Yogyakarta, jogjakeren.com – Bagi seorang perempuan, siapa yang tidak ingin terlihat cantik. Namun, perlu diingat bahwa cantik yang dibutuhkan perempuan tidak hanya cantik di luar tetapi juga cantik di dalam.
“Tidak hanya wajah yang perlu dirawat, tetapi organ reproduksi juga perlu dijaga dan dirawat,” kata dr. Iin Nadzifah dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY. Menurutnya, ada empat cara untuk menjaga dan merawat organ reproduksi perempuan.
Pertama, tidak boleh lembab. “Setelah buang air atau mandi lap dengan handuk atau kain yang hanya digunakan untuk mengeringkan daerah vagina dan selangkangan,” jelasnya.
Kedua, ganti celana dalam minimal dua kali sehari. Ketiga, tidak dianjurkan untuk menggunakan pantiliner setiap hari. Keempat, hanya melakukan hubungan seksual dengan pasangannya (suami/istri).
“Apa yang akan terjadi jika kita tidak merawat dan menjaga organ reproduksi?” tanyanya. Yang terjadi adalah Inveksi Menular Seksual (IMS) atau Penyakit Menular Seksual (PMS).
Dijelaskan dr. Iin, IMS adalah penyakit inveksi yang menular melalui hubungan seksual. Penyakit ini disebabkan kebiasaan yang tidak benar dalam menjaga dan merawat organ reproduksi, sehingga bakteri, jamur dan virus bersarang.
Lebih lanjut dr. Iin menjelaskan jenis-jenis IMS. Pertama, sifilis. Merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri treponema pallidum. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa luka pada alat kelamin atau mulut.
Kedua, gonore/kencing nanah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri neisseria gonorrhoeae. Banyak orang mengidentifikasi kondisi ini dengan penyakit kencing nanah karena menyebabkan keluarnya cairan saat buang air kecil sehingga menimbulkan rasa sakit pada alat kelamin.
Ketiga, kutil kelamin. Penyakit ini disebabkan oleh virus human papilloma yang terletak di sekitar alat kelamin. Kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit namun sering menimbulkan rasa gatal dan kemerahan.
Keempat, herpes genital. Ini adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Herpes genital dapat menimbulkan rasa nyeri, gatal, dan luka pada area genital pengidapnya. Namun, bisa juga seseorang tidak menunjukkan gejala apapun tetapi dapat menularkan virus, meskipun mereka tidak mengalami luka yang terlihat.
Kelima, HIV. Penyakit ini disebabkan oleh virus human immunodeficiency yang menyebar melalui cairan tubuh dan menyerang sistem kekebalan tubuh.
“Penyakit IMS dapat disebabkan kurangnya pengetahuan dan edukasi tentang organ reproduksi, banyak masyarakat utamanya orang tua masih merasa tabu untuk membicarakan hal ini kepada buah hatinya dan masyarakat,” kata dokter Iin.
Faktor lain yang menyebabkan IMS adalah rasa takut, malu untuk konsultasi ketika sudah ada gejala yang dialami, sehingga ketika sudah parah susah untuk diobati. “Banyak masyarakat yang tanpa sadar tertular bahkan menularkan penyakit ini kepada orang-orang tersayang dan sekitarnya,” pungkas dokter Iin di hadapan remaja putri Masjid Baitussalam pada acara “Talkshow Healthy Inside Women: Kebersihan Diri dan Kesehatan Reproduksi”, Minggu (17/9/2023).





