Inkubasi Bisnis Kawula Muda: Kisah Sukses Bakmi Maju Tak Gentar dan Komunitas di Jogja

inkubasi bisnis kawula muda
inkubasi bisnis kawula muda

Jogjakeren.com – Di balik kesuksesan sebuah bisnis, sering kali ada cerita perjuangan dan inovasi. Hal ini terbukti dari kisah Bakmi Maju Tak Gentar, sebuah usaha kuliner di Wirobrajan, Yogyakarta, yang berhasil naik kelas berkat program inkubasi bisnis kawula muda. Pemiliknya, Sella Ayu, membuktikan bahwa resep warisan keluarga bisa dikelola secara profesional dan modern.

Awalnya, Bakmi Maju Tak Gentar hanya mengandalkan resep otentik perpaduan Jawa dan peranakan Tionghoa. Namun, sejak Sella dan timnya mengikuti program inkubasi bisnis kawula muda, mereka mulai mengaplikasikan strategi bisnis yang lebih terarah. Hasilnya, omzet rata-rata kini mencapai Rp10 juta per bulan. Keberhasilan ini tidak hanya datang dari produk yang berkualitas, tetapi juga dari inovasi dalam membangun komunitas.

 

Read More

Merangkul Komunitas Musik dan Kopi

Salah satu terobosan yang dilakukan Bakmi Maju Tak Gentar adalah dengan merangkul komunitas. Setiap hari Kamis malam, tempat ini menjadi sangat hidup dengan acara “Sinau Jazz” yang menampilkan musisi lokal. Selain itu, ada juga “Sinau Pop” setiap hari Selasa dan “Sinau Ngeroncong” sebulan sekali.

Dengan menyediakan ruang bagi komunitas musik, Bakmi Maju Tak Gentar tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga pusat kreativitas dan berkumpulnya para seniman. Ini adalah strategi cerdas yang membuat bisnis Sella tidak hanya menarik bagi penikmat kuliner, tetapi juga menjadi magnet bagi komunitas yang ingin berinteraksi.

 

Program Inkubasi yang Menginspirasi

Program inkubasi bisnis kawula muda yang diikuti Sella diselenggarakan di Tara Hotel Yogyakarta. Pada level 2 ini, 40 peserta dari seluruh DIY dibekali materi yang lebih komprehensif, mulai dari menyusun rencana bisnis hingga strategi pengembangan usaha.

Bio Hadikesuma, pengampu program, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memaksimalkan potensi para peserta. Selama tiga hari intensif, mereka diajak mendiskusikan ratusan pertanyaan yang esensial untuk mematangkan konsep bisnis. Dari 40 peserta, nantinya 30 terbaik akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan investor.

“Kami harapkan dengan program ini, anak muda dapat mengembangkan usahanya lebih baik dan berkesempatan mendapatkan investasi yang bisa membawa bisnis mereka ke level yang lebih tinggi,” ungkap Bio.

Program ini tidak hanya memberikan modal pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan jejaring yang luas. Kisah Bakmi Maju Tak Gentar menjadi bukti nyata bahwa dengan bimbingan yang tepat, bisnis kecil pun bisa tumbuh pesat dan memberikan dampak positif bagi komunitas sekitarnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *