Yogyakarta, jogjakeren.com – Untuk menanggulangi penyebaran penyakit TBC kepada para santrinya, Pengurus Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam Mantrijeron, Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melalui Puskesmas Mantrijeron menggelar Active Case Finding (ACF). Kegiatan ini adalah pemeriksaan rontgen dada dengan mobile X-ray yang merupakan screening penyakit TBC secara cepat.
Acara yang berlangsung pada Sabtu (6/1/2024) ini, bertempat di halaman PPPM Baitussalam, Jalan Gedongkiwo No.606, Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Peserta lebih dari 100 orang yang terdiri dari semua santri pondok, guru pondok, dan masyarakat sekitar pondok serta siswa SMK Muhammadiyah Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta.
Ketua Pelaksana ACF, dr. Fitri Zamzam menyampaikan, kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pemprov DIY dengan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dalam rangka eliminasi penyakit TBC. Dijabarkan lagi bahwa penyakit TBC menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dan juga di D.I.Yogyakarta. Memperhatikan hal ini, upaya pencegahan dan pengendaliannya menjadi keharusan, mengingat eliminasi TBC tahun 2030 telah dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan.

Dikatakan dr. Fitri, Pemerintah Kota Yogyakarta dalam rangka eliminasi TBC menerapkan strategi program yang untuk diimplementasikan secara komprehensif, terpadu, dan sinergis. “Program ini akan berhasil jika mendapat dukungan dan sinergi dengan berbagi pihak untuk mewujudkannya, salah satunya, mengadakan kegiatan di pondok ini,” ungkapnya.
Suroto, Amd.Kep., Seksi Kesehatan PPPM Baitussalam, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung program Pemerintah Daerah DIY dalam menanggulangi dan eliminasi penyakit TBC. Selain itu, juga sekaligus sebagai ujud kepedulian kesehatan kepada warga masyarakat sekitar pondok.
Ditambahkan H. Suroto, pada awalnya ada salah satu santri pondok yang positif TBC. Agar tidak menyebar ke santri pondok yang lain, kejadian ini dilaporkan ke Puskesmas Mantrijeron untuk diadakan tindak lanjut penanganannya. “Dengan ACF ini diaharapkan semua santri pondok bisa terdeteksi kesehatannya, terutama penyakit TBC,” imbuhnya. “Harapannya, semua santri dan guru pondok dalam kondisi sehat, sehinga kegiatan rutin bisa berjalan dengan maksimal,” pungkasnya.





