Bibir Pecah-pecah di Tanah Suci: Penyebab, Dampak, dan Tips Ampuh Mengatasinya

Bibir Pecah-pecah di Tanah Suci
Jemaah Haji berjalan di bawah teriknya cuaca panas di Kota Makkah. (foto:ist/dok madaninews.id)

Oleh dr. Muhammad Fathi Banna Al-Faruqi, AIFO-K
Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) Sektor 1 Daerah Kerja Bandara

Jogjakeren.com – Bibir kering, pecah-pecah hingga berdarah kerap dialami jemaah di Tanah Suci akibat udara yang sangat kering, paparan matahari ekstrem, serta kurangnya cairan tubuh. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu rasa nyeri hingga infeksi. Lalu, apa penyebab pastinya dan bagaimana cara mencegahnya agar tidak mengganggu ibadah?

Dokter RS Islam Yogyakarta sekaligus dosen FK UII Yogyakarta, Muhammad Fathi Banna Al-Faruqi, menjelaskan beberapa faktor penyebab fenomena ini.

Pertama, kelembapan udara rendah. Udara di Arab Saudi panas dan kering yang membuat penguapan lebih cepat. Padahal, kulit bibir tidak memiliki kelenjar minyak seperti kulit tubuh lainnya, sehingga air di lapisan bibir menguap jauh lebih cepat.

Kedua, dehidrasi yang tidak disadari. Petugas dan jemaah sering tidak merasa haus, padahal tubuh sudah kekurangan cairan (udara kering membuat keringat langsung menguap).

Ketiga, siklus basah-kering. Kebiasaan menjilat bibir saat kering justru memperparah keadaan karena enzim dalam air liur merusak lapisan pelindung bibir.

Apa yang terjadi jika dibiarkan?

  1. Peradangan bibir: Bibir menjadi merah, bengkak, dan nyeri.
  2. Bibir pecah-pecah sampai berdarah: Bibir menjadi pecah-pecah, mengelupas, mudah terluka dan berdarah. Luka di bibir bagian dalam dapat memicu munculnya sariawan.
  3. Infeksi: Luka terbuka pada bibir menjadi pintu masuk kuman yang dapat menyebabkan infeksi
  4. Gangguan asupan: Rasa perih dan tidak nyaman saat makan dan minum dapat membuat kurangnya energi dan cairan yang masuk. Akibatnya, asupan energi berkurang, tubuh menjadi lemas, makin dehidrasi dan berisiko menurunkan kemampuan pertahanan tubuh.

Bagaimana mencegahnya?

  1. “Basahi” dari dalam: Jangan tunggu haus. Minum air putih/air zamzam 2 teguk setiap 10 menit.
  2. Lembabkan dari luar: Gunakan pelembap bibir yang mengandung petroleum jelly secara rutin tiap 3-4 jam. Pilih yang tidak berparfum agar aman saat ihram.
  3. Hindari menjilat bibir: Air liur justru dapat menperparah kondisi bibir kering.
  4. Gunakan masker untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung

Dengan demikian, bibir pecah-pecah bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan tanda awal dehidrasi dan pintu masuk infeksi. Kunci utamanya ada pada pencegahan: cukupi kebutuhan cairan sebelum rasa haus datang dan lindungi bibir dengan pelembap sejak dini, agar tetap sehat dan ibadah pun berjalan dengan nyaman.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *