Merinding! Yogyakarta Royal Orchestra Harukan Konser Kamardikan 2025 di Monjali

konser kamardikan 2025
konser kamardikan 2025

Jogjakeren.com -Ribuan warga Yogyakarta membanjiri Monumen Jogja Kembali (Monjali) pada Sabtu (23/8/2025) untuk menghadiri sebuah perayaan yang tak terlupakan. Dalam sebuah malam penuh haru dan kebanggaan, konser kamardikan 2025 yang dipersembahkan oleh Yogyakarta Royal Orchestra (YRO) berhasil membangkitkan kembali semangat kemerdekaan. Acara ini bukan hanya sekadar konser musik, tetapi juga merupakan bagian dari perayaan HUT ke-80 RI.

Konser ini menjadi puncak dari rangkaian Pameran Hamongnagari: Aparatur Nagari Yogyakarta. Pameran yang telah berlangsung sejak Maret hingga Agustus ini berhasil menarik lebih dari 220 ribu pengunjung. Kehadiran Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan jajaran pejabat lainnya menambah kemegahan acara ini.

 

Read More

Alunan Musik Penuh Semangat Perjuangan

Di bawah arahan konduktor RW. Widyogunomardowo, YRO tampil berkolaborasi dengan Yogyakarta Royal Choir, sinden dari Kawedanan Kridhamardawa, pianis muda Rachel Nadia Abiela, serta dua solois berbakat Brian Prasetyoadi dan Win Yovina Thopandi. Mereka membawakan 11 lagu perjuangan dengan aransemen orkestra yang megah, mulai dari Hari Merdeka, Melati di Tapal Batas, hingga Sepasang Mata Bola.

Pemilihan Monjali sebagai lokasi konser bukan tanpa alasan. Menurut KPH Notonegoro, Penghageng Kawedanan Kridhamardawa Keraton Yogyakarta, Monjali sarat akan nilai historis. Di sinilah semangat perjuangan bangsa bangkit kembali setelah Agresi Militer Belanda II. Semangat itulah yang ingin dihidupkan kembali melalui alunan musik orkestra.

Antusiasme masyarakat sangat terlihat, terbukti dari 2.000 tiket yang ludes terjual dalam tiga tahap reservasi. Meskipun begitu, ribuan penonton lainnya tetap bisa menikmati suasana konser melalui layar LED raksasa yang dipasang di area Monjali.

 

Penutup Pameran dan Peluncuran Platform Digital

Selain konser kamardikan 2025, acara ini sekaligus menjadi penutup resmi Pameran Hamongnagari. Pameran ini bertujuan untuk menyoroti peran penting aparatur nagari dalam tata kelola pemerintahan tradisional Mataram. GKR Bendara, selaku Ketua Panitia Pameran, menjelaskan bahwa pameran ini adalah ruang belajar untuk memahami bahwa aparatur nagari adalah bagian dari sistem kebudayaan yang membentuk identitas Yogyakarta hingga hari ini.

Sebagai bagian dari inovasi budaya, Keraton Yogyakarta juga meluncurkan situs tourism.kratonjogja.id. Platform digital ini dibuat untuk memudahkan masyarakat, khususnya generasi muda, mengakses informasi sejarah, agenda budaya, hingga layanan reservasi wisata secara daring.

Konser kamardikan 2025 menjadi malam yang tak terlupakan. Kombinasi musik orkestra, lagu perjuangan, dan makna historis Monjali tidak hanya menjadikannya sebuah perayaan, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai perjuangan bangsa yang harus terus diwariskan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *