Jogjakeren.com – Tren gaya hidup minimalis bukan lagi sekadar dekorasi rumah yang serba putih dan kosong. Lebih dari itu, minimalisme adalah filosofi hidup yang berfokus pada mengurangi segala sesuatu yang tidak menambah nilai dalam hidup Anda, baik itu barang, komitmen, atau bahkan pikiran.
Secara ilmiah, mengurangi kekacauan fisik di sekitar kita terbukti dapat mengurangi tingkat stres. Sebuah studi dari University of California, Los Angeles, menemukan korelasi antara tingginya kadar kortisol (hormon stres) pada wanita yang tinggal di lingkungan yang penuh barang tidak terorganisir. Sebaliknya, lingkungan yang rapi dan teratur menciptakan rasa tenang dan kontrol.
Lalu, bagaimana cara memulai gaya hidup ini? Mulailah dengan deklarasi barang di rumah Anda. Ambil satu ruangan, satu laci, atau bahkan satu tas, dan tanyakan pada diri sendiri, “Apakah barang ini benar-benar saya butuhkan dan memberi saya kebahagiaan?” Jika jawabannya tidak, pertimbangkan untuk menyumbangkannya atau menjualnya. Proses ini tidak hanya membersihkan ruang fisik, tetapi juga ruang mental Anda.
Setelah itu, terapkan prinsip ini pada aspek lain dalam hidup. Pangkas komitmen yang tidak esensial. Kurangi konsumsi media sosial yang membuat Anda merasa iri atau cemas. Fokuslah pada pengalaman, bukan pada barang. Menginvestasikan uang pada liburan, kursus, atau makan malam bersama orang-orang terkasih akan memberikan kepuasan yang jauh lebih dalam dan tahan lama dibandingkan membeli barang baru. Pada akhirnya, minimalisme membantu kita untuk lebih menghargai apa yang sudah kita miliki dan membebaskan diri dari jeratan konsumerisme.





