Jakarta (25/7). Sebanyak 11.000 atlet sepak bola usia dini kategori U-10 dan U-12 dari berbagai daerah di Indonesia memadati Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta Timur, dalam Festival Piala Bela Negara 2026, Sabtu (25/7). Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi sepak bola, tetapi juga wadah pembinaan karakter bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Festival dibuka oleh Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kabacadnas Kemhan), Letjen TNI Gabriel Lema. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembinaan melalui olahraga memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, tidak hanya dari sisi prestasi, tetapi juga karakter kebangsaan.
Menurut Gabriel, anak-anak yang saat ini berusia 10 hingga 12 tahun merupakan generasi yang akan berada pada usia produktif saat Indonesia memasuki era Indonesia Emas 2045. Karena itu, pembinaan sejak dini dinilai menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa.
“Anak-anak usia 10 dan 12 tahun inilah yang akan menjadi generasi Indonesia Emas 2045. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan mendampingi mereka agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan siap berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, olahraga dapat menjadi sarana menanamkan nilai-nilai bela negara, seperti cinta tanah air, semangat rela berkorban, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara.
Ketua Umum Forum Sepak Bola Generasi Indonesia (FORSGI), Agus Riyanto, mengatakan festival nasional tersebut merupakan bagian dari pembinaan jangka panjang untuk menyiapkan bibit-bibit pesepak bola Indonesia.
“Kami berharap dari pembinaan ini lahir pemain-pemain terbaik yang dapat memperkuat PSSI, bahkan membawa Indonesia tampil di Piala Dunia. Syukur-syukur suatu saat Indonesia juga mampu menjadi tuan rumah Piala Dunia,” ujarnya.
Selain mengasah kemampuan teknik bermain, peserta juga didorong untuk menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kerja sama, dan sikap saling menghormati selama mengikuti festival.
Festival Piala Bela Negara 2026 juga dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh olahraga, serta organisasi kemasyarakatan, salah satunya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII.
Bendahara Umum DPP LDII, Richan Nurhasan Mudzakar, mengapresiasi penyelenggaraan festival yang memadukan pembinaan olahraga dengan pendidikan karakter. Menurutnya, sepak bola menjadi media yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai seperti kerukunan, kekompakan, kerja sama, dan sportivitas kepada anak-anak sejak usia dini.
“Melalui sepak bola, anak-anak tidak hanya belajar mengejar prestasi, tetapi juga belajar bekerja sama, saling menghargai, dan menjunjung tinggi fair play,” ujarnya.
Festival Piala Bela Negara 2026 diharapkan menjadi langkah awal pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan. Tidak hanya melahirkan atlet-atlet potensial bagi sepak bola Indonesia, tetapi juga generasi muda yang berkarakter kuat, berakhlak baik, dan memiliki semangat bela negara.





