Hubungan Mertua dan Menantu

Mertua Menantu
Ilustrasi hubungan mertua dan menantu (Foto: suara.com)

Jogjakeren.com – Tulisan ini ditulis berdasarkan sudut pandang sebagai menantu perempuan dan nantinya juga akan menjadi seorang mertua.

Saat ini, kita yang memiliki suami tentu juga memiliki mertua perempuan sebagai ibu dari suami kita. Dan bagi yang memiliki anak laki-laki, kita sudah perlu bersiap nantinya akan memiliki menantu perempuan.

Bagaimana baiknya bersikap sebagai seorang menantu?

Dalam banyak referensi hadist tentu teman-teman sudah hafal mungkin bahkan di luar kepala, bahwa surga suami kita tetaplah terletak pada ibunya. Jadi kita sebagai istri perlu lapangkan hati terlebih dahulu untuk menerima hal ini. Dalil ini tidak bisa diganggu gugat, itu di luar kendali kita.

Jadi jangan pernah paksa suami untuk memilih antara kita atau ibunya.

Ibu dan istri bagi laki-laki adalah dua malaikat yang sangat berharga. Berkat doa keduanya pula kebarokahan hidup dan rezeki akan mudah mengalir pada laki-laki.

Dan pantang bagi kita sebagai istri, membicarakan aib dan kejelekan mertua kita. Karena mertua kita adalah cinta pertamanya suami kita. Maka, akan menjadi konflik jika kita menjelekkan seseorang yang berarti bagi suami kita.

Jika memang ada kendala dengan mertua dan tempat berkeluh kesah setelah Allah adalah suami, maka fokus pada solusi, bukan membicarakan orangnya atau masalahnya.

Dukung suami untuk mencari surganya lewat berbakti pada orang tuanya. Ingatkan suami untuk berkabar, telfon, voice note, bahkan untuk berkirim hadiah pada orang tuanya. insyaAllah, suami akan dapat lebih menyayangi kita, karena kita juga menyayangi orang yang dia cinta.

Bagaimana jika kita menjadi mertua?

Bagi para ibu yang memiliki anak laki-laki, tentu harus belajar siap dan ikhlas saat nanti anak kita berumah tangga dan tersibukkan dengan pekerjaan, anak dan istrinya.

Saat ini, saat kita masih memiliki anak-anak kecil, gunakan energi memberi saat asuh didik mereka, suatu saat nanti, tanpa kita minta pun, anak akan otomatis berbakti pada kita.

Dan pada saatnya nanti anak laki-laki kita berumah tangga, jangan minta anak untuk memilih antara kita atau istrinya, karena kita ibunya dan istrinya sama pentingnya bagi kehidupannya.

Terkecuali si istri berbuat salah yang fatal dan melanggar syariat, tentu ada urutan edukasi dari suami/anak laki-laki kita agar si istri kembali baik.

Jalin hubungan baik dengan menantu, pantang untuk memperlakukan dan berucap hal-hal yang riskan menimbulkan konflik.

Menantu biasanya akan sungkan ataupun kurang nyaman jika berhadapan dengan mertua, kitalah sebagai yang lebih tua yang perlu mengerti hal itu. Jadi bukan kita yang gila hormat, tapi kitalah yang menggandeng menantu kita agar nantinya rumah tangga anak kita pun menjadi harmonis dan samawa.

Ajarkan anak laki-laki kita mulai dari belasan tahun untuk nantinya bisa menjadi suami, ayah dan menantu yang baik.

“Nak, besok kalau sudah jadi suami, bantu kerepotan istrimu ya”

“Nak, besok kalau sudah jadi ayah, kamu juga berkewajiban mengasuh dan mendidik anakmu, itu bukan hanya tugas istri, justru kamu yang akan diminta pertanggungjawabannya pertama kali oleh Allah”

“Nak, besok kalau sudah punya istri, jadilah menantu yang baik, jalin hubungan baik dengan mertuamu dan saudara-saudara iparmu. Perlakukan mertuamu sebagaimana orangtua sendiri”

Kalau memang terjadi antara mertua dan menantu satu rumah dan tidak mendatangkan sakinah, maka jangan paksakan untuk tinggal bersama.

Karena untuk bisa tinggal satu atap bersama menantu atau mertua, perlu kelapangan hati seluas samudera.

Jika hati belum lapang dan kendala komunikasi dengan menantu/mertua kerap terjadi, sebaiknya diskusikan dengan suami kita atau anak laki-laki kita agar ada jalan keluar terbaik.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *