Ditolak 17 Kali Magang Gara-Gara Email “Abal-Abal”? Ini Triknya!

Ditolak 17 Kali Magang
Ditolak 17 Kali Magang Gara-Gara Email Abal-Abal Ini Triknya! (sumber gambar: Freepik)

Melamar magang atau pekerjaan adalah sebuah seni. Sering kali, kita terlalu fokus pada CV dan portofolio, sampai lupa bahwa “kartu nama” pertama yang dilihat HRD atau perekrut adalah email lamaran. Percaya atau tidak, banyak lamaran yang langsung gugur hanya karena format email yang tidak profesional. Pengalaman ditolak belasan kali adalah pelajaran berharga yang membuktikan bahwa email lamaran bukan cuma formalitas, melainkan alat strategis yang bisa menentukan nasibmu.

Jadi, bagaimana cara mengubah email “abal-abal” menjadi magnet yang menarik perhatian? Berikut trik jitu yang bisa langsung kamu terapkan.

1. Judul Email yang Nggak Biasa

Jangan gunakan judul yang pasaran seperti “Lamaran Kerja” atau “Permohonan Magang”. Judul seperti itu akan tenggelam di antara ratusan email lain. Buatlah judul yang singkat, jelas, dan langsung ke poin.

Read More

Contoh yang salah:

  • Lamaran Kerja_Ardi Ramadhan
  • CV_Magang Design

Contoh yang benar:

  • Lamaran Magang Content Writer – (Nama Lengkap)
  • Fresh Graduate – Pendaftar Posisi Marketing di [Nama Perusahaan]
  • [Nama Posisi] – (Nama Lengkap) – Tertarik Berkontribusi

2. Isi Email yang Rapi dan Terstruktur

Bayangkan dirimu adalah perekrut yang sibuk. Mereka hanya punya waktu beberapa detik untuk membaca emailmu. Oleh karena itu, isi email harus ringkas, jelas, dan mudah dibaca.

Salam Pembuka

  • Gunakan sapaan formal dan personal. Hindari “Kepada Yth.” atau “Yang Terhormat.” Langsung sebutkan nama perekrut jika kamu tahu.
  • Contoh: “Selamat pagi, Bapak/Ibu [Nama Perekrut]” atau “Halo Tim Rekrutmen [Nama Perusahaan]”.

Paragraf Pertama – Perkenalkan Diri dan Tujuan

  • Di paragraf ini, langsung sampaikan identitasmu dan posisi yang kamu lamar. Sebutkan dari mana kamu mendapatkan informasi lowongan tersebut.
  • Contoh: “Saya [Nama Lengkap], seorang mahasiswa/lulusan [Jurusan/Universitas], yang sangat antusias untuk melamar posisi [Nama Posisi] yang saya temukan di [Sumber Informasi].”

Paragraf Kedua – Tunjukkan Nilai Dirimu

  • Jangan hanya mengatakan “saya tertarik.” Jelaskan kenapa kamu tertarik dan apa yang bisa kamu tawarkan. Singgung sedikit tentang pencapaianmu atau pengalaman relevan yang paling menonjol.
  • Contoh: “Selama masa kuliah, saya berhasil [Sebutkan Pencapaian], yang membuat saya yakin bisa memberikan kontribusi positif dalam [Tugas/Fungsi di Perusahaan].”

Paragraf Ketiga – Call-to-Action (CTA) dan Lampiran

  • Ajak perekrut untuk melihat CV dan portofoliomu yang sudah dilampirkan. Sampaikan harapan untuk bisa mengikuti tahapan selanjutnya, seperti wawancara.
  • Contoh: “Untuk pertimbangan lebih lanjut, saya melampirkan CV dan portofolio. Saya sangat menantikan kesempatan untuk berdiskusi lebih lanjut tentang bagaimana saya bisa memberikan nilai tambah bagi tim Anda. “

Penutup

  • Akhiri dengan salam yang profesional dan nama lengkapmu.
  • Contoh: “Hormat saya,” atau “Terima kasih banyak atas waktu dan perhatiannya.”

3. Perhatikan Hal-Hal Kecil yang Sering Terlupakan

  • Alamat Email Profesional
  • Hindari alamat email alay seperti namaku.ganteng@gmail.com. Gunakan format nama lengkapmu, contoh: namalengkap@gmail.com.
  • Lampiran
  • Pastikan nama file CV dan portofolio sudah rapi, misalnya CV_Nama Lengkap.pdf atau Portofolio_Nama Lengkap.pdf. Jangan biarkan nama file default seperti DOC12345.pdf.
  • Proofreading
  • Baca ulang emailmu sebelum dikirim. Pastikan tidak ada kesalahan ketik atau tata bahasa. Ini menunjukkan bahwa kamu teliti dan profesional.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *