Cara Memupuk Hubungan Kakak Dan Adik, Hubungan Yang Sehat

cara memupuk hubungan kakak dan adik
source from canva

Jogjakeren.com Cara Memupuk Hubungan Kakak Dan Adik Hubungan kakak dan adik paling berpengaruh karena mereka dekat sejak kecil. Tetapi, tidak semuanya berjalan dengan mulus. Ada kalanya orang tua kebingungan menghadapi perilaku kakak dan adik yang bermusuhan satu sama lain. Meskipun mereka terlihat bermusuhan bukan berarti mereka tidak bisa bersama. Untuk itu, orang tua diharuskan peka terhadap lingkungan sekitarnya.

Dengan cara memupuk hubungan kakak dan adik menjadi lebih akur dapat menumbuhkan rasa empati dalam diri mereka. Salah satunya dengan tidak membedakan perlakuan sampai meluangkan waktu untuk bersama sehingga mereka dapat menjalin hubungan yang sehat pula.

Simak penjelasan bagaimana cara memupuk hubungan kakak dan adik yang sehat berikut ini!

Cara Memupuk Hubungan Kakak Dan Adik 

  1. Validasi emosi dan perasaan 

Jangan pernah melupakan cara yang satu ini yaitu memvalidasi emosi dan perasaan yang muncul. Lakukan cara ini ketika mereka masih kecil. Bukan karena anak laki-laki maka mereka tidak boleh menangis, lalu orang tua melabeli dengan kata cengeng. Tetaplah beri label validasi apa yang mereka rasakan dan apa pemicunya.

Dengan ini, anak akan mudah memahami kosakata yang berkaitan dengan emosinya. Dan tumbuh menjadi sosok yang dapat memahami emosi dan kepekaannya terhadap sesama.

Baca Juga : Cara Mendidik Kakak Adik yang Susah Akur

  1. Tidak dibanding-bandingkan

Jika salah satu anak mencapai sebuah keberhasilan, sedangkan anak lain tidak, maka jangan sekali-kali orang tua membandingkan keduanya. Karena hal ini akan membuat iri salah satunya. Bukan motivasi yang mereka dapat, ini akan membuat mereka tidak dapat berdamai dengan situasi. Misalnya, mereka akan menganggap bahwa saudaranya adalah saingan.

  1. Melakukan kumpul keluarga atau quality time

Selalu bisa meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas bersama keluarga. Hal ini sangat penting dilakukan agar ketika kakak dan adik bersenang-senang bersama, mereka akan mendapat persepsi positif antara satu sama lainnya. Dan pastikan waktu yang diambil untuk quality time ini tepat. Tidak memaksakan salah satunya, seperti ketika kakak sedang mengerjakan PR dan adik rewel. Ini akan menimbulkan situasi yang tidak kondusif.

cara memupuk hubungan kakak dan adik
source from canva
  1. Mengajarkan kerjasama

Cara memupuk hubungan kakak dan adik selanjutnya adalah mengajarkan kerjasama. Sebagian dari orang tua bingung menghadapi anaknya yang sedang bermusuhan. Daripada kebingungan bagaimana cara mengatasinya, maka sebaiknya ajarkan dan tanamkan kepada mereka untuk melakukan kerjasama. Orang tua bisa menyampaikan bahwa kakak dan adik adalah satu tim dan dalam tim mereka harus saling membantu satu sama lain.

Lalu, berilah mereka apresiasi atas kerjasamanya dalam permainan. Jangan langsung membandingkan siapa yang lebih hebat. Beri apresiasi bagaimana mereka saling membantu dan sampaikan bahwa orang tua bangga terhadap mereka.

Baca Juga : Cara Membangun Hubungan Kakak Adik Agar Lebih Harmonis

  1. Memberikan contoh baik

Anak-anak suka menirukan hal-hal yang dilakukan orang tuanya. Jadi, orang tua juga harus melakukan resolusi konflik yang sehat. Seperti ketika ada masalah yang harus diselesaikan, maka selesaikanlah dengan membicarakan baik-baik dan tidak dengan saling emosi.

Hal ini juga berlaku pada kakak dan adik yang sedang bertengkar. Cara menyampaikannya pun dengan memvalidasi emosi dari kakak dan adik, lalu tanya bagaimana memecahkan solusinya dan apa yang bisa dilakukan.

  1. Memberikan konsekuensi

Jika salah satu dari kakak dan adik melakukan kesalahan, maka berikan mereka konsekuensi sesuai dengan perilaku yang mereka lakukan. Bukan tentang besar dan kecil mereka. Tetapi ketika adik menangis bukan berarti itu salah kakak. Adik juga ada kalanya ia melakukan kesalahan. Peran orang tua ini sangat dibutuhkan yaitu memberikan mereka konsekuensi sesuai perilaku mereka.

Nah, ayah ibu itulah beberapa cara memupuk hubungan kakak dan adik supaya menjalin hubungan yang sehat. Ingat, bahwa anak-anak masih perlu bimbingan yang cukup dari orang tua. Ajarkan mereka hal-hal yang baik dan contoh yang positif. Semoga bermanfaat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *