Kulon Progo (11/5). Festival Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI) DIY 2026 yang memperebutkan Piala Bupati Sleman menjadi pengalaman berharga bagi tim FORSGI Kulon Progo. Bertanding di Lapangan Sepak Bola Sidomoyo, Sleman, DIY, Minggu (10/5), skuad muda Kulon Progo berhasil membawa pulang prestasi sekaligus evaluasi penting untuk pembinaan ke depan.
Tim FORSGI Kulon Progo kategori usia 10 tahun (KU-10) sukses meraih juara 2. Ketua FORSGI Kulon Progo, Eko Waluyo Nugroho, menyebut hasil tersebut bukan sesuatu yang instan. Menurutnya, tim sudah dipersiapkan sejak tiga tahun terakhir dengan latihan yang rutin dan uji tanding yang konsisten.
“Alhamdulillah KU-10 bisa meraih juara 2. Sesuai arahan, tim ini kita isi dengan pembinaan karakter, dipersiapkan sejak tiga tahun lalu. Anak-anak cukup konsisten dalam latihan dan uji tanding. Selain itu mereka juga taat terhadap arahan pelatih, tentunya ditambah dukungan orang tua,” ujar Eko.
Ia menilai keberhasilan tim bukan hanya soal teknik bermain, tetapi juga kedisiplinan dan kekompakan yang dibangun sejak awal. Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting dalam perkembangan pemain usia dini.
Sementara itu, tim KU-12 FORSGI Kulon Progo meraih juara harapan 2. Meski belum sesuai target, Eko melihat tim memiliki potensi yang cukup baik, terutama dari sisi semangat bertanding. “Dari segi semangat sebenarnya anak-anak KU-12 ini tidak kalah dengan KU-10. Mereka juga punya semangat bermain yang bagus,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, terutama dalam konsistensi latihan dan uji coba pertandingan. Menurutnya, kurangnya intensitas kebersamaan membuat chemistry antarpemain belum terbentuk secara maksimal.
“Konsistensi dalam latihan dan uji tanding perlu kita evaluasi kembali, sehingga kekompakan tim nantinya bisa lebih padu. Selain itu, kondisi fisik pemain belum merata, sehingga saat pertandingan ketika fisik mulai turun, permainan jadi tidak sesuai arahan dan harapan pelatih,” jelasnya.
Ke depan, FORSGI Kulon Progo sudah menyiapkan sejumlah agenda pembinaan agar kemampuan pemain terus berkembang. Salah satunya dengan meningkatkan tingkat kehadiran pemain dalam latihan dan pertandingan uji coba.
Selain itu, FORSGI Kulon Progo juga berencana aktif mengikuti berbagai event sepak bola usia dini di DIY dan sekitarnya. Beberapa agenda yang disiapkan antara lain mengikuti Fun Game dan turnamen usia dini, Liga Anak PSSI Kulon Progo 2026, Liga FORSGI DIY 2026, hingga Festival FORSGI Nasional 2026 yang akan digelar di Lapangan Minhajurasyidin, Jakarta Timur, pada Juli 2026 mendatang.
Sepak Bola untuk Pembentukan Karakter
Festival FORSGI DIY sendiri mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Asprov PSSI DIY, hingga pemain PSS Sleman. Perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Sleman, Heru Saptono, mengapresiasi festival tersebut karena tidak hanya fokus pada kemampuan bermain sepak bola, tetapi juga pembentukan karakter anak.
“Di dalam kegiatan ini tidak hanya keterampilan fisik dan stamina saja yang diolah, tapi juga karakter sebagai pemain juga dibentuk,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Asprov PSSI DIY, Dessy Arfianto. Ia menilai Festival FORSGI menjadi sarana penting untuk menumbuhkan minat sepak bola pada anak-anak usia 10 hingga 12 tahun sekaligus mencetak bibit pemain potensial bagi PSS Sleman dan Timnas Indonesia.
“Kami berharap beberapa tahun ke depan ada pemain nasional bahkan pemain Timnas Indonesia yang berasal dari anak-anak yang bermain di tempat ini,” ujar Dessy.
Momentum festival tahun ini juga terasa istimewa setelah PSS Sleman berhasil promosi ke Liga 1. Pemain PSS Sleman, Arda Alfareza, turut hadir memberikan motivasi kepada para peserta agar terus berlatih dan tidak berhenti bermimpi.
“Selalu rajin berlatih, terus semangat, jangan pernah lelah untuk bermimpi. Tetap fair play dalam pertandingan dan jangan mencari musuh, di mana pun harus mencari teman,” pesan Arda.
Bagi FORSGI Kulon Progo, festival ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Lebih dari itu, menjadi bagian dari proses panjang membangun pemain muda yang disiplin, kompak, sportif, dan punya mental bertanding yang baik sejak usia dini.





