Memiliki pasangan yang dewasa secara emosional adalah impian banyak orang. Namun, bagaimana jika usia kronologisnya sudah dewasa, tetapi perilakunya masih seperti anak-anak?. Fenomena ini sering disebut sebagai man child atau laki-laki dewasa yang hanya sekadar angka. Mengenal ciri-cirinya sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat dan setara.
Berikut adalah 12 ciri pasangan bersifat man child yang perlu Anda waspadai:
1. Tidak Mau Mengambil Tanggung Jawab
Dia menghindari tanggung jawab domestik, keuangan, atau bahkan emosional dalam hubungan. Segala masalah selalu disalahkan pada orang lain atau keadaan.
2. Ketergantungan Ekstrem pada Ibu atau Orang Tua
Urusan pribadinya, seperti mencuci baju atau mengurus dokumen penting, masih sangat bergantung pada ibunya, bahkan setelah berumah tangga.
3. Tidak Bisa Mengelola Emosi dengan Baik
Ciri man-child yang mencolok adalah mudah marah, mengamuk, atau membentak ketika keinginannya tidak terpenuhi, persis seperti anak kecil yang tantrum.
4. Minimnya Kontribusi dalam Urusan Rumah Tangga
Dia menganggap pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, dan membersihkan adalah tugas pasangannya sepenuhnya.
5. Selalu Butuh Dimanja
Dia ingin selalu menjadi pusat perhatian dan merasa berhak untuk dilayani, tanpa memedulikan kebutuhan dan perasaan pasangannya.
6. Gagal dalam Perencanaan Masa Depan
Hidupnya hanya berfokus pada kesenangan sesaat tanpa memiliki tujuan jangka panjang yang jelas, baik dalam karier maupun kehidupan berkeluarga.
7. Tidak Mau Mengakui Kesalahan
Ego yang tinggi membuatnya sulit untuk meminta maaf atau mengakui bahwa dirinya salah, bahkan untuk hal-hal sepele.
8. Keterampilan Hidup Mandiri yang Buruk
Kemampuan dasar seperti memasak makanan sederhana atau menyetrika baju seringkali tidak dikuasai sama sekali.
9. Lebih Mementingkan Hobi daripada Komitmen
Bermain game, nongkrong dengan teman, atau hobi lainnya selalu diutamakan dibandingkan kewajiban dan waktu bersama keluarga.
10. Sering Berbohong atau Menutupi Masalah
Alih-alih menyelesaikan masalah, dia memilih untuk berbohong atau menyembunyikannya karena takut menghadapi konsekuensi.
11. Harus Selalu Diberi Tahu
Dia tidak memiliki inisiatif sendiri. Anda harus terus-menerus mengingatkannya untuk mengerjakan sesuatu, layaknya seorang ibu yang mengingatkan anaknya.
12. Tidak Dapat Diandalkan dalam Situasi Sulit
Ketika menghadapi tekanan atau krisis, dia cenderung melarikan diri atau justru menambah beban Anda, alih-alih menjadi penyangga dan partner yang solutif.
Mengenali ciri-ciri man child atau laki-laki dewasa yang hanya sekadar angka adalah langkah pertama yang krusial. Hubungan yang sehat dibangun di atas kemitraan, di mana kedua belah pihak saling mendukung dan bertanggung jawab. Jika Anda menemukan banyak ciri-ciri ini pada pasangan, komunikasi yang jujur dan tegas sangat diperlukan. Terkadang, bantuan dari konselor hubungan juga dapat menjadi pilihan untuk membangun kesadaran dan perubahan perilaku, demi hubungan yang lebih matang dan harmonis di masa depan.





