Inilah 6 Cara Meredakan Pilek pada Bayi

Meredakan Pilek
Inilah 6 Cara Meredakan Pilek pada Bayi (sumber gambar: Freepik)

Sistem kekebalan tubuh bayi yang belum matang membuat mereka lebih mudah terserang penyakit. Perubahan cuaca yang tidak menentu juga mempercepat penyebaran virus dan bakteri, sehingga bayi rentan mengalami pilek. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara yang tepat untuk meredakan pilek pada si kecil agar tidak memburuk.

Pilek pada bayi ditandai dengan keluarnya cairan bening dari hidung, yang kemudian dapat berubah warna menjadi kuning atau hijau setelah beberapa hari. Keluarnya lendir ini sebenarnya adalah respons alami tubuh untuk melawan kuman. Namun, jika jumlah lendir terlalu banyak hingga menyumbat saluran hidung, hal ini bisa mengganggu pernapasan bayi dan membuatnya merasa tidak nyaman.

Tips Meredakan Pilek Pada Bayi

Mengonsumsi obat-obatan tidak akan menyembuhkan pilek, tetapi dapat membantu meredakan gejala yang menyertainya, seperti nyeri otot, sakit kepala, dan demam. Untungnya, ada berbagai cara lain yang dapat Anda lakukan untuk meringankan ketidaknyamanan si kecil akibat pilek. Berikut adalah beberapa tips untuk mengatasi hidung tersumbat pada bayi Anda.

Read More

1. Banyak Istirahat

Istirahat yang cukup adalah kunci utama dalam mengatasi pilek pada bayi. Kurang tidur bisa melemahkan tubuhnya, membuatnya lebih rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, pastikan si kecil mendapatkan istirahat yang banyak saat sedang pilek.

2. Gunakan Pelembab Udara

Menyalakan pelembap udara di dalam ruangan bisa membantu melembapkan udara, yang membuat lendir di hidung si kecil melunak dan lebih mudah keluar. Udara yang lebih hangat juga dapat memicu sedikit keringat, membantu membuka saluran hidung agar bayi bernapas lebih lega.

3. Gunakan Obat Semprot Hidung

Obat semprot hidung atau saline berfungsi untuk mengurangi produksi lendir dari tubuh yang membuat sumbatan di hidung. Baringkan Si Kecil ketika akan menggunakan obat ini, lalu semprotkan sebanyak 2–3 kali. Lendir akan keluar bersamaan dengan bersin atau batuk.

4. Gunakan Alat Penyedot Hidung

Cara mengatasi pilek Si Kecil lainnya adalah dengan menggunakan alat penyedot ingus atau bulb syringe. Alat ini digunakan ketika ingus tidak juga keluar setelah diberikan obat semprot atau saline. Alat ini berfungsi untuk mempercepat ingus keluar dari hidung, sehingga Si Kecil lebih mudah bernapas. Walau begitu, cara ini biasanya digunakan pada bayi yang usianya masih di bawah 6 bulan.

5. Atur Posisi Tidur Si Kecil

Mengubah posisi tidur Si Kecil dapat menjadi cara lain untuk mengatasi pileknya. Buatlah posisi kepala anak lebih tinggi daripada tubuhnya agar Si Kecil lebih nyaman saat bernapas. Selain itu, hal tersebut juga membuat lendir tidak menggumpal di hidung.

6. Perbanyak Cairan

Ibu juga perlu memastikan Si Kecil mendapatkan cairan yang cukup agar pilek dapat hilang. Pada bayi yang berusia di bawah satu tahun, susui Si Kecil sesering mungkin untuk memenuhi kebutuhan cairannya. Untuk anak yang lebih besar, ibu dapat memberikan air putih hangat yang dicampur dengan sedikit madu. Cairan yang hangat dapat membuat tubuh Si Kecil berkeringat, sehingga ingus yang berada di hidung dapat keluar dan membuat napas Si Kecil menjadi lebih lega.

Kapan Bunda Harus Ke Dokter?

Bawa anak ke dokter jika Anda merasa gejala pileknya lebih serius atau kondisinya justru memburuk. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai adalah:

  • Batuk yang disertai banyak lendir;
  • Sesak napas;
  • Sangat kelelahan;
  • Nafsu makan berkurang;
  • Sakit kepala;
  • Nyeri pada wajah atau tenggorokan sampai sulit menelan;
  • Demam mencapai lebih dari 39,3 derajat Celcius;
  • Nyeri dada atau perut;
  • Pembengkakan kelenjar di leher;
  • Sakit telinga.

Pada umumnya pilek bisa sembuh dalam satu minggu. Namun, jika pilek berlangsung lebih lama dan disertai dengan kondisi di atas, jangan tunda untuk memeriksakan Si Kecil ke dokter.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *