Yogyakarta, jogjakeren.com – Permasalahan remaja wanita adalah bau badan. Hal itu disebabkan kondisi fisik yang masih lincah untuk menghasilkan keringat dan kegiatan yang padat.
“Kondisi tersebut terkadang membuat kita tidak sadar kalau ternyata badan kita mengeluarkan bau yang tidak sedap,” kata dr. Iin Nadzifah di hadapan remaja LDII Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul pada acara “Talkshow Healthy Inside Women: Kebersihan Diri dan Kesehatan Reproduksi”, Minggu (17/9/2023).
Tentu kita bertanya-tanya apa penyebabnya. Dokter Iin menjelaskan ada lima faktor yang menyebabkan bau badan.
Pertama, diet yang tidak sehat. Mengonsumsi obat-obatan diet yang abal-abal dan membatasi asupan nutrisi dengan dalih sedang diet dapat menyebabkan bau badan.

Kedua, mengonsumsi jenis makanan dan minuman tertentu. “Ada beberapa jenis makanan atau minuman yang menyebabkan bau badan jika dikonsumsi dengan porsi berlebih. Contohnya jengkol, pete, dan bawang-bawangan,” jelas dokter Iin yang sehari-hari berdinas di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY.
Ketiga, bakteri. Pada dasarnya keringat adalah air atau cairan, namun karena tidak menjaga kebersihan badan dengan benar keringat bercampur dengan bakteri yang mengakibatkan badan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Keempat, mengenakan pakaian ketat dan tidak menyerap keringat. Tubuh perlu ruang untuk bernafas. Ketika kita mengenakan pakaian yang ketat maka kelembapan akan meningkat, ditambah bahan pakaian yang tidak menyerap keringat menjadikan keringat berlebih dan bau badan. “Ini tidak hanya berlaku untuk pakaian luar, tapi juga untuk pakaian dalam,” katanya.
Kelima, stres. Terbukti secara ilmiah dengan banyaknya penelitian yang membuktikan bahwa stres dapat memicu seseorang untuk memproduksi keringat secara berlebihan.
“Lalu bagaimana cara kita untuk mencegah bau badan?” tanya dokter Iin. Berikut ini perawatan untuk mencegah bau badan.
Pertama, mandi dua kali sehari. Kedua, gunakan pakaian yang bahannya menyerap keringat dan tidak ketat. Ketiga, gunakan produk kesehatan anti bakteri, seperti sabun, shampoo dan deodorant.
“Keempat, membasuh kemaluan dengan teori dari arah depan ke belakang, kelima, mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali, keenam, olahraga untuk menaikan mood, agar tidak stres,” papar dokter Iin.





