Orang Tua Santri MDT Baiturroyyan Dibekali Cara Menciptakan Ekosistem Pedagogi Dalam Keluarga

MDT Baiturroyyan
Orang tua santri MDT Baiturroyyan mendapat pembekalan pedagogi dalam keluarga, Jumat (19/1/2024).

Sleman, jogjakeren.com – Dalam rangka menambah wawasan pengetahuan parenting gabungan, MDT Baiturroyyan selenggarakan “Orang Tua Belajar dengan Pakar Pendidik”. Diselenggarakan di Masjid Baiturroyyan Sambirejo, Condongcatur, Depok, Sleman, pada Jumat (19/1/2024).

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pengurus MDT Baiturroyyan, kemudian dilanjutkan dengan pembagian raport hasil belajar santri selama satu semester, setiap orang tua menghadap guru/ustadz/dzah tiap-tiap kelas.

Dalam dunia pendidikan, dikenal pedagogi. Adalah strategi mendidik dan membimbing anak, guna mengembangkan kepribadiannya sehingga anak dapat terampil dalam menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan.

Read More
MDT Baiturroyyan
Pemaparan materi oleh Hj. Salimah, S.Pd. kepada orang tua santri MDT Baiturroyyan.

Hj. Salimah, S.Pd., pemateri “Orang Tua Belajar dengan Pakar Pendidik” menuturkan bahwa tiada suatu pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik, HR Al Hakim.

“Pendidikan anak merupakan tanggung jawab utama keluarga karena lahir dari keluarga. Kehadiran ayah ibu harus seimbang, dengan dilanjutkan membentuk kelekatan dengan anak. Membentuk kelekatan itu penting, ketika anak itu kritis, maka dalam mengarahkan disertai dengan argumen,” tuturnya.

Tanpa peran bapak, lanjutnya, pendidikan anak akan menjadi gersang, tanpa kasih sayang bapak anak akan kekurangan kasih sayang, oleh karena itu perlunya pendidikan yang seimbang dari orang tua ibu dan bapak.

“Pengasuhan yang keliru dari orang tua, perilaku anak akan menjadi agresif di luar seperti klitih, di dalam rumah akan berani kepada kepada orang tua, kurangnya filter media sosial anak akan menjadi pornografi pornoaksi, kurangnya asuh dari orang tua anak akan menjadi hedonis yaitu gaya hidup foya foya,’ jelas Hj. Salimah.

Permasalahan orang tua dalam mendidik anak; Masalah etika, ketika orang tua tidak beretika maka bagaimana anak memiliki etika karena anak usia 1-6 tahun mencontoh orang tuanya. Solusinya buat hubungan kelekatan dengan anak, caranya sebelum tidur di puk puk diajak berkomunikasi dan diajak bercerita. Masalah gadget, tidak adanya filter dari orang tua, oleh karena itu orang tua harus melek digital.

“Fixsasi, merupakan posisi dimana anak berhenti dalam perkembangannya karena ada bentakan, sehingga proses perkembangan otaknya terputus yang sebenarnya masih bisa berkembang, anak menjadi seperti stres atau terbentuk suatu trauma sebab bentakan orang tuanya,” pungkasnya.

Hanif Fikri menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari guru belajar sebelumnya, “Setelah dinilai suksesnya kegiatan guru belajar, kami kembali mengundang Bunda Salimah untuk memberikan suplemen kepada orang tua santri di MDT kami. Semoga dengan kegiatan ini menambah dan merefresh orang tua dalam mendidik putra-putrinya, dan dapat lebih baik lagi dalam mengahadapi kondisi anak Zaman sekarang,” tutupnya.

Turut hadir Ketua PAC LDII Condongcatur H. Dalino, Ap.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *