan Ramadhan ini yang memiliki pakaian yang masih layak dan masih bagus, bisa disedekahkan dan dikumpulkan ke panitia, kemudian kami buat bentuk open store seperti ini bertujuan agar masyarakat yang lebih membutuhkan pakaian tersebut bisa memilih pakaian yang diminati sesuai ukuran dan kehendaknya masing-masing, kami sediakan juga fitting room bagi mereka yang ingin mencoba pakaian yang mereka minati sebelum dibawa pulang agar tidak saah ukuran,” ungkap H. Heri S, Panitia Open Store Pakaian Barokah 2024.
Seperti yang sudah disampaikan bahwa sasaran dari Open Store Pakaian Barokah ini adalah masyarakat yang dipandang membutuhkan, dari panitia membagikan sebanyak 425 kupon secara gratis kepada masyarakat yang dipandang kurang mampu. Kupon tersebut dibawa oleh peserta kemudian diserahkan ke panitia di lokasi, kemudian peserta dapat masuk ke ruangan untuk memilih pakaian yang diminati untuk dibawa pulang.

Panitia menyampaikan rasa bersyukur bisa memfasilitasi dan menyiapkan agenda yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan ini, ”Kami merasa bersyukur karena dapat memberikan fasilitas kepada saudara-saudara yang ingin bersedekah pakaian kepada saudara kita yang membutuhkan,” tandas H. Heri.
Tak sampai disitu, agenda ini ditutup dengan buka bersama antara peserta Open Store Pakaian Barokah dengan Santri PPPM Baitussalam di Masjid Baitussalam Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.





