Sleman, Jogjakeren.com – Ratusan generus PC LDII Turi mengikuti pengajian dan dibekali tata cara peramutan jenazah, pada Minggu (23/6/2024). Pengajian dilaksanakan di Masjid Al Falah Garongan, Turi, Sleman.
Kegiatan ini dilatar belakangi masih kurangnya kontribusi anak muda dalam meramut jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga mengubur jenazah sehingga perlu adanya regenerasi. Masih banyak di kalangan remaja yang beranggapan bahwa meramut jenazah merupakan suatu hal yang menakutkan.
Ketua Pengurus Bidang Kepemudaan PC LDII Turi, Khoiru Bagus Pramono menyampaikan tujuan kegiatan ini. “Supaya generus LDII tahu bagaimana cara meramut jenazah mulai dari memandikan hingga menguburkan, bukan hanya tahu tata caranya saja tapi juga dalilnya,” ungkapnya.
Acara dimulai tepat pukul 09:00 pagi yang dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran. Pembukaan ini dilakukan untuk memberikan suasana yang khidmat. Setelah pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi tata cara peramutan jenazah yang disampaikan oleh Ustadz Astoto Nugraha.
Materi yang disampaikan mencakup teori memandikan jenazah yaitu meliputi langkah-langkah yang harus dilakukan dalam memandikan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat. Juga teori tahap-tahap mengkafani jenazah, serta cara sholat jenazah hingga adab menguburkan jenazah.
Selain itu, peserta pengajian juga mengikuti sesi praktik langsung bagaimana tata cara meramut jenazah. Dalam sesi praktik ini, peserta perempuan dan laki-laki dipisah. Hal ini bermaksud untuk lebih memahami teori dan bisa menerapkan dari materi yang sudah dijelaskan.
Kegiatan ditutup dengan nasehat dan doa penutup. Dalam nasehat penutup menekankan bahwa pengajian ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generus tentang pentingnya peramutan jenazah. Yang mana hal tersebut bagian dari kewajiban umat Islam, juga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal.
Sementara itu, Khoiru Bagus Pramono berharap dengan kegiatan seperti ini dapat meningkatkan rasa kepedulian antara umat Islam khususnya dalam meramut jenazah sesuai dengan ajaran agama. “Harapan dari pengajian ini para generasi muda mempunyai kemampuan dan kemauan untuk sukarela membantu peramutan jenazah di masyarakat sekitar pada umumnya,” ujarnya.





