Doa Minta Mati yang Baik untuk Kelola Kesehatan Mental

Kesehatan Mental
Ilustrasi (Foto: freepik.com)

Jogjakeren.com – Dewasa ini, sudah semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya kesehatan mental. Dalam banyak kasus, banyak remaja yang sudah sadar untuk aktif mencari tahu berbagai informasi seputar kesehatan mental. Mulai dari penyebabnya, pencegahan, hingga ciri-ciri manusia yang mengalami gangguan mental.

Sayangnya, banyak juga yang terlalu dini memutuskan seseorang terkena gangguan mental tanpa memeriksakannya terlebih dahulu. Padahal hasil pemeriksaan ahli psikologi sangat dibutuhkan untuk beberapa level gangguan mental. Hal yang lebih mengkhawatirkan yaitu beberapa orang yang sedang tidak baik kondisi mentalnya merasa bahwa mengakhiri hidup adalah solusi cepat dari masalah yang ada. Mari kita bahas bersama lebih lanjut soal gangguan mental dan keinginan untuk mati dalam Islam.

Kesehatan mental atau kesehatan jiwa merupakan hal yang harus dikelola dengan tepat. Salah satu cara untuk mengelolanya tentu saja dimulai dari diri sendiri. Membentuk persepsi bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya akan membuat kita lebih tenang dan tidak gegabah mengambil keputusan. Termasuk keputusan untuk mengakhiri hidup.

Read More

Kematian atau keinginan untuk mati bukan hal yang tabu untuk dibicarakan. Jika kita memiliki seseorang yang dapat dipercaya, ceritakan kegelisahan yang ada kepada mereka. Namun tahukah kamu bahwa Allah SWT adalah sebaik-baiknya pendengar?

Mungkin kamu akan menganggap hal ini klise, sudah banyak dikatakan orang, dan sebagainya. Tapi faktanya tetap sama, Allah SWT adalah tempat terbaik untuk kita mengadu semua hal yang kita rasakan. Termasuk perasaan ingin mengakhiri hidup.

Nabi Muhammad SAW pernah mengajarkan sebuah doa ampuh untuk mengatasi hal ini. Doa meminta hidup yang baik atau mati yang baik dapat kita temukan dalam HR. Bukhari. Simak lafaz doa dan artinya berikut ini:

اللهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةَ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي

Artinya: Yaa Allah, hidupkanlah aku (berilah aku hidup) selagi hidup baik bagiku. Dan matikanlah aku (berilah aku mati) selagi mati baik bagiku.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membaca doa ini:

1. Kita harus mengucapkan doa tersebut dengan niat untuk menghindari kemaksiatan selama hidup di dunia.

2. Jangan mengucapkan doa tersebut karena kita merasa lelah dengan urusan dunia. Hal ini sama saja dengan kita tidak menerima qodar yang telah Allah SWT tentukan untuk kita.

3. Jika kita sudah berdoa dan hasilnya kita tetap dianugrahi kehidupan, berarti Allah SWT masih ingin kita mencari pahala dan berbuat baik lebih banyak. Sekaligus diberi kesempatan untuk introspeksi diri.

Dari doa tersebut, kita jadi lebih memahami bahwa Allah SWT benar-benar menyayangi hamba-Nya. Allah SWT tidak akan memberikan cobaan yang lebih berat daripada kemampuan seorang hamba. Jadi, sekali lagi kita harus yakin bahwa hati dan jiwa yang pasrah terhadap Allah SWT akan mengantarkan kita pada jalan keluar.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *