Makanan yang menjadi ciri khas atau unik dari sebuah wilayah disebut makanan khas. Saat ini, dawet sambel, makanan khas Jogja, hanya ada di Kulon Progo.
Menurut situs web resmi Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dawet sambel Kulon Progo berasal dari daerah Jatimulyo, Girimulyo, dan sekarang sudah hampir 70 tahun.
Jika Anda ingin tahu apa itu dawet sambel, berikut adalah informasinya!.
Tentang Dawet Sambel
Dawet sambel bermula dari dawet dan pecel yang dibuat oleh penjual di pentas pagelaran. Saat istirahat pementasan, simbah, atau penjual, menjual barangnya, dan kemudian ada pembeli yang membeli dawet dan pecel.
Setelah dawet dan pecel dicampur, banyak pelanggan menyukainya, meningkatkan permintaan. Dari sinilah desa Jatimulyo membuat dawet pecel. Orang Kulon Progo masih menyebutnya dawet sambel atau dawet pecel.
Tokoh dawet sambel di Kulon Progo memberikan penjelasan tentang sejarah dawet. Tanaman ganyong yang tumbuh di sekitar halaman rumah digunakan untuk mengolah tanaman ini menjadi tepung, yang digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat dawet.
Cara Penyajian Dawet Sambel
Jenis dawet sambel Kulon Progo ini hampir sama dengan dawet biasa, tetapi toppingnya unik karena sambel. Tempatkan dawet sambel dalam mangkuk, kemudian tambahkan tauge, tahu, dan bumbu kacang pedas dengan sedikit gula jawa.
Irisan kelapa yang disangrai ditumbuk dengan cabai merah, bawang putih, gula pasir, dan garam, dan terkadang diberi sedikit terasi untuk membuat sambel. Dawet dan siraman sambel memiliki rasa yang unik: manis tetapi pedas, manis tetapi asin.
Tempat Menjual Dawet Sambel
Sangat sulit untuk menemukan dawet sambel ini karena usianya yang cukup tua. Makanan ini masih dijual di dua pasar di Kulon Progo. Pasar Cublak hanya buka pada hari Rabu dan Sabtu, sedangkan Pasar Jonggrangan hanya buka pada hari Kliwon dan Pahing.
Dawet sambel biasanya dimakan saat hajat pernikahan, akikah, dan acara sosial lainnya. Selain itu, dawet sambel menghasilkan uang bagi masyarakat, terutama bagi para pedagang yang sudah tua.
Makna Dari Dawet Sambel
Dawet sambel menunjukkan bagaimana kehidupan manusia seharusnya berfungsi dalam masyarakat. Satu porsi dawet sambel terdiri dari dawet, juruh, dan sambel.
Rasa minuman dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Salah satu makna sosialnya adalah bahwa berbagai perbedaan akan terjadi ketika kita menjalani hubungan sosial dalam masyarakat kita. Namun, untuk situasi ini, masyarakat membutuhkan wadah untuk menyatukan perbedaan.
Seperti makna sambel dalam dawet sendiri, masalah pasti akan muncul dalam masyarakat. Oleh karena itu, solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah dan belajar darinya adalah dengan menjaga hubungan sosial yang harmonis dalam masyarakat.
Tahu goreng, bawang merah goreng, dan kerupuk dimasukkan ke dalam dawet sambel. Ini menunjukkan bahwa manusia perlu berinteraksi satu sama lain untuk menambah warna pada cerita mereka.
Rasa dawet sambel yang menggabungkan rasa pedas, manis, dan gurih kemudian menjadi rasa yang khas dan dapat diterima masyarakat, yang menunjukkan ramah-tamah masyarakat. Dengan tujuan agar masyarakat dapat bersatu dan berbagi sehingga tidak ada perbedaan.
Dawet sambel memiliki banyak makna sebagai makanan tradisional. Semoga informasi ini bermanfaat!.





