Yogyakarta, Jogjakeren.com – Kontingen sepak bola usia dini asal Yogyakarta, tim FORSGI DIY 2, terus mematangkan persiapan jelang partisipasinya dalam turnamen bergengsi Piala Bela Negara. Turnamen ini dijadwalkan akan berlangsung selama empat hari pada 23–26 Juli 2026, bertempat di Lapangan Minhajurrosyidin, Jakarta Timur.
Manajer Tim FORSGI DIY 2, Imam Shadikin, mengungkapkan bahwa persiapan tim telah dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek teknis maupun non-teknis, guna memberikan performa terbaik di kancah nasional.
Dalam aspek teknis, Imam memberikan keleluasaan penuh kepada tim pelatih untuk meracik strategi bagi anak-anak kelompok usia 10 tahun tersebut. Intensitas latihan terjadwal dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Rabu dan Minggu. Selain latihan bersama, para pelatih juga memberikan materi tambahan dalam bentuk pekerjaan rumah (PR) agar kemampuan individu anak-anak tetap terasah meski di luar jadwal latihan resmi.
Sementara itu, untuk aspek non-teknis, fokus utama diarahkan pada penguatan mental bertanding. Imam menekankan pentingnya pendekatan personal antara pelatih, official, dan pemain.
“Kami sengaja membangun komunikasi yang hangat agar anak-anak merasa nyaman dan berani terbuka mengenai kendala yang mereka hadapi. Saya selalu berpesan kepada mereka, jaga kondisi fisik kalian, istirahatlah yang cukup, jangan begadang, dan makanlah makanan yang bergizi agar stamina tetap prima saat pertandingan nanti,” ujar Imam.

Sebagai bentuk simulasi pertandingan, tim FOSGI DIY 2 juga aktif melakukan uji coba (sparing) dengan beberapa Sekolah Sepak Bola (SSB) lainnya di Yogyakarta untuk membiasakan mental bertanding anak-anak sebelum berangkat ke Jakarta.
Ketika ditanya mengenai target, Imam menegaskan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan utama. Hal yang lebih esensial adalah bagaimana anak-anak mampu bermain dengan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta menerapkan nilai-nilai “29 Karakter” di dalam maupun di luar lapangan.
“Target utama kami jelas, saya ingin anak-anak bermain sebaik mungkin dengan menjunjung tinggi sportivitas dan menerapkan 29 karakter yang sudah diajarkan. Jika Allah paring (memberikan) kemenangan dalam setiap pertandingan, itu adalah bonus yang patut kita syukuri bersama,” tegasnya.
Kepada para pemain, Imam menitipkan pesan agar senantiasa bersyukur atas kesempatan berharga mengikuti turnamen besar ini. Ia mendorong anak-anak untuk berlatih dengan sungguh-sungguh dan disiplin mentaati setiap arahan pelatih.
“Saya sampaikan kepada anak-anak, syukuri kesempatan ini karena kalian sudah ditakdirkan untuk mengikuti turnamen besar ini. Latihlah diri kalian dengan sungguh-sungguh, taati setiap arahan pelatih di lapangan, dan jadilah pemain yang berkarakter kuat. Semoga tim DIY 2 mampu mengharumkan nama Yogyakarta,” pungkas Imam.





