Bantul, Jogjakeren.com – Kejuaraan Pencak Silat Persinas ASAD Kabupaten Bantul bertajuk BAJA CUP #3 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari di Padepokan Persinas ASAD Bantul, 18-19 Juli 2026. Kejuaraan tersebut menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan atlet muda pencak silat di Kabupaten Bantul.
Pelatih SMP Alkarima Boarding School, Defano Iqbal, mengaku terkejut sekaligus bersyukur setelah tim yang diasuhnya berhasil keluar sebagai juara umum. Prestasi tersebut menjadi pencapaian perdana bagi SMP Alkarima Boarding School setelah sebelumnya belum berhasil meraih predikat serupa.
“Alhamdulillah sangat kaget dan juga enggak nyangka karena sebelumnya juga belum menjadi juara umum. Kali ini kami mengirimkan cukup banyak peserta dan alhamdulillah menjadi juara umum,” ujar Defano.
Pada BAJA CUP #3, SMP Alkarima Boarding School mengirimkan 31 pesilat dan berhasil meraih 21 kemenangan. Menurut Defano, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pola pembinaan yang mengutamakan pembentukan karakter sebelum peningkatan kemampuan teknis.
“Di SMP Alkarima Boarding School, kami memfokuskan karakternya dulu. Setelah karakter tertanam, baru kami bina latihannya. Dengan begitu, mereka akan lebih mudah menjalani kesehariannya,” katanya.
Ia menjelaskan, para pesilat menjalani latihan rutin dua kali dalam sepekan. Di luar jadwal tersebut, para siswa juga memiliki motivasi untuk berlatih secara mandiri setiap sore. Defano menekankan pentingnya konsistensi agar para atlet tidak hanya berlatih ketika akan mengikuti perlombaan.
“Saya sering bilang jangan sampai menjadi pesilat musiman. Artinya, latihan hanya kalau ada event. Jadi harus terus latihan secara kontinu dan konsisten meskipun tidak ada event. Kuncinya di usaha dan juga tawakal, selalu berdoa,” ucapnya.
Sementara itu, predikat Pesilat Terbaik kategori Pra Remaja diraih Vinza Akbar Nasrullah. Pesilat muda tersebut mengaku terkejut sekaligus senang atas penghargaan yang diterimanya.
“Rasanya kaget sama senang,” kata Vinza.

Ia menyebut semangat untuk terus berlatih menjadi salah satu motivasi utama dalam meraih prestasi. Bagi Vinza, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, tetapi juga mengandung unsur seni dan menjadi sarana untuk membentuk karakter.
“Termasuk seni juga, sama mengasah karakter,” ujarnya.
Salah satu karakter yang menurutnya paling penting dalam pencak silat adalah disiplin. Karena itu, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan melalui latihan secara konsisten.
Dari sisi pertandingan, Wasit Juri IPSI Daerah Istimewa Yogyakarta, Achsanu Wikan Sejati, mengapresiasi jalannya BAJA CUP #3 yang berlangsung selama dua hari. Ia menilai para atlet dari berbagai perwakilan kapanewon maupun ranting telah menunjukkan kemampuan sekaligus menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan.
“Saya sangat mengapresiasi semua atlet dari beberapa perwakilan kapanewon maupun ranting masing-masing. Kami melihat beberapa atlet yang bertanding sangat luar biasa, terutama sportivitasnya masih selalu terjaga,” tutur Achsanu.
Ia juga menyebut jalannya pertandingan berlangsung aman. Selama dua hari pelaksanaan, tidak terdapat atlet yang mengalami cedera serius. Menurutnya, keberhasilan kejuaraan juga didukung oleh kerja wasit dan juri yang berupaya menjaga objektivitas serta netralitas dalam setiap pertandingan.
“Karena kenetralan dan objektivitas kami, alhamdulillah tidak ada dari suporter, pelatih, maupun pihak lain yang merasa tidak menerima keputusan. Kami berusaha seadil-adilnya,” katanya.
Achsanu berharap BAJA CUP dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan dan pematangan atlet muda. Ia optimistis kejuaraan tersebut dapat melahirkan pesilat berprestasi yang mampu membawa nama Kabupaten Bantul ke level yang lebih tinggi.
“Semoga kejuaraan ini bisa berkelanjutan dan membawa atlet-atlet, khususnya dari Persinas ASAD, bisa tampil mendunia mewakili Kabupaten Bantul,” pungkasnya.





