Magetan, Jogjakeren.com – Bertempat di Kantor Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, telah dilaksanakan acara Penerimaan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada pada Selasa (24/6/2025). Acara ini menjadi simbol dimulainya kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa UGM, khususnya di Desa Dadi dan Puntukdoro.
Turut hadir dalam kegiatan ini, yakni Sekretaris Kecamatan Plaosan, perwakilan Desa Puntukdoro, Wakil Kapolsek Plaosan, Koramil Plaosan, Kepala Puskesmas Plaosan, dan Kepala Bidang Litbang Bappeda Magetan.

Mewakili Dosen Pembimbing Lapangan, Purwanta, S.Kp., M.Kes., sambutan pertama disampaikan oleh Abdul Rozakhi selaku Koordinator Mahasiswa Unit. Ia memperkenalkan tema kegiatan KKN-PPM tahun ini, yakni “Pengembangan Potensi Sumber Daya Lokal yang Berkelanjutan Guna Membangun Masyarakat Madani”. Program kerja yang diusung meliputi berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan, UMKM, hingga literasi digital dan sosial kemasyarakatan.
“Kami berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari seluruh jajaran pemerintahan kecamatan, TNI-Polri, puskesmas, hingga perangkat desa agar sinergi antara kampus dan masyarakat dapat terwujud dengan baik,” harap Zakhi, sapaan akrabnya.

Sekretaris Kecamatan Plaosan yang hadir mewakili Camat Plaosan, menyampaikan beberapa pesan mendalam kepada para mahasiswa. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa menjalankan KKN bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan benar-benar memberikan dampak nyata. Ia menegaskan pentingnya mengidentifikasi permasalahan di desa secara bertahap dan realistis. “Jika belum dapat diselesaikan, nantinya dapat menjadi PR berkelanjutan bagi generasi mahasiswa selanjutnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Litbang Bappeda Kabupaten Magetan, Muhammad Noor Majid, S.STP., menyampaikan apresiasi khusus kepada Desa Dadi dan Puntukdoro sebagai desa binaan yang potensial untuk dijadikan mitra kolaboratif universitas. Ia menekankan konsep KKN Berdampak, yakni KKN yang produktif, kolaboratif, dan bersinergi.

Ia mengajak mahasiswa untuk aktif menggali potensi dan permasalahan desa, serta memberikan sumbangsih pemikiran. “Kami berharap mahasiswa dapat mendorong digitalisasi desa dan pemberdayaan program yang sudah ada,” ujarnya. Mahasiswa juga didorong membangun relasi personal yang kuat dengan masyarakat dan menjalin komunikasi dengan instansi terkait untuk menyukseskan program kerja.
Acara ditutup dengan penerimaan simbolis mahasiswa oleh pemerintah kecamatan dan sesi dokumentasi bersama seluruh tamu undangan. Diharapkan kegiatan KKN-PPM UGM ini dapat menjadi awal kolaborasi berkelanjutan dalam upaya pengembangan desa dan pemberdayaan masyarakat.





