Sleman, Jogjakeren.com – Puskesmas Ngaglik terus menggencarkan program pencegahan anemia pada remaja putri melalui kegiatan minum Tablet Tambah Darah (TTD) bersama di SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS), Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kesehatan remaja yang dijalankan Puskesmas Ngaglik bekerja sama dengan sekolah untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini, khususnya bagi remaja putri yang rentan mengalami kekurangan zat besi.
Program itu mendapat respons positif dari siswa maupun guru karena dinilai membantu menjaga stamina, daya tahan tubuh, hingga meningkatkan konsentrasi belajar.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan anggota ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) sekolah. Mereka mendampingi proses pembagian dan konsumsi tablet tambah darah di setiap kelas, sekaligus memastikan para siswi tetap dalam kondisi aman setelah mengonsumsinya.
Pembina PMR IMBS Yogyakarta, Emilia Fatwarestu, mengatakan anemia pada remaja dapat berdampak pada menurunnya kesehatan dan produktivitas belajar.
“Anemia bisa menyebabkan tubuh mudah lelah, pucat, sulit berkonsentrasi, hingga menurunkan produktivitas belajar. Karena itu, konsumsi tablet tambah darah penting untuk membantu menjaga kesehatan remaja putri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, konsumsi TTD secara rutin memiliki berbagai manfaat, seperti membantu mencegah anemia, menjaga energi tubuh, meningkatkan fokus belajar, mendukung pertumbuhan remaja, serta menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah siswi mengaku baru pertama kali mengonsumsi tablet tambah darah. Salah satunya Asmarani Lulu Jannah, siswi kelas XA, yang sempat kesulitan menelan pil. Namun, dengan pendampingan anggota PMR, ia akhirnya berhasil mengonsumsi tablet tersebut.
“Awalnya susah karena belum terbiasa minum pil, tetapi setelah dibimbing akhirnya bisa,” katanya.
Pihak Puskesmas Ngaglik juga memberikan fleksibilitas kepada siswi yang telah rutin mengonsumsi tablet tambah darah merek lain. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk pendekatan edukatif tanpa paksaan dalam program kesehatan remaja.
Selain pembagian TTD, siswa turut diberikan edukasi mengenai pentingnya pola makan bergizi, konsumsi sayuran hijau, protein, serta penerapan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kolaborasi antara sekolah dan puskesmas tersebut, diharapkan kesadaran remaja terhadap pentingnya menjaga kesehatan semakin meningkat sehingga mampu menciptakan generasi muda yang sehat, aktif, dan produktif.





