Jaga dan Tingkatkan Kesehatan Reproduksi, Ratusan Perempuan Ikuti Webinar FKKI

webinar
Warga putri PC LDII Turi mengikuti webinar kesehatan reproduksi secara daring

Sleman, Jogjakeren.com – Dalam rangka mewujudkan keluarga yang sehat untuk menciptakan generasi penerus yang mempunyai 29 karakter luhur, Forum Komunikasi Kesehatan Islam (FKKI) Indonesia menggelar Webinar Kesehatan Reproduksi Perempuan. Sekitar 100 warga putri PC LDII Kapanewon Turi usia di atas 20 tahun mengikuti acara ini secara daring di Masjid Al Falah Garongan, Sabtu (22/6/2024).

Pembina FKKI, KH. Abdul Hakim Mulyono menyampaikan bahwa ibu adalah yang melahirkan cendekiawan, ilmuwan, dosen dan lainnya maka harus dijaga kesehatannya. Ia juga memperkuat motto FKKI dalam acara ini “Jiwa Raga Sehat, Maisyah dan Ibadah Semangat, Bahagia Dunia Akhirat,” ujarnya.

Webinar ini diisi oleh beberapa pemateri, yakni Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin, Dr. dr. Siti Maisuri Tadjuddin Chalid, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Spesialis Ginekologi, Prof. Dr. dr. Yusrawati, Sp.OG., Subsp., K.Fm., MMRS., Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSIA Bunda Ciputat, dr. Rathi Manjari Fauziah, Sp.OG., dan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Semen Padang Hospital, Dr. Putri Sri Lasmini, Sp.OG. (K).

Read More

Dalam paparannya mengenai Kehamilan Risiko Tinggi, dokter Siti Maisuri mengatakan, ibu harus sehat sebelum dan selama hamil. Namun lebih dari 50 persen ibu hamil di Indonesia memiliki masalah dari awal kehamilan, kehamilan tidak sehat dan berisiko.

“Hal itu terjadi karena 32 persen remaja mengalami anemia. Jadi, sebenarnya risiko kehamilan dapat diminimalkan jika sejak remaja sudah menjaga kesehatan dengan baik,” jelasnya.

Siti Maisuri menambahkan, selain anemia pada remaja putri termasuk masalah lainnya adalah anemia pada wanita usia subur, kekurangan energi kronis, obesitas, hipertensi, sakit jantung dan pernikahan dini. “Jika gejala tersebut muncul saat menstruasi (kuantitas darah haid tidak menentu) seharusnya segera diperiksakan dan diobati. Masalah lainnya seperti hipertensi dan obesitas juga perlu ditangani agar meminimalisir risiko kehamilan,” ujarnya.

Selain Kehamilan Risiko Tinggi, dalam acara ini diberikan pula materi mengenai Deteksi Dini Keganasan Ginekologi, Gangguan Haid dengan PCOS dan Personal Hygiene Perempuan. Di setiap pergantian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan kepada ahlinya.

Mifta salah satu peserta Webinar Kesehatan Reproduksi menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat juga menjadi edukasi. “Materi webinarnya sangat menarik karena mengangkat isu yang orang-orang awam mungkin menganggapnya sepele atau tidak tahu. Pematerinya juga talk active sehingga peserta mudah memahami,” ungkapnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *