Jogjakeren – Pengertian kiblat dalam bahasa Arab adalah arah yang dituju umat Islam dalam sebagian konteks ibadah, termasuk dalam salat. Arah ini menuju ke bangunan Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi, yang menurut umat Islam adalah bangunan suci yang dibangun dua orang Nabi yaitu Ibrahim dan anaknya Ismail.
Pada hakikatnya, kiblat adalah arah yang menyatukan segenap umat islam dalam pelaksanaan ibadah salat, maka ketepatan dalam arah kiblat menjadi sangatlah penting sebab salat menghadap kiblat itu hukumnya wajib. Adapun salah satu cara menentukan validitas arah kiblat yaitu dengan cara kalibrasi.
Karena sangat pentingnya kalibrasi arah kiblat, di era adaptasi kebiasaan baru, Kantor Wilayah Kementrian Agama DIY (Kanwil Kemenag DIY) tetap melayani umat agama khususnya agama Islam dalam hal kalibrasi arah kiblat masjid maupun musala. Dalam kalibrasi ini tetap mentaati protokol kesehatan mulai dari cuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker.
Kegiatan kalibrasi arah kiblat termasuk salah satu perhatian dan kepedulian dari Kanwil Kemenag DIY dalam membantu peribadatan umat untuk beribadah salat dengan arah kiblat yang lebih akurat.
Dalam kalibrasinya Kanwil Kemenag DIY menggunakan alat-alat modern yang kemungkinan besar dalam pengukuranya itu lebih akurat. Kalibrasi kiblat ini rencananya akan dilakukan secara berkala disetiap masjid dan musala.
Kalibrasi Arah Kiblat di Masjid As Shodiqin
Tim kalibrasi Kanwil Kemenag DIY melakukan kalibrasi arah kiblat di beberapa masjid di Kalurahan Kedungpoh, salah satunya masjid binaan LDII yaitu Masjid As Shodiqin di Dusun Mojosari, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Rabu (28/10/2020).
Bhabinkamtibmas Warjito, S.IP., mengatakan kalibrasi ini sangat penting dan perlu dilakukan secara berkesinambungan agar dalam beribadah terutama salat para jamaah merasa yakin dengan arah kiblatnya.
Salah satu takmir Masjid As Shodiqin Eko Susilo mengatakan kegiatan ini sangat membantu dan bermanfaat bagi jamaah masjid, karena kalau tidak ada kalibrasi arah kiblat seperti ini mungkin kita tidak akan tau arah kiblat yang akurat. Karena kalibrasi dari Kanwil Kemenag DIY menggunakan alat-alat yang modern dan canggih.
“Setelah kalibrasi ini terdapat perbedaan titik arah kiblat dari sebelumnya, karena kalibrasi kami hanya menggunakan alat manual tidak secanggih ini,” imbuh Eko.
H. Yosep Muniri S.Ag., M.A., mengatakan kalibrasi ini salah satu kepedulian kami dalam peribadatan umat islam, mengingat sangat pentingnya arah kiblat saat beribadah. Bagi masyarakat, masjid dan musala yang menghendaki kalibrasi arah kiblat bisa langsung menghubungi Kanwil Kemenag DIY.






subhanalloh .. jaza kumullohu khoiron