Jogjakeren.com – Negara-negara dari seluruh dunia berkumpul di Jenewa untuk membahas kesepakatan pencemaran plastik global dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini merupakan langkah penting menuju pengurangan dampak limbah plastik terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.
Organisasi UNI Global, yang mewakili lebih dari 20 juta pekerja di sektor layanan, mendorong agar suara para pekerja daur ulang informal dimasukkan dalam proses negosiasi. Direktur Jenderal UNI Global, Christy Hoffman, menekankan pentingnya partisipasi pekerja dalam perumusan kebijakan yang menyentuh kehidupan mereka secara langsung.
“Kami menyerukan kepada negara-negara untuk memastikan bahwa suara para pekerja daur ulang informal didengar dalam kesepakatan akhir,” ujar Hoffman. Menurutnya, pengabaian terhadap mereka bisa berdampak negatif terhadap keberhasilan implementasi kebijakan global.
UNI Global juga memperjuangkan prinsip transisi yang adil (just transition), agar langkah-langkah pengurangan plastik tidak mengorbankan mata pencaharian para pekerja. Mereka mendesak adanya dukungan nyata berupa pelatihan ulang, perlindungan sosial, dan peluang pekerjaan yang berkelanjutan bagi pekerja yang terdampak oleh perubahan sistem pengelolaan sampah plastik.
Pertemuan di Jenewa ini adalah bagian dari rangkaian negosiasi menuju perjanjian internasional yang mengikat secara hukum untuk mengatasi krisis pencemaran plastik. Pembahasan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, LSM, industri, dan perwakilan pekerja dari seluruh dunia.
Melibatkan suara pekerja daur ulang informal bukan hanya masalah keadilan sosial, tetapi juga strategi efektif untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan inklusif. UNI Global berharap kesepakatan akhir akan mencerminkan prinsip-prinsip ini demi masa depan yang lebih hijau dan adil.
Dengan dimulainya pembicaraan internasional ini, dunia menaruh harapan besar pada lahirnya kesepakatan pencemaran plastik yang adil, inklusif, dan berdampak nyata dalam mengurangi krisis sampah plastik global.





