Sleman, Jogjakeren.com – FORSGI Football Academy atau FFA Jakarta membawa para atletnya terbang ke Yogyakarta untuk mengikuti Laliga Youth Turnament. Sebelum turnamen tersebut dilaksanakan, FORSGI Kabupaten Sleman mengundang tim FFA sebagai induk dari FORSGI untuk bertanding (sparing). Pertandingan yang diadakan pada Jumat (2/8/2024) sore ini bertempat di Lapangan Getas, Sleman. Dihadiri oleh 25 atlet FFA dan para atlet dari FORSGI Sleman, pertandingan berjalan dengan meriah.
Manager Tunas Muda FORSGI Kabupaten Sleman, Taufik memaparkan tujuannya mengundang FFA Jakarta. Selain supaya atlet dari FORSGI Sleman bisa belajar dari para atlet FFA, coach dari tim Sleman sendiri juga bisa studi banding dengan coach dan official tim FORSGI Football Academy.
“Atlet FFA kan sudah ditempa latihan selama 1 tahun penuh, dengan program yang sangat intensif. Sehingga kami harap anak-anak kami di FORSGI Sleman bisa belajar bagaimana bermain bola yang baik, bagaimana kerjasama yang baik dengan melihat para atlet dari Jakarta,” ujar Taufik.
Selain untuk meningkatkan kapasitas diri, Taufik berharap agar para atlet juga termotivasi dalam bermain bola. Walaupun tidak intensif berlatih seperti FFA, diharapkan bisa menularkan semangat para atlet Sleman.
“Kebetulan anak-anak kami di FORSGI Sleman juga beberapa terpilih untuk ikut Festival FORSGI yang akan digelar pada 23 Agustus mendatang di Jakarta. Harapan kami, anak-anak bisa makin termotivasi dengan kehadiran pada atlet FFA Jakarta,” tegas Taufik.
Head Coach FFA, Ungki Prasetyo juga turut bekerja sama dalam kesempatan pertandingan kali ini. Ungki memaparkan kegiatan ini sangat bermanfaat karena bisa menjadi ajang latihan dan pemanasan bagi para atlet FFA yang akan terjun langsung pada turnamen bergengsi LALIGA.
“Regulasi LALIGA Youth Turnament hanya 15 pemain yang bisa masuk, jadi di pertandingan ini bisa sebagai wadah untuk simulasi pertandingan supaya lancar bermain di turnamen besok,” ujar Ungki. “Turnamen ini juga bisa menambah jam terbang anak-anak dalam masa belajar bermain sepak bola,” tambahnya.
Coach Ungki berharap semoga kegiatan ini bisa meningkatkan antusiasme para pengurus FORSGI di provinsi ataupun kabupaten untuk semakin semangat membina para atlet FORSGI setempat sehingga tujuannya bisa menyuplai ke FFA.
“Para pengurus harus semangat membina pemain karena disitu nanti muaranya atau dalam jalur pendeknya bisa menyuplai pemain yang bagus ke FFA. Di FFA kami bangun untuk bisa masuk ke tim nasional. Tapi, utamanya di FFA juga akan diarahkan untuk menjadi atlet yang mubaligh,” pungkas Coach Ungki.
Ungki berpesan pada para atlet, dalam proses menuju impiannya menjadi pemain bola profesional, supaya percaya pada proses dan arahan pelatih serta harus ada kemauan untuk bekerja keras. Taufik juga menyemangati anak didiknya dan berpesan untuk selalu berlatih yang semangat dan selalu latihan yang rajin. Sebab, dengan rutin latihan pasti akan menghasilkan kualitas dan mood yang baik.





