Jogjakeren.com – Dalam rangka memperingati 11 tahun hari Keistimewaan DIY dan HUT ke-78 RI, Kapanewon Turi menggelar UMKM serta Potensi Pertanian dan Desa Wisata. Bertempat di lapangan Donokerto, Turi, Sleman, 19 hingga 20 Agustus 2023.
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mendukung dengan menggelontorkan dana istimewa yang digunakan untuk pagelaran budaya dan gelar potensi UMKM setiap daerah. Pada tahun 2023 ini, Kapanewon Turi dengan masukan dari berbagai penggiat seni budaya dan tokoh-tokoh masyarakat akhirnya memutuskan untuk melaksanakan gelar potensi budaya yaitu Seni Pertunjukan Jathilan dan Expo UMKM.
Expo UMKM tersebut merupakan produk unggulan dengan komoditas yang berasal atau identik dari wilayah Kapanewon Turi. Stand UMKM tersebut di antaranya, 4 stand dari forum komunikasi (Forkom) UMKM yang mewakili dari masing-masing kalurahan, stand Gapoktan (Gabungan Kelompok Petani) yang juga mewakili masing-masing kalurahan, dan stand Desa Wisata yang terdiri dari gabungan beberapa Desa Wisata di setiap kalurahan.
Animo masyarakat yang luar biasa sehingga banyak masyarakat yang ikut mendaftar untuk berpartisipasi meskipun dengan anggaran sendiri yaitu kurang lebih 20 stand. Jika ditotal ada 29 stand yang ikut berpartisipasi dalam Gelar UMKM dan Potensi Kapanewon Turi.
Adapun seni pertunjukan jathilan terdiri dari 4 grup, yang masing-masing grup mewakili dari setiap kalurahan. Terlepas dari Kapanewon Turi sendiri memiliki grup seni jathilan yang cukup banyak. Namun demikian, dari masing-masing kalurahan sudah menunjuk salah satu grup menjadi perwakilan di setiap kalurahannya.

Lanang Tanu Prihantoro, S.Si, M.E., selaku Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Turi berharap dengan adanya pertunjukan seni budaya dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya. “Pertunjukan seni budaya tentu saja upaya kita agar budaya terutama pertunjukan seni tidak luntur dengan bergilirnya waktu. Supaya tetap langgeng dan itu kita tanamkan pada generasi muda ataupun anak-anak sejak dini,” terangnya.

Meski demikian, di Turi juga terdapat berbagai macam pertunjukan seni di antaranya kethoprak, karawitan, macapat, badui, dll. Oleh karena itu, Kapanewon Turi berupaya akan mengagendakan pertunjukan budaya berjalan setiap tahunnya. Sehingga diharapkan dengan adanya event kebudayaan setiap tahun, budaya kita akan tetap lestari.
Selain itu, gelar potensi UMKM bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dimana untuk gelar potensi atau expo UMKM merupakan komoditas produk-produk unggulan yang memang identik dari Kapanewon Turi. Di Turi identik dengan produk salak dan olahannya. Turi juga merupakan sentra atau pusatnya kambing etawa dan olahan susunya terlebih di Kabupaten Sleman bahkan di Provinsi DIY.
“Dengan menampilkan produk tersebut, harapannya produk UMKM dari Kapanewon Turi bisa semakin berkembang, ada inovasi, dan masyarakat lebih tahu,” ujar Lanang Tanu Prihantoro mengakhiri wawancara.
Salah satu stand yang ikut berpartisipasi yaitu LDII. PC LDII Turi ikut memeriahkan gelar UMKM Kapanewon Turi dibuktikan dengan membuka stand Bazar Kemerdekaan “Thrift Shop”. Produk yang dijual di stand ini tidak hanya pakaian bekas layak pakai, namun sebagian juga pakaian-pakaian baru, sepatu, dan tas.
Agus Kurniawan, selaku panitia dari stand LDII menjelaskan bahwa adanya bazar atau thrift tersebut untuk memanfaatkan baju-baju yang tidak terpakai tapi masih layak pakai sehingga bisa menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain. “Hal tersebut bertujuan untuk menjembatani warga LDII yang mempunyai baju bekas dan tidak terpakai menjadi amal jariyah yang lebih manfaat dan barokah,” terangnya.
Animo dan minat masyarakat sangat bagus, terlihat bahwa stand tersebut ramai dikunjungi pembeli sejak pagi hingga malam. Mengingat bahwa harga yang dipatok juga sangat murah, mulai dari Rp5000 hingga Rp50.000. Selain itu, panitia menyediakan voucher potongan harga Rp5000 bagi pembeli. Maka tidak kaget jika hasil yang diperoleh juga banyak. Terbukti dengan hasil yang didapat di hari pertama sudah mencapai kurang lebih 6 juta rupiah.





