Popda 2024 Cabor Pencak Silat, Pesilat PERSINAS ASAD Borong 9 Medali

PERSINAS ASAD Kulon Progo
Pesilat PERSINAS ASAD Kulon Progo yang mengikuti Popda 2024 cabor pencak silat berhasil memborong 9 medali.

Kulon Progo, jogjakeren.com – PERSINAS ASAD Kabupaten Kulon Progo merebut 4 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu dalam ajang Popda 2024 cabang olahraga pencak silat Kabupaten Kulon Progo yang berlangsung di GOR Cangkring Kabupaten Kulon Progo pada Sabtu-Minggu (3-4/2/2024). Popda cabor pencak silat diikuti 292 atlet.

Mereka yang meraih emas adalah Taja Yusyak Nasrullah (Tanding kelas B putra SMP), Fahda Abdillah Royatil Islam (Seni tunggal putra SMA), Juliano Rakasiwi (Seni tunggal putra SD), dan Febila Syifa Aliyya Nafi (Seni tunggal putri SMA). Adapun peraih medali perak adalah Adhitiya Alfiansyah (Tanding kelas G putra SMK), M. Ullum Syafa Rayhan (Seni seni tunggal Putra SMP), Triyana Joko Panuwun (Tanding kelas A putra SMK), dan Raditya Bagus Susanto (Seni tunggal putra SMA). Selanjutnya, peraih medali perunggu adalah Ikhsan Rifai (Seni tunggal putra SMP).

PERSINAS ASAD Kulon Progo
Para pesilat PERSINAS ASAD Kulon Progo bersama pelatih yang mengikuti Popda 2024 Kulon Progo.

Ketua IPSI Kulon Progo Drs. Nur Wahyudi, M.M. mengatakan seleksi ini untuk menjaring pesilat di Kulon Progo yang terbaik dari SD, SMP, dan SMA. “Kepada pelatih dan atlet agar meningkatkan prestasi untuk nama baik Kulon Progo. Untuk itu, para atlet sudah semestinya kalau prestasinya tidak hanya di Kulon Progo tetapi ke tingkat Provinsi DIY atau yang lebih tinggi lagi,” katanya. Pihaknya meminta kepada para atlet agar tetap menjaga sportivitas yang tinggi.

Read More

Sementara itu, Ketua Pengkab PERSINAS ASAD Kulon Progo Rohmat Hartono, S.Pd.I. yang ditemui usai keberhasilan itu mengatakan bahwa kemenangan dalam Popda bukanlah segala-galanya karena jalan yang harus dilalui masih panjang untuk dapat meraih prestasi yang lebih tinggi. “Maka meski menjadi juara, atlet supaya tetap berlatih dengan tekun dan sering mengikuti setiap ada event untuk menambah jam terbang pertandingan serta menjaga sportivitas,” ujarnya.

Rohmat berpesan, etika bertanding bagi atlet juga harus ditunjukkan dalam berlaga serta dalam kegiatan sehari-hari. “Tunjukkan sikap dan tingkah laku yang akhlakul karimah, baik dalam bertanding maupun dalam pergaulan sehari-hari,’’ ucapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *