Cek Syaratnya, Ponpes Mulyo Abadi Yogyakarta Siap Gelar Asrama Shahih Bukhari

Ponpes Mulyo Abadi
Ilustrasi (Foto: muslim.or.id)

Jogjakeren.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Mulyo Abadi Yogyakarta, Mulungan Wetan siap mengadakan asrama Alhadis Kutubus-Shittah Shahih Bukhari, pada 27 November hingga 14 Februari 2022. Digelar di tengah pandemi Covid-19, seluruh kegiatan asrama dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Pengurus Ponpes Mulyo Abadi Yogyakarta menegaskan bahwa pihaknya mematuhi anjuran pemerintah. Selama berkegiatan, para dewan guru dan santri asrama akan menerapkan protokol kesehatan. Di lingkungan ponpes telah disediakan tempat cuci tangan, handsanitizer, dan masker medis.

Read More

“Semua santri yang datang harus membawa hasil tes PCR terupdate atau bukti vaksinasi. Selama asrama tetap jaga jarak dan memakai masker, bahkan saat sholat berjamaah,” tegas Rosyid, pengurus Ponpes Mulyo Abadi melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (16/11/2021).

Persiapkan diri yuk! Ini syarat-syaratnya

Syarat administrasi

1. Membawa surat keterangan dari PC LDII setempat

2. Membawa kartu identitas (KTP)

3. Membawa surat negatif Covid-19 hasil swab antigen/swab PCR atau bukti vaksinasi

4. Membawa kitab Alhadis sendiri

Biaya

1. Makan: Rp15.000/hari

2. Administrasi: Rp2.000/hari

Dewan Guru

1. Ust. Sholechan Arba’a

2. Ust. H. Mohammad Sahli

3. Ust. Saiful Arif

Narahubung

Sekretariat 0857-4325-3545

Ihsan Nur Wahadi 0877-9124-7121

Selain kegiatan pengajian, para santri difasilitasi untuk berkegiatan di luar kelas. Dilansir dari akun instagram @ppmabadi, santri putra berinisiatif mengadakan kegiatan luar kelas untuk meningkatkan keakraban maupun aktivitas fisik, seperti futsal, badminton, dan yoga.

“Fasilitasnya cukup komplit. Kamar mandi juga telah direnovasi. Saat ini, komplek ponpes telah banyak ditanami tanaman hijau, sehingga membuat santri semakin betah,” ujar Afif Afka Al-Kautsar, peserta Asrama Shahih Muslim periode sebelumnya, Rabu (16/11/2021).

Harapannya, melalui asrama Shahih Bukhari ini, generasi muda LDII mendapatkan wawasan yang lebih luas untuk mendorong tercapainya alim-faqihakhlakul karimah, dan mandiri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *