Jogjakeren.com – Letusan dahsyat Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dampak langsung dari sebaran abu vulkanik ini adalah pembatalan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Hingga saat ini, 4 penerbangan di Bandara Komodo dibatalkan sebagai langkah antisipasi demi keselamatan penumpang.
Menurut Humas Bandara Internasional Komodo, Marwa, pembatalan ini merupakan respons terhadap sebaran abu vulkanik yang dihasilkan oleh erupsi Gunung Lewotobi. “Karena ada sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki,” jelasnya pada Senin (18/8/2025).
Rincian Penerbangan yang Dibatalkan
Keempat penerbangan yang terdampak dan 4 penerbangan di Bandara Komodo dibatalkan semuanya dioperasikan oleh maskapai Wings Air. Penerbangan tersebut terdiri dari dua rute pergi pulang (PP), yaitu:
- Wings Air rute Ende-Labuan Bajo (Pulang Pergi)
- Wings Air rute Maumere-Labuan Bajo (Pulang Pergi)
Pembatalan ini dilakukan oleh pihak maskapai masing-masing untuk menghindari risiko penerbangan di tengah kondisi cuaca yang tidak aman akibat abu vulkanik.
Status Bandara Komodo dan Antisipasi Lainnya
Meskipun 4 penerbangan di Bandara Komodo dibatalkan, status bandara secara keseluruhan masih dibuka untuk operasional. Petugas Bandara Internasional Komodo terus melakukan pemantauan ketat dengan melakukan paper test.
Paper test adalah prosedur yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik di area landasan pacu. Jika hasil tes menunjukkan adanya endapan abu vulkanik, bandara akan segera ditutup untuk semua aktivitas penerbangan demi menjaga keselamatan.
Pembatalan penerbangan ini menunjukkan betapa krusialnya peran informasi dari BMKG dan pihak bandara dalam memastikan keamanan perjalanan udara. Pihak maskapai dan bandara akan terus berkoordinasi untuk memantau situasi dan akan kembali membuka rute penerbangan setelah kondisi dianggap aman dari bahaya abu vulkanik.





