Jogjakeren.com Membangun Hubungan Kakak Adik – Mengasuh anak bukanlah hal yang mudah untuk kebanyakan orang tua. Apalagi ditambah kalau ingin memiliki anak lebih dari 1. Orang tua dituntut untuk selalu bersikap adil kepada anaknya. Dan harus dapat membangun hubungan antara kakak dan adik. Hubungan antara kakak dan adik pasti ada yang namanya pertengkaran-pertengkaran kecil terjadi. Tak sedikit orang tua yang kebingungan bagaimana langkah menyikapi pertengkaran yang terjadi antara kakak dan adik. Meskipun konflik yang disebabkan hanya karena masalah yang sepele, seperti rebutan mainan.
Orang tua juga jarang memberi arahan kepada adik untuk menghormati kakaknya dan kakak harus memberikan contoh yang baik untuk adiknya. Menganggap bahwa orang tua meminta pada anak untuk memanggil saudaranya dengan “kakak” dan “adik” itu sudah cukup. Sebenarnya hal itu cenderung membiarkan hubungan mereka untuk tumbuh secara alami. Maka dari itu orang tua perlu mengajarkan bagaimana membangun hubungan kakak adik kepada anak-anak agar mereka menjadi lebih harmonis.

Hal yang paling penting adalah menjaga agar mereka menjalin hubungan yang baik dengan saling mencintai dan menghormati satu sama lain. Untuk itu, menguatkannya adalah dengan membangun hubungan kakak adik serta jadikan hubungan tersebut sebagai wadah untuk membangun kepribadian baik mereka.
Berikut ini adalah cara bagaimana membangun hubungan kakak adik yang baik.
- Memberikan pemahaman tentang menjaga hubungan antara saudara
Memberikan pemahaman tidak hanya melalui perilaku sehari-hari. Juga dapat melalui pendidikan yang diimbangi dengan pemahaman teori. Dalam bersikap, orang tua harus senantiasa memberikan pengertian pada anak. Misalnya, saat melihat bayi yang baru lahir yang sedang dimandikan. Ibunya berkata “dulu kakak dan adik waktu masih kecil, ibu juga melakukannya. Ibu memandikan kalian memakai air hangat dan merawat kalian dengan sepenuh hati.”
Baca Juga : 10 Cara Membentuk Karakter Anak Usia TK Sampai SD
- Jangan bandingkan anak
Untuk membangun hubungan kakak adik menjadi harmonis jangan membandingkan atau memberi pujian ke salah satu anak secara berlebihan akan menimbulkan rasa cemburu anak lainnya. Bahkan bisa jadi melakukan hal yang negatif dalam dirinya. Hal ini akan menyebabkan anak kehilangan kepercayaan dirinya dan sering mengasingkan diri. Jika ingin memberikan pujian pada anak sebaiknya berbicara secara pribadi di dalam ruang terpisah. Atau bisa dengan keduanya diberi pujian agar tidak saling iri. Cara ini membantu menghindarkan anak dari merasa rendah diri terhadap saudaranya.
- Hilangkan bahasa yang mengandung superlatif
Bahasa superlatif mirip seperti bagaimana cara kita memuji secara berlebihan anak dengan kata “kamu memang anak ibu yang terbaik”. Agar tidak menyakiti perasaan anak sebaiknya hindari kata-kata seperti itu atau kata-kata “terbaik” “lebih baik” atau “terburuk”. Anak-anak bisa menjadi pintar tanpa menyebutnya terbaik atau sebagainya.

- Jangan paksa anak untuk berbagi
Konsep berbagi terlalu sulit untuk dipahami oleh anak-anak. Karena anak-anak akan cenderung memikirkan dirinya. Tetapi orang tua juga bisa mengajarkan anak tentang berbagi atau mereka bisa belajar dengan menjadi contoh dari orang lain dan penguatan positif dari waktu ke waktu. Cara mengatasinya orang tua bisa mengajarkan anak untuk bergiliran, hal itu akan membuat hubungan kakak adik akur dan menghindari adanya pertengkaran.
Baca Juga : Menumbuhkan Rasa Peduli Anak Kepada Keluarga, Ini Dia Tipsnya
- Berikan reward sesuai kebutuhan anak
Sebelum memberikan hadiah atau reward orang tua perlu memahami kebutuhan anak-anaknya. Misalnya, kakak suka menggambar maka berikan beberapa peralatan menggambar. Mereka akan lebih bersemangat dalam menggambar, karena anak akan berpikir bahwa orang tuanya mendukungnya dalam hal ini. Dan adik suka bermain jadi dokter-dokteran, maka berilah ia mainan peralatan dokter seperti p3k, stetoskop dan lain-lain.
- Menjadi contoh yang baik untuk anak-anak
Menjadi contoh yang baik bagi anak-anak adalah salah satu cara untuk membangun hubungan kakak adik menjadi harmonis. Anak adalah cerminan dari orang tua. Jika orang tua mengajarkan hal-hal yang baik, maka anak juga melakukan hal baik. Begitu pula sebaliknya jika orang tua mengajarkan hal-hal yang buruk, maka mereka akan mencontoh hal buruk tersebut. Oleh karena itu, didiklah mereka dan ajarkan kebaikan. Sebab anak-anak mudah merekam hal-hal yang mereka lihat tanpa memfilter terlebih dahulu. Hal kecil yang bisa orang tua contohkan yaitu tunjukkan cara menjaga silaturahim pada saudara. Misalnya saat berkunjung ke rumah saudara, ajak anak-anak untuk membawakan buah tangan sebagai rasa cinta dan perhatian.
Nah, itulah beberapa cara agar membangun hubungan antara kakak dan adik yang bisa diterapkan di dalam keluarga. Semoga bermanfaat.





