Bappenas Tegaskan Kesehatan dan Pendidikan Jadi Kunci Sukses Indonesia Emas 2045

Indonesia Emas 2045
Suharso Monoarfa, Menteri PPN/Kepala Bapennas (Dok. DPP LDII)

Jakarta, jogjakeren.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2023 Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) telah terselenggara dengan sukses. Lokasi rakernas LDII 2023 berlangsung di Grand Ballroom Gedung Serba Guna (GSG) Ponpes Minhaajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur pada Selasa-Kamis 7-9 November 2023.

Rakernas LDII 2023 dihadiri oleh para pengurus organisasi dan pejabat negara. Salah satunya adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa. Ia memberi pernyataan bahwa modal sosial menuju Indonesia Emas 2045 adalah persoalan pendidikan dan kesehatan. Ke depan, modal sosial yang sudah terimplementasi memberikan dampak positif pada bonus demografi negara.

“Kenapa saya sering mengatakan soal pendidikan dan kesehatan, kita sebutnya itu social capital karena modal sosial ini penting untuk menjemput Indonesia Emas 2045. Modal sosial ini penting untuk kita bisa memanfaatkan bonus demografi,” ujarnya menegaskan.

Read More

Suharso juga menjelaskan bahwa sebenarnya Indonesia telah mencapai bonus demografi sejak tahun 2002. Namun di tahun 2005 – 2023, menurut data yang ada kenaikan produktivitas anak muda hanya mencapai 1,8 persen. Kenaikan tersebut terbilang cukup rendah. Melalui data tersebut, Suharso menyimpulkan kualitas pendidikan menjadi unsur yang penting untuk memanfaatkan bonus demografi.

Pada permasalahan di tingkat kesehatan, ia menyenggol kepada para calon pengantin supaya memahami kondisi jasmani sebelum menikah. Calon pengantin diharapkan bisa memperoleh wawasan kesehatan untuk kehidupan mendatang. Pernyataan tersebut juga mengarah agar para warga Indonesia peduli mengenai kesehatan generasi bangsa.

“Pada calon ibu agar terpenuhi protein hewaninya. Telur itu protein hewani, sekitar 6,7 sampai 11 miligram satu butir telur. Kalau dua butir saja buat calon ibu itu sudah mengamankan generasi,” ucapnya.

Selanjutnya, Suharso juga menyampaikan bahwa kita perlu membandingkan rata-rata pendapatan kita dengan negara lain. Hal itu menjadi strategi menuju Indonesia Emas 2045.

“Karena kalau tidak membandingkan, lalu ukurannya apa? Jadi, kita mengukur itu. Mudah-mudahan tahun 2045 itu minimal pendapatan kita diangka 23.000 USD per kapita,”​ terangnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *