Jogjakeren.com – Bermain dengan anak dapat memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa bagi bayi dan balita, lebih tepatnya dapat membangun ikatan dan otak. Game-game awal yang responsif dapat mendorong perkembangan kesehatan bagi bayi dan balita.
Apabila Anda menginginkan pertumbuhan anak menjadi lebih ceria, cerdas, cakap, dan tangguh, bermainlah bersama mereka. Ikatan antara orangtua dan anak tentu akan semakin erat, dan perkembangan sensorik maupun motorik anak juga tentu akan meningkat pesat.
Pentingnya Bermain dengan Anak di Beberapa Tahun Pertama

Dilansir dari Harvard Medical School, lebih dari satu juta sambungan saraf baru dibentuk di otak pada beberapa tahun pertama kehidupan. Stimulasi positif dari lingkungan yang terus-menerus menjadikan koneksi saraf semakin efisien, yang akan terus berfungsi dalam kehidupan anak.
Pengasuhan yang responsif, yakni adanya interaksi antara orangtua dan anak sangat mendukung tumbuh kembang anak. Saling berkomunikasi, saling mengasihi, akan membentuk otak yang sehat dan anak yang ceria.
Pada beberapa tahun pertama anak, orangtua bisa memberikan perhatian penuh untuk mengajak sang buah hati untuk bermain dan saling berinteraksi. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan permainan responsif dengan anak:
- Memberikan perhatian yang penuh, tanpa dibarengi dengan kegiatan lain yang dapat mengganggu waktu bermain.
- Mengajak bayi atau anak terus berinteraksi, meskipun bayi hanya bisa tersenyum atau bersuara saja. Namun, hal ini dapat membentuk ketanggapan pada sang buah hati.
- Menyesuaikan permainan dengan tahap perkembangan anak.
Permainan untuk Bayi 6 – 12 Bulan

Berikut ini beberapa permainan yang bisa Anda pilih untuk bermain dengan anak usia 6 – 12 bulan:
- Bermain cilukba
- Permainan menyembunyikan mainan di bawah selimut atau bantal kemudian menemukannya, atau membiarkan sang anak menemukannya
- Menanggapi suara-suara yang dikeluarkan oleh anak, untuk meningkatkan ketanggapan dan kemampuan berkomunikasi
- Bermain menirukan suara atau tingkah sang buah hati
- Menyanyikan lagu yang disertai gerakan-gerakan untuk mengenalkan kata-kata dan gerakan
- Permainan sederhana dengan berbagai objek, seperti memindahkan barang, memasukkan dan mengeluarkan barang dari keranjang
Permainan untuk Toodler atau Batita
Anak usia 12 bulan hingga 18 bulan, telah memiliki kemampuan berkomunikasi dan pergerakan yang lebih baik. Pada usia ini, anak juga telah mulai senang untuk menirukan apa yang dilihat atau didengarnya. Beberapa permainan responsif untuk anak usia ini di antaranya:
- Bermain menyusun blok dan meruntuhkannya bersama
- Permainan imajinatif dengan robot, boneka, atau mainan lainnya
- Menggunakan selimut dan bantal sebagai benteng untuk bermain dan memanjat
- Menyanyikan lagu dengan gerakan dan interaksi
- Bermain di halaman dan mengeksplorasi lingkungan sekitar
Pada anak usia 2 hingga 3 tahun, kemampuan verbal, motorik dan sensorik anak akan meningkat. Permainan untuk anak usia ini adalah permainan responsif yang lebih kompleks seperti permainan menghitung, menyortir warna, menyortir bentuk, hingga permainan dengan aktivitas fisik lainnya.
Bermain dengan anak akan memberikan pengaruh yang luar biasa dalam tumbuh kembang anak, utamanya dalam menjalin ikatan dan perkembangna otak anak. Maka meluangkan waktu untuk bersama anak-anak dapat membentuk pribadi anak yang lebih ceria, tanggap, cerdas, dan sehat.





