Sleman, jogjakeren.com – Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Tanpa komunikasi kita tidak dapat memperoleh informasi dari orang sekitar kita. Sudah semestinya, sebagai makhluk sosial, berkomunikasi menjadi pilar penting untuk menjaga kesepahaman dengan orang lain. Terlebih lagi, dalam menjalin interaksi dalam suatu forum masyarakat.
Hal ini diperlukan adanya teknik dasar sehingga pesan yang ingin kita sampaikan di dalam forum dapat diterima dengan baik oleh para pendengar. Salah satu kegiatan yang mendukung untuk memperbaiki cara berkomunikasi kita adalah dengan mengikuti pelatihan public speaking.
Sebagaimana DPD LDII Sleman melalui program Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Mulia bidang keputrian yang berhasil menggelar pelatihan public speaking di aula Masjid Mulyo Abadi, Mlati Glondong, Sendangadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (1/10/2023). Acara tersebut diikuti oleh 25 peserta yang siap menerima dasar-dasar dan teknik berkomunikasi yang baik.
Drs. H. Suharno Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Sleman juga turut menghadiri sekaligus membuka acara pelatihan public speaking. Dalam pembukaannya, ia menyampaikan kapasitas dalam berkomunikasi pada setiap orang itu diperlukan sehingga tercipta interaksi yang baik.
“Adanya bimbingan public speaking ini supaya nanti punya kemampuan ilmu dan teknik bicara di depan umum yang efektif,“ imbuh Suharno.
Pemateri public speaking, Sakti Al Fattah juga menjelaskan mengenai public speaking. Sebagai seorang news presenter, ia mengartikan public speaking merupakan bicara di depan umum secara efektif. Interaksi yang diciptakan dengan audien terasa fun, rileks dan humoris.
“Mindset kita perlu diperbaiki sehingga public speaking itu mudah,“ kata Sakti.
Tak hanya itu, Sakti juga menyampaikan syarat-syarat terjadinya sebuah komunikasi, yaitu adanya komunikator, ada pesan yang ingin dikomunikasikan, ada yang menerima pesan, ada media atau channel, dan ada feedback. Meskipun peserta pelatihan public speaking berasal dari kalangan ibu-ibu, hal tersebut tidak menyurutkan semangat mereka semua untuk memperoleh ilmu dan teknik dasar berkomunikasi yang efektif.
Bahkan H. Suharno juga berharap dengan adanya pelatihan public speaking ini, para peserta bisa memiliki wawasan dalam berbicara efektif dan dapat menguasai audiens. Selanjutnya, ilmu tersebut dapat diaplikasikan ketika menyampaikan materi dalam forum pengajian maupun forum yang lain.





