Bekali Cara Kelola Manajemen Kelas, MDT Baiturroyyan Gelar Guru Belajar

MDT Baiturroyyan menggelar Guru Belajar dalam rangka meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola manajemen kelas, Selasa (3/10/2023).

Sleman, jogjakeren.com –  Madrasah Diniyah Takmiliah (MDT) Baiturroyyan menyelenggarakan Guru Belajar dengan mengundang pakar pendidik guna peningkatan kapasitas ustadz dan ustadzah manajemen kelas kegiatan belajar mengajar (KBM). Diselenggarakan di Masjid Baiturroyyan Sambirejo Condongcatur Depok Sleman, Selasa (3/10/2023).

Kegiatan yang diikuti 18 ustadz dan ustadzah MDT Baiturroyyan berjalan dengan lancar. Para guru mendapatkan pembekalan materi yang sangat bagus langsung dari pakarnya.

Kepala MDT Baiturroyyan Restu Kurniawan menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pada ustadz ustadzah dalam mengadakan pembelajaran di kelas pengajian, “Karena tentu masih ada kurang dalam pembelajaran kami ada acara ini untuk meraih peningkatan proses belajar mengajar,” tuturnya.

Read More

Pakar pendidik Salimah, S.Pd. pejabat fungsional Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman menjabarkan mengenai karakteristik anak usia dini yang meliputi 15 hal salah satunya setiap anak bersifat unik, diferensiasi, memiliki perbedaan antara satu anak dengan yang lainnya.

MDT Baiturroyyan
Pemateri Salimah, S.Pd. saat memaparkan materi kepada ustadz dan ustadzah MDT Baiturroyyan.

“Golden age anak berusia 0 – 5 tahun yang mana apabila tidak terstimulasi dengan baik maka akan kehilangan 20 % potensi anak, oleh karena itu perlu dibangun kedekatan antara guru dengan anak peserta didik,” jelasnya.

Saat mulai pembelajaran pendidik mengenalkan sesuatu yang baru, mengajarkan dan mengenalkan antara baik dan buruk, halal dan haram, serta dosa dan pahala dan sebagainya. Tujuan pendidikan yaitu untuk membangun peradaban, dahulukan adab baru ilmu, pendidk anak usia dini harus menjadi role model, uswatun hasanah yang baik sopan dan ramah. Adapun guru adalah transfer of knowledge membagikan pengetahuan sedangkan pendidik yaitu transfer of value membagikan contoh yang baik dan akan ditiru.

“Tidak ada produk Allah yang gagal semua sudah dibekali dengan minat dan bakatnyanya masing-masing. Jangan meremehkan setiap orang, karena setiap orang yang ditemui bisa menjadi guru. Pembentakan menyebabkan mogok belajar, anak sekarang dilindungi oleh Hak Konvensi Anak yang meliputi hak hidup, tumbuh dan berkembang, perlindungan, dan berpartisipasi,” papar Salimah.

Rofik Maulana salah satu ustadz di MDT Baiturroyyan mengatakan, “Sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Bu Salimah karena telah mengedukasi kami ustadz ustadzah, materi yang disampaikan sangat relate dengan masalah yang dihadapi di MDT Baiturroyyan Sambirejo. Kami berharap semoga kedepannya lebih bisa bersabar dan bersemangat serta lebih kreatif dalam mengadakan pembelajaran pengajian,” tuturnya.

Sementara Eva Fauziah Febriana ustadzah MDT Baiturroyyan menyampaikan, “Setelah mengikuti kegiatan ini saya merasa tercerahkan tentang bagaimana cara mengelola manajemen kelas yang baik dengan pengetahuan yang diberikan. Saya berharap dengan kegiatan ini semuanya bisa termotivasi dan tambah bersemangat dan bersabar dalam mengajarkan ilmu yang bermanfaat sehingga santri MDT Baiturroyyan bisa menjadi santri yang sholih dan sholihah yang berakhlak mulia,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *