Jogjakeren.com – Menghasilkan Nasi Liwet yang lezat bukan hanya tentang bahan-bahan, tetapi juga tentang teknik memasaknya. Proses memasak Nasi Liwet yang otentik, sering kali disebut ngeliwet, memiliki tahapan yang berbeda dari memasak nasi biasa.
Teknik ini umumnya dilakukan di atas tungku kayu bakar atau kompor dengan menggunakan panci khusus, meskipun kini banyak yang menggunakan penanak nasi listrik untuk kepraktisan.
Langkah pertama adalah mencuci beras hingga bersih. Beras kemudian dimasak bersama santan kelapa, air, dan rempah-rempah seperti daun salam, serai, lengkuas, dan garam. Semua bahan ini dimasukkan ke dalam panci, lalu dimasak hingga airnya menyusut dan nasi setengah matang, dalam kondisi ini disebut araron. Pada tahap inilah aroma rempah mulai tercium kuat, memicu nafsu makan.
Setelah nasi menjadi “araron,” nasi tersebut dikukus hingga matang sepenuhnya. Proses mengukus ini memungkinkan nasi menjadi pulen dan lembut tanpa menjadi lengket. Teknik memasak ini, yang menggabungkan perebusan dan pengukusan, adalah rahasia di balik tekstur Nasi Liwet yang sempurna.
Di era modern, banyak rumah tangga menggunakan penanak nasi listrik (rice cooker) untuk membuat Nasi Liwet. Prosesnya menjadi lebih mudah, karena semua bahan bisa langsung dimasukkan ke dalam penanak nasi, dan alat akan memasak secara otomatis.
Namun, banyak penggemar Nasi Liwet yang meyakini bahwa proses tradisional dengan tungku kayu bakar memberikan sentuhan rasa dan aroma asap yang tidak bisa digantikan.
Di Indonesia, salah satu daerah yang masih melestarikan tradisi ini adalah Solo, di mana Anda bisa menemukan pedagang yang masih menggunakan cara tradisional untuk mempertahankan keaslian rasa. Inilah mengapa Nasi Liwet Solo dikenal dengan cita rasanya yang khas dan otentik.





