Jogjakeren.com – Olahraga pencak silat merupakan olahraga yang mengikuti tradisi di setiap perguruan sehingga pelatihan cenderung tradisonal dan belum menggunakan teknologi keolahragaan. Dalam hal ini, Perguruan Silat Nasional (Persinas) ASAD juga termasuk bela diri tradisional. Hal ini disampaikan oleh Pengurus Besar (PB) dalam konsolidasinya dengan Pengurus Provinsi Persinas ASAD DIY, Minggu (19/6/2022).
Dihadiri 230 pendekar sabuk merah putra dan putri, Eko Rosyid Nopiyanto, S.Pd., M.Sc. mengungkapkan tujuan konsolidasi PB dengan Pengprov Persinas ASAD DIY. Konsolidasi ini bertujuan untuk memperkuat materi Science for Sport (ilmu sains keolahragaan) kepada atlet Persinas ASAD, khususnya DIY.
“Kami berharap dengan adanya pengulangan materi Science for Sport ini dapat menyemangati Pengprov DIY untuk melakukan pemutakhiran data terhadap ASAD Information System. Sehingga saat PB mengadakan workshop khusus tentang manajemen keolahragaan, Pengprov sudah siap mengirimkan delegasinya,” ujar Eko.
Sekretaris Sistem Informasi (SisFo) PB, H. Wahyu Qomarudin, S.Kom., S.E., M.M., menegaskan perkembangan teknologi terkait keolahragaan semakin nyata. Dengan konsolidasi ini, PB juga memberikan informasi mengenai teknologi dalam membantu proses pelatihan para atlet Persinas ASAD untuk meningkatkan prestasi. PB memaparkan mengenai teknologi ASAD Information System (AIS), digital scoring, manajemen keolahragaan, fisioterapi untuk atlet, dan sebagainya.
“Dengan adanya teknologi AIS, diharapkan dapat meningkatkan performa atlet dan syiar kita di kancah pencak silat nasional maupun internasional,” kata Wahyu.
Menanggapi perkembangan teknologi, Ketua Pengprov Persinas ASAD DIY, Kapten (Purn) H. Sardjiman berharap teknologi keolahragaan dapat meningkatkan kualitas para atlet. “Semakin berkembanganya teknologi keolahragaan, semoga dapat meningkatkan kualitas para atlet Persinas ASAD, khususnya saat akan bertanding. Disertai dengan atlet dan pelatih harus menerima arahan dari pengurus organisasi,” pungkas Sardjiman.





